Review Dirt 4: Masih Menantang, Masih Adiktif!

Reading time:
July 7, 2017
DIRT 4 jagatplay (1)

Kualitas yang selalu di atas rata-rata memang berhasil menciptakan asosiasi yang kuat antara satu nama developer dengan genre tertentu. Bahwa dengan hanya melihat nama mereka sebagai penanggung jawab, Anda seolah sudah mengantisipasi pengalaman seru seperti apa yang akan Anda dapatkan. Ada Rockstar untuk game open-world, Naughty Dog untuk proyek game action yang menitikberatkkan pada kekuatan cerita, Platinum Games untuk action, From Software untuk game action RPG dengan tingkat kesulitan menantang, Firaxis untuk strategy, dan tentu saja – Codemasters untuk genre racing. Nama yang terakhir ini memang sudah memperlihatkan sepak terjang yang selalu menjanjikan. Tak heran, jika produk terbaru mereka selalu dinantikan.

Codemasters memang terlibat dalam begitu banyak franchise game racing, namun Dirt sepertinya pantas dikategorikan sebagai produk terpopuler mereka. Seolah mengisi kekosongan game racing rally yang sempat kosong beberapa tahun yang lalu,ia diracik nyaris sempurna. Sebuah sensasi rally yang tak hanya menawarkan kualitas visualisasi yang menawan saja, tetapi juga menawarkan sensasi kecepatan tinggi penuh debu yang realistis. Bahwa kesulitan tidak hanya akan muncul dari sekedar bentuk track saja, tetapi juga situasi eksternal yang tak bisa Anda kendalikan, seperti cuaca dan cahaya misalnya. Untuk seri terbarunya yang dilepas ke pasaran – Dirt 4, Codemasters juga menyuntikkan fitur baru yang tak kalah esensial.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh Dirt 4 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagi game yang masih adiktif dan menantang? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Gamer atau Simulasi

Dirt 4 menawarkan dua mode handling - Simulasi dan Gear.
Dirt 4 menawarkan dua mode handling – Simulasi dan Gear.

Terlepas dari citra mereka sebagai salah satu developer game racing terbaik di industri game saat ini, produk racikan Codemasters memang tak bisa dibilang didesain untuk “semua jenis gamer”. Karena tak jarang beberapa produk di antaranya, seperti F1 misalnya, hadir dengan pendekatan simulasi yang mungkin akan membuat gamer awam seperti kami, angkat tanggan di awal. Berita baiknya? Anda yang tak pernah bisa memainkan game racing simulasi dengan baik akan masih bisa menikmati Dirt 4 ini dengan maksimal.

Seperti biasa, Codemasters menghadirkan fitur khusus untuk Anda yang tertarik mencicipi Dirt 4 sebagai sebuah game racing simulasi. Untuk Anda yang tak terlalu familiar, simulasi berarti usaha untuk merepresentasikan kondisi balap seperti layaknya di dunia nyata dengan serealistis mungkin. Pergerakan roda, setting, kecepatan Anda untuk menahan rem, cuaca, hingga sekedar gerakan kecil sedikit pun akan punya pengaruh yang lebih signifikan, seperti halnya di dunia nyata. Simulasi ditujukan untuk Anda yang memang mengejar sensasi tersebut, apalagi jika Anda menikmatinya dengan kontroler setir yang dirancang khusus. Tingkat kesulitan tertinggi ada di mode ini, dan para pencinta simulasi dari Codemasters tak akan kehilangan daya tarik franchise ini.

Ada perbedaan tingkat kesulitan juga di mode untuk Anda yang masih melihatnya sebagai game racing yang terlalu sulit.
Ada perbedaan tingkat kesulitan juga di mode untuk Anda yang masih melihatnya sebagai game racing yang terlalu sulit.
Dengan handling ala
Dengan handling ala “Gamer”, Dirt 4 tidak terasa begitu “menakutkan”.

Sementara untuk tipe gamer seperti kami atau mungkin sebagian besar Anda yang datang dan berharap untuk menikmati sebuah game racing rally yang bisa dikendalikan dengan lebih mudah, Codemasters juga menyediakan opsi tersebut. Dirt 4 menyediakan satu opsi kontrol bernama “Gamer” untuk Anda yang menginginkan sensasi yang lebih arcade. Walaupun performanya masih akan dipengaruhi oleh beragam elemen yang ada, namun setidaknya mekanisme kontrol yang diusung memang lebih sederhana dan tidak sekompleks di versi simulasi. Anda yang hanya ingin datang tertantang dan bersenang-senang dengan Dirt 4 akan menikmati opsi yang satu ini.

Keputusan untuk menghadirkan kedua opsi ini dan membiarkan gamer menentukan sendiri pengalaman Dirt 4 seperti apa yang mereka inginkan, tentu saja adalah sebuah keputusan yang pantas untuk diacungi jempol. Setidaknya untuk gamer yang memang berangkat dari sensasi game racing yang lebih arcade, ia tak lagi dilihat sebagai sebuah game racing dengan tingkat kesulitan “terlalu tinggi” yang mustahil untuk diselesaikan.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…