Xbox Perkenalkan Adaptive Controler Untuk Penyandang Disabilitas
Kita seringkali lupa bersyukur bahwa dengan anggota tubuh kita yang lengkap dan tanpa kekurangan, kita bisa menikmati hobi kita – video gaming tanpa kesulitan. Bahwa kita adalah standar desain ergonomis sebagian besar produk gaming yang ada. Kita seringkali lupa bahwa gaming bukanlah sekedar hobi yang dinikmati untuk mereka yang hadir dengan anggota tubuh yang sempurna. Banyak penyandang disabilitas yang sulit untuk menikmati video game karena desain kontroler yang memang tidak bersahabat untuk mereka, terutama mereka yang tidak memiliki dua tangan atau tidak lagi punya fungsi motorik yang seharusnya. Untungnya, masih banyak publisher dan developer yang mengerti dan memahami “pasar” ini. Salah satunya adalah Microsoft.
Sempat bocor beberapa waktu yang lalu, Microsoft akhirnya secara resmi mengumumkan skema kontroler baru mereka – Xbox Adaptive Controller. Seperti nama yang ia usung, kotak besar ini tidak hanya berfungsi sebagai kontroler dengan tombol besar saja, tetapi juga memungkinkan gamer penyandang disabilitas untuk menghubungkan perangkat kontroler yang menurut mereka nyaman. Di belakang kotak ini terhubung begitu banyak port yang masing-masing merepresentasikan satu tombol tertentu. Dengan menghubungkan perangkat ke port tersebut, perangkat yang dipilih akan berfungsi untuk mewakili fungsi / tombol itu. Ia juga datang dengan mount khusus. Microsoft juga menyuntikkan fungsi re-map via fitur khusus.

Ini tentu saja pendekatan yang pantas untuk diacungi jempol. Memerhatikan penyandang disabilitas seperti yang dilakukan Microsoft memungkinkan video game berperan lebih penting bagi hidup banyak orang, dari sekedar melepas kepenatan hidup hingga proses terapi fisik jika dibutuhkan. Xbox Adaptive Controller akan dirilis di tahun 2018 ini juga dengan harga USD 99.99, tidak termasuk kontroler pendukung yang lain. Nice move, Microsoft!










