Menjajal DEMO Pamali: Horror Indonesia Potensial!

Reading time:
July 12, 2018

Atmosfer yang Mencekam

Pamali jagatplay 22
Dua jempol pantas diarahkan pada ketepatan meracik atmosfer yang mencekam.

Jika harus memilih satu hal yang kami cintai dari demo Pamali ini adalah bagaimana ia berhasil meracik atmosfer mencekam yang tepat. Rasa ketakutan tidak ditawarkan lewat jump scare “murahan” yang sudah pasti mengejutkan siapa saja, tetapi lewat kesunyian dan desain level yang memang pantas diacungi jempol. Dikombinasikan dengan tata suara yang baik dan interpretasi lagu khas Indonesia yang begitu menyeramkan di sini, atmosfer Pamali siap untuk membuat Anda berteriak seperti anak perempuan jika momen itu tiba.

Semuanya ditawarkan dalam bentuk yang tidak eksplisit, dimana rasa “ketakutan” tersebut menyerang dan memicu kewaspadaan Anda di momen yang tidak Anda prediksi sebelumnya. Hal-hal kecil inilah yang membuat demo ini terasa solid. Sebagai contoh? Ketika kami berfokus menghidupkan lampu Petromaks di dalam rumah untuk ekstra penerangan. Dengan begitu banyak lampu minyak tanah yang bisa Anda hidupkan sejak ruangan pertama pintu masuk, ia terlihat seperti sebuah objek yang tidak “mengancam”. Namun segala sesuatunya berubah ketika di salah satu sudut ruangan, ada satu lampu Petromaks yang menolak untuk menyala, terlepas dari apapun hal yang sudah Anda lakukan. Setiap kali menyala, ia akan secara otomatis padam. Otak Anda pun pelan tapi pasti langsung mengasosiasikan padamnya lampu tersebut dengan kekuatan supranatural yang memang tidak bisa Anda lihat. Cukup untuk membuat kami sedikit menahan napas setiap kali bergerak ke sudut ruang tersebut.

Pamali jagatplay 50
Lampu Petromaks yang mati sendiri walaupun sudah ditutup? Welcome to the NOPELAND!

Namun acungan dua jempol memang pantas diarahkan pada tata suara yang ada. Memainkan game in dengan headset yang mumpuni dan memberikan Anda kesunyian yang seharusnya akan membantu Anda mendapatkan gambaran yang lebih kuat soal atmosfer mencekam Pamali. Bagaimana suara-suara yang muncul dari sudut tanpa ada sosok yang menemaninya cukup untuk membuat perasaan paranoid Anda tumbuh. Eksekusi nyanyian-nyanyian khas Indonesia termasuk lagu “Nina Bobo” yang mengalun pelan membuat segala sesuatunya berujung lebih menyeramkan dari yang seharusnya. Untuk urusan yang satu ini, pujian memang pantas dilayangkan. Namun sayangya, ada satu masalah besar untuk sisi visualisasinya.

Terlalu Gelap

Pamali jagatplay 14
Kami termasuk gamer yang tidak setuju bahwa seram harus berarti gelap.

Satu masalah terbesar Pamali? Ia menjadi game yang benar-benar gelap, bahkan untuk ukuran game horror sekalipun. Meningkatkan brightness hingga 100% di dalam video game tidak memberikan pengaruh yang signifikan untuk jarak pandang Anda. Kami bahkan harus memaksimalkan hal yang sama di televisi kami, mendorong brightness hingga 100% hanya untuk melihat isi ruangan yang ada di titik-titik tertentu. Ini adalah sebuah kondisi yang aneh, mengingat trailer resmi yang dirilis oleh StoryTale Studios jelas memperlihatkan tingkat brightness yang jauh lebih baik dan rasional dibandingkan versi demo yang mereka rilis ini.

Pamali jagatplay 10 contoh gelap
Percaya atau tidak, ini bukan sekedar layar hitam.
Pamali jagatplay 34 contoh gelap sekali
Can’t see shit!
trailer
Ia terlihat begitu terang dan lebih rasional di trailer trailer awal.

Entah apa yang mendasari keputusan untuk menjadikan tingkat kecerahan yang begitu buruk di game ini. Jika ini merupakan keputusan kreatif, ada banyak bukti video game horror di luar sana yang tetap berhasil tampil menyeramkan dengan tingkat kecerahan cahaya yang baik. Walaupun gelap seringkali diasosiasikan dengan misteri, dimana misteri melahirkan ketidaktahuan, dan ketidaktahuan melahirkan kecemasan dan ketakutan, namun ada level yang menurut kami, tetap harus dipertimbangkan untuk membuat gamer merasa nyaman sekaligus memiliki kesempatan untuk menangkap lebih banyak informasi sekilas pandang. Pamali buruk di masalah ini. Jika alasan menggelapkan game ini karena rasa tidak percaya diri dengan detail kualitas visualisasi yang ada, maka ini menjadi alasan yang tidak sepantasnya, ditakutkan.

Pamali jagatplay 8
Pamali jadi game pertama dimana kami harus memastikan setiap screenshot melewati proses adjusting Brightness / Contrast di Photoshop terlebih dahulu, agar Anda bisa melihat apa yang terjadi.

Seberapa buruk gelap ini? Seburuk kami harus masuk ke aplikasi Photoshop untuk memastikan setiap dari screenshot ini melalui proses pengaturan level Brightness dan Contrast terlebih dahulu sebelum menyajikannya kepada Anda, agar Anda bisa melihat apa yang sebenarnya tengah terjadi di dalam game. Sebuah proses yang tidak pernah kami lakukan dan lewati untuk game ber-genre horror manapun di sepanjang sepak terjang JagatPlay sebagai media game. Mereka butuh mencari titik keseimbangan yang lebih baik soal pencahayaan ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…