Preview Yakuza 6 – The Song of Life: Sang Naga Tua di Era Baru!

Reading time:
March 22, 2018
Yakuza 6 jagatplay part 1 1

Melegakan dan menggembirakan tentu saja melihat perubahan 180 derajat SEGA terkait franchise semi open-world andalan mereka – Yakuza. Setelah di generasi sebelumnya, Anda bisa merasakan keengganan untuk melepasnya ke pasar Barat untuk alasan yang tidak jelas, SEGA pelan tapi pasti, mulai mengerti potensi penjualan yang mereka lewatkan selama ini. Didukung dengan popularitas Playstation 4 yang tidak memperlihatkan tanda-tanda akan meredup, SEGA bahkan mulai meracik beberapa seri remake dengan nama “Kiwami” untuk gamer-gamer yang baru hendak terjun dan mengenal franchise yang sudah eksis selama belasan tahun ini. Bagi gamer Barat, bulan ini memang istimewa. Kesempatan untuk menikmati seri teranyar – Yakuza 6: The Song of Life akhirnya tiba.

Kesan Pertama

Ada banyak hal yang membuat Yakuza 6: The Song of Life menjadi sebuah seri yang istimewa, dibandingkan dengan seri-seri Yakuza sebelumnya, seperti Yakuza 0 sekalipun. Ini adalah seri pertama yang diracik oleh SEGA khusus untuk platform generasi terkini, dimana ia dibangun dengan menggunakan engine baru yang disebut Dragon Engine. Kehadiran engine ini membuat kualitas visualisasi game yang sudah sinematik di awal seri ini kian berakhir memesona, terutama untuk detail wajah yang ada. Dengan banyaknya aktor ternama Jepang yang berperan di sana, melihat bagaimana game ini mampu meracik detail wajah yang mirip, sampai ke tekstur kulit dan warna mata mengundang decak kagum tersendiri. Namun tidak sampai di sana saja, Yakuza 6: The Song of Life juga membuka dunia yang lebih luas untuk dijelajahi, terutama kesempatan untuk masuk dan menjelajahi beberapa lokasi ikonik. Pertarungan dengan melibatkan lebih banyak NPC dalam satu layar dengan lingkungan yang bisa hancur juga memperkuat atmosfer aksi yang lebih keren di sini.

Tetapi seperti seri-seri Yakuza sebelumnya, kekuatan utama tentu terletak pada ceritanya yang kuat. Untuk kesekian kalinya, usaha Kiryu untuk keluar dari organisasi kejahatan yang sempat membuatnya terlibat dalam perang melawan mafia dari Korea dan China ini tetap tidak pernah berhasil. Seperti sebuah lubang hitam yang menyerap semua cahaya di sekitar, Kiryu kembali harus terlibat dalam konflik yang sebenarnya tidak pernah ia inginkan. Yang menarik di sini adalah keseluruhan tema yang lebih relevan dengan apa yang kita rasakan saat ini. Ketika seri Yakuza sebelumnya mengambil tema tahun 1980-an dan 1990-an yang terhitung “usang”. Yakuza 6 mengambil setting di tahun 2016. Maka semua teknologi modern dan misi sampingan yang juga memuat kritik terhadap fenomena sosial manusia saat ini lebih ditonjolkan, membuat sudut pandang Kiryu yang kini sudah tua menjadi lebih menarik dan mengundang tawa. Salah satu point yang menurut kami, membuat Yakuza 6 spesial.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, apalagi mengingat ragam misi sampingan, meta game, dan juga cerita yang belum kami selesaikan, izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran lebih jelas apa itu Yakuza 6: The Song of Life. Satu yang pasti, sepertinya sulit bagi penggemar Yakuza untuk tidak jatuh hati pada seri yang satu ini.

Raw Screenshot

(4K dengan Playstation 4 PRO)

Yakuza 6 jagatplay part 1 7 Yakuza 6 jagatplay part 1 13 Yakuza 6 jagatplay part 1 221 Yakuza 6 jagatplay part 1 189 Yakuza 6 jagatplay part 1 179 Yakuza 6 jagatplay part 1 167 Yakuza 6 jagatplay part 1 153 Yakuza 6 jagatplay part 1 140 Yakuza 6 jagatplay part 1 133 Yakuza 6 jagatplay part 1 128 Yakuza 6 jagatplay part 1 111 Yakuza 6 jagatplay part 1 101 Yakuza 6 jagatplay part 1 66 Yakuza 6 jagatplay part 1 42
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…