Review Little Dragons Cafe: Benar-Benar Mengecewakan!

Reading time:
August 24, 2018

Video game tidak harus selalu berhubungan dengan darah, kematian, dan usaha untuk menyelamatkan dunia dari sebuah ancaman penuh kekuatan destruktif yang sepertinya tidak akan kesulitan, untuk menghapus kehidupan begitu saja. Terkadang, Anda akan menemukan video game yang justru terkesan lebih santai dan membumi di tema yang ia tawarkan. Game-game yang justru mendorong Anda untuk sedikit bersantai dan menikmati sisi video game yang berbeda, dimana tantangan dan kesulitan justru datang dari area yang berbeda. Tidak ada peluru dan senjata di sini, hanya kompleksitas hidup sehari-hari. Salah satu yang paling menjanjikan adalah Little Dragons Cafe.

Salah satu yang menarik dari game yang satu ini, selain latar belakang cerita yang ia usung, adalah campur tangan para talenta yang berdiri di belakang namanya. Adalah keterlibatan Marvelous dan peracik game Story of Seasons – Yasuhiro Wada lah yang membuat game ini begitu diantisipasi. Terlihat menawarkan atmosfer permainan yang serupa, ia terlihat seperti sebuah game yang akan menyediakan waktu santai untuk Anda sekaligus menawarkan tantangan dan keasyikan dari usaha untuk membangun sebuah kafe yang ramai sekaligus merawat seekor naga hingga ia tumbuh besar. Bayangkan saja, sebuah game yang mengkombinasikan kata simulasi pengaturan restoran dan perawatan naga di satu kalimat yang sama!

Namun sayangnya, dari judul di atas saja, Anda sepertinya bisa mengira kira-kira kemana hype yang sudah terbangun itu mengarah. Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Little Dragons Cafe ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang benar-benar mengecewakan?

Plot

Little Dragons Cafe hadir dengan sebuah kisah fantasi sederhana layaknya dongeng.

Seperti sebuah kisah dongeng untuk anak-anak, plot yang ditawarkan oleh Little Dragons Cafe seperti layaknya nama yang ia usung, memang berhubungan dengan sebuah kafe dan naga itu sendiri.

Anda berperan dan harus memlih satu di antara dua bersaudara – Rin (karakter wanita) dan Ren (karakter pria) yang hidup di sebuah kafe bersama dengan ibu mereka tercinta. Sang ibu selama ini menjadi tulang punggung kafe, menyediakan makanan lezat untuk warga sekitar yang memang mencintai masakannya. Namun tanpa alasan yang jelas, sang sosok ibu ini tiba-tiba jatuh dalam keadaan koma dan tidak lagi terbangun dari tidurnya. Ren dan Rin yang kebingungan dengan kondisi sang ibu, tiba-tiba kedatangan seorang pak tua bernama Pappy yang muncul begitu saja di hadapan mereka.

Ibu yang dicintai Ren dan Rin ini tiba-tiba koma.
Seorang laki-laki tua bernama Pappy tiba-tiba hadir dan menawarkan solusi untuk membuat ibu mereka pulih.

Pappy menyebut bahwa ibu Rin dan Ren ini sebenarnya bukanlah manusia sepenuhnya. Di darahnya mengalir setengah darah manusia dan darah naga. Walaupun tidak berbicara banyak soal kondisi koma yang tiba-tiba menghinggapinya, Pappy menyebut bahwa satu-satunya cara agar ibu mereka bisa bangun kembali di masa depan adalah dengan melanjutkan keras keras sang ibu untuk membangun cafe kecil mereka. Selama proses tersebut, Pappy juga menyerahkan sebuah telur naga yang menetas begitu cepat dan harus dipelihara oleh kedua bersaudara tersebut. Seekor naga yang tentu saja, akan memainkan peran penting dalam cerita.

Kedua anak ini diminta untuk mengurus seekor naga kecil dan meneruskan kafe ibu mereka.
Karakter-karakter unik pun bermunculan.

Maka dengan motivasi untuk kembali membangunkan sang ibu dari kondisi komanya, Rin dan Rin berjuang keras untuk tidak hanya sekedar mempertahankan eksistensi kafe itu sendiri tetapi juga mengembangkannya dan membuatnya terus tumbuh. Karakter-karakter unik pun berakhir menetap di kafe, yang masing-masing hadir dengan latar belakang cerita dan konflik mereka sendiri-sendiri. Seperti yang bisa diprediksi, Rin dan Ren hadir sebagai penyedia “solusi” untuk setiap konflik yang ada, yang selalu berhubungan dengan masakan.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Mampukah Ren dan Rin membangunkan kembali ibu mereka dari koma? Karakter-karakter seperti apa saja yang mampir di kafe milik Anda? Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan Little Dragons Cafe itu sendiri.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…