Legenda Bola – Edgar Davids Menangkan Tuntutan Hukum atas League of Legends

Reading time:
August 14, 2017
edgar davids

Hampir sebagian besar penggemar sepakbola tentu mengenal siapa itu Edgar Davids dan kiprah fenomenalnya di masa lalu. Mantan pemain timnas Belanda yang juga memperkuat beberapa klub sepakbola raksasa tersebut memang sudah gantung sepatu. Sekarang Anda tentu bertanya-tanya, mengapa namanya terkait dengan game MOBA yang sempat disebut sebagai game dengan penghasilan terbesar di sepanjang tahun 2017 ini – League of Legends dari Riot Games. Benar sekali, karena percaya atau tidak, game yang memuat pertempuran fantasi antara Champions tersebut ternyata “dituduh”  meminjam rupa Edgar Davids itu sendiri.

Seperti game MOBA pada umumnya, League of Legends juga menjual beragam skin untuk karakter Champions yang mereka tawarkan. Salah satunya adalah kostum sepakbola untuk karakter mereka – Lucian, The Purifier. Kostum yang disebut dengan “Striker Lucian” tersebut memang menggunakan sepakbola sebagai tema utama, membuat karakter yang satu ini terlihat mirip dengan sosok Edgar Davids yang selama ini kita kenal. Walaupun Riot menyebutnya sekedar sebagai “kebetulan”, namun pengadilan mengabulkan permohonan hukum Davids itu sendiri.

Pengadilan menangkan tuntutan hukum Edgar Davids atas skin Striker Lucian milik League of Legends.
Pengadilan menangkan tuntutan hukum Edgar Davids atas skin Striker Lucian milik League of Legends.

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh media Belanda – Het Parool, Riot Games diminta untuk membuka berapa banyak uang yang sudah mereka hasilkan dari penjualan Striker Lucian untuk menentukan berapa jumlah kompensasi yang harus diterima oleh Edgar Davids itu sendiri. Riot Games sendiri masih belum angkat bicara terkait kasus ini.

Bagaimana menurut Anda sediri? Apakah rupa Striker Lucian memang serupa dengan Edgar Davids?

Source: PC Gamer

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…