Review Senran Kagura Reflexions: Pijat Tanpa Manfaat!

Reading time:
September 14, 2018
Senran Kagura Reflexions jagatplay 1

Gamer mana yang belum pernah mendengar nama Senran Kagura sebelumnya? Terlepas apakah Anda secara terbuka mengakui bahwa Anda adalah seorang fans atau masih menyangkal namun tetap menyimpan perhatian lebih untuk franchise milik Marvelous, eksistensinya memang sulit untuk diabaikan begitu saja. Apalagi jika Anda punya rasa cinta yang kuat pada seri animasi Jepang dengan karakter-karakter wanita yang punya desain sensual di atasnya. Karena mau diakui atau tidak, sensualitas memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari nama Senran Kagura. Sesuatu yang tetap mereka bawa untuk seri teranyar yang sejak awal pengenalannya, diklaim didesain khusus untuk Nintendo Switch.

Sudah tersedia terlebih dahulu untuk pasar Jepang dan akhirnya tersedia di pasar Barat dengan proses translasi untuk teks saja dan tidak audio, Senran Kagura Reflexions akhirnya tersedia untuk gamer Nintendo Switch yang penasaran dengan apa yang ia tawarkan. Marvelous memang mendesain game ini khusus untuk Switch dengan motivasi mendemonstrasikan apa yang bisa dilakukan kontroler unik konsol hybrid ini – Joy-Con dalam bentuk gameplay dan visual khas Senran Kagura. Anda bisa melihatnya selayaknya sebuah “versi berbeda” dari 1-2 Switch, game yang memang didesain oleh Nintendo untuk melakukan hal tersebut. Dengan harga yang terjangkau, kami memutuskan untuk ikut melompat masuk.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh game yang satu in? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang ternyata, sebuah game pijat tanpa manfaat? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Senran Kagura Reflexions jagatplay 48
Ada “plot” penting dan plot tak penting di Senran Kagura Reflexions ini.

Seperti yang bisa diprediksi ada dua “plot” yang berkembang di situ. Satu plot adalah cerita dan satu “plot”-nya lagi berhubungan dengan bagian tubuh yang sepertinya tidak akan asing lagi untuk Anda yang seringkali berselancar di internet. Satu plot menjadi bagian penting Senran Kagura Reflexions, sementara yang lainnya benar-benar bisa diabaikan begitu saja. Jika kita berbicara soal plot dalam pengertian cerita, maka langkah kedua ini yang bisa Anda ambil.

Senran Kagura tentu saja membawa Anda masuk ke dalam semesta Senran Kagura dari perspektif orang pertama. Menggabungkannya dengan nama “Reflexions” yang memang ditujukan untuk menjelaskan proses pijat refleksi, Anda sepertinya sudah paham cerita yang hendak disajikan. Di tengah kelas ninja yang begitu berat, Anda berperan sebagai teman dekat Asuka yang berusaha membuatnya jauh lebih nyaman dan tenang dengan semua tanggung jawab berat yang ia pikul. Romansa menjadi inti dan diproyeksikan lewat beragam sentuhan untuk membuatnya lebih rileks.

Senran Kagura Reflexions jagatplay 3
Anda menawarkan jasa pijit untuk membantu Asuka lebih tenang.
Senran Kagura Reflexions jagatplay 7
Menikmatinya, Asuka mulai mengeluarkan imajinasi di ragam skenario berbeda.

Maka inti cerita tersebut lah yang dibangun. Bahwa sentuhan-sentuhan kecil yang Anda lakukan pada Asuka ternyata tidak membuat imajinasi Anda saja yang liar, tetapi juga imajinasi Asuka itu sendiri. Pelan tapi pasti, seolah tenggelam dalam ekstasi, Asuka juga mulai membayangkan beragam skenario pertemuan dengan Anda yang selalu berkaitan dengan urusan pijat memijat ini. Hingga pada akhirnya tentu saja, mengembangkan dan mengekspresikan perasaannya kepada Anda.

Senran Kagura Reflexions jagatplay 17
Sudah pasti, Anda tidak datang karena cerita.

Dengan plot minim seperti ini, tidak ada kejutan atau sesuatu yang menarik yang bisa Anda tangkap dari sisi cerita yang ada. Pada akhirnya, Senran Kagura memang lebih diracik untuk mengeksploitasi sisi sensual karakter-karakter Senran Kagura, dalam hal ini – Asuka.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…