Mantan Dev. Akui Dead Space 2 Berujung Rugi

Reading time:
October 25, 2017
dead space 2

Hampir sebagian besar gamer sepertinya setuju bahwa Dead Space, adalah salah satu judul game survival horror terbaik di industri game. Terlepas dari seri ketiganya yang bergerak ke arah yang dipertanyakan, dua seri pertamanya memenuhi apa yang bahkan, tak pernah terpikirkan akan berakhir jadi sebuah konsep fantastis. Sebuah game horror yang membawa Anda ke luar angkasa, diperkuat dengan atmosfer menakutkan, desain suara menakjubkan, dan cerita yang cukup menggugah. Namun sayangnya, harapan untuk melihat seri ini berlanjut di masa depan harus berakhir sirna. Sang developer – Visceral Games berakhir ditutup oleh EA beberapa waktu yang lalu, untuk alasan yang tidak jelas. Kini salah satu developer yang sempat bernaung di bawahnya, angkat bicara.

Berbicara dengan GamesIndustry.biz, Zach Wilson – Senior Level Designer yang sempat bekerja Visceral Games berbicara banyak hal, baik soal EA ataupun proyek yang sempat ia kerjakan di masa lalu. Salah satu yang menarik? Tentu saja, Dead Space 2. Game yang dipuja-puji di masa lalu tersebut, disebut Wilson, ternyata adalah sebuah game yang tak berhasil menelurkan keuntungan. EA kabarnya sudah menggelontorkan uang sekitar USD 60 juta untuk proses pengembangan, dan ekstra USD 60 juta lagi untuk marketing. Penjualan Dead Space 2 yang berhasil laku 4 juta kopi tidak cukup untuk menutupi biaya tersebut.

USD 60 juta untuk pengembangan, dan ekstra USD 60 juta untuk proses marketing, mantan karyawan Visceral mengaku bahwa Dead Space 2 memang berakhir rugi.
USD 60 juta untuk pengembangan, dan ekstra USD 60 juta untuk proses marketing, mantan karyawan Visceral mengaku bahwa Dead Space 2 memang berakhir rugi.

Wilson menyebut kasus Dead Space 2 memang unik. Walaupun mendapatkan respon sangat positif, sebagian besar gamer terlalu takut untuk memainkan dan membelinya. Hasilnya? Adalah sebuah produk dimana gamer-gamer berteriak untuk terus mempertahankannya dan senang ia eksis di industri game, tetapi tidak memberikan sumbangsih apapun untuk mempertahankannya. Dead Space seolah berakhir menjadi pedang bermata dua untuk dirinya sendiri.  Ia juga mengomentari proyeksi penjualan EA yang memang seringkali tidak transparan, membuat mereka seringkali berakhir frustrasi. Wilson mengaku sulit untuk “mentranslasikan” hasrat membangun game mereka ke dalam bentuk sekedar data.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengomentari kekhawatiran gamer soal matinya mode single-player di masa depan, apalagi melihat keputusan EA untuk “mengubah” arah game single-player ala Uncharted dengan basis semesta Star Wars yang sempat ditangani oleh Visceral. Wilson menyebut bahwa video game memang selalu berubah. Tetapi harus takut? Terlalu berlebihan. EA mungkin mengarah ke sana, tetapi banyak developer di luar sana yang masih bertahan untuk meracik game single player berkualitas. Wilson menyebut nama seperti The Last of Us, Bioshock, hingga Dishonored yang masih mempertahankan daya tarik tersebut. Yang bisa dilakukan gamer saat ini, menurutnya, adalah terus mendukung developer favorit Anda.

Anda sendiri bisa membaca keseluruhan komentar Wilson tersebut via tautan source yang kami sertakan di bagian terbawah artikel ini. Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah game single-player akan berakhir tewas di masa depan?

Source: GamesIndustry.biz

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…