JagatPlay di TGS 2018:  Gungrave G.O.R.E yang Misterius!

Reading time:
September 23, 2018
gungrave gore

Tidak semua gamer pernah mendengar apa itu Gungrave.  Harus jujur, termasuk kami. Namun di sisi lain, sulit rasanya untuk mengakui bahwa hype dari judul terbaru – Gungrave G.O.R.E yang baru meluncur dalam bentuk sebuah teaser cukup tinggi, terutama untuk mereka yang pernah menikmati seri masa lampaunya. Untuk Anda yang tidak terlalu familiar, Gungrave merupakan seri animasi Jepang yang sempat populer di masa lalu, cukup untuk membuat ceritanya terus dilanjutkan ke dalam sebuah video game yang dirilis untuk Playstation 2 – Gungrave Overdose. Kini, ia kembali dengan cerita baru yang rencananya akan dilepas untuk Playstation 4.

Namun sayangnya, presentasi yang dilakukan oleh Iggymob – developer asal Korea Selatan yang bertanggung jawab untuk pengembangan game ini dan juga sang kreator anime-nya sendiri – Yasuhiro Nightow tidak banyak memperlihatkan gameplay dan sejenisnya. Informasi dilemparkan dengan menggunakan slide yang masih berdasarkan teaser perdana Gungrave G.O.R.E yang dilepas beberapa waktu yang lalu. Berita baiknya? Setidaknya kita tahu apa yang hendak mereka kejar dan cerita seperti apa yang akan ia usung.

gungrave gore 1
Presentasi dilakukan oleh sang dev. game – Iggymob dari Korea dan tentu saja kreator Gungrave itu sendiri – Yasuhiro Nightow

Walaupun tidak memperlihatkan bentuk gameplay sama sekali, Iggymob membicarakan bentuk game action seperti apa yang hendak ia usung. Dengan dua senjata di tangan, Gungrave G.O.R.E ingin menjadikan senjata milik sang karakter utama – Beyond the Grave, Cerberus juga bisa digunakan untuk jarak dekat dan jarak jauh. Semesta yang ditawarkan tetap dipertahankan dari seri originalnya, namun kini punya konsep semi open-world di dalamnya. Nightow menegaskan bahwa keterlibatannya pada proyek ini tidak hanya sekedar berkutat di sisi desain karakter saja, tetapi juga ingin mewujudkan ambisi sebuah game action dimana Beyond the Grave akan bisa menggunakan kemampuanya untuk menghancurkan ragam objek dan lingkungan yang ada.

Sementara dari sisi cerita, Gungrave G.O.R.E dipastikan akan hadir sebagai sekuel dan melanjutkan dua kisah yang sempat dicertakan oleh Gungrave original di anime dan Gungrave Overdose di anime.

Cerita yang berkutat pada sebuah obat berbahaya bernama SEED ini akhirnya akan berujung pada pertempuran Grave melawan para Raven Clan. Jika di seri Overdose, ada perang untuk memutuskan jalur distribusi yang ada, di G.O.R.E, pertarungan akan mengarah pada usaha untuk menghancurkan asal muasal SEED itu sendiri. Selain G.O.R.E, akan ada sebuah game terpisah dengan format virtual reality – Gungrave VR yang akan berfungsi sebagai seri prekuel. Yang menarik adalah setting lokasi permainan yang memang akan difokuskan di region Asia Tenggara. Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Singapura dipastikan akan jadi setting, namun belum ada informasi apakah Indonesia akan terlibat di dalamnya.

gungrave gore2
Tetap melanjutkan semesta Gungrave selama ini, G.O.R.E berencana jadi tampil sebagai game action yang memungkinkan Anda untuk menghancurkan banyak hal.

Berita baiknya? Iggymob sendiri berjanji bahwa seri G.O.R.E ini akan bisa dimainkan nantinya, tanpa perlu menuntut gamer untuk pernah menikmati seri anime original atau Overdose di masa lampau. Namun mereka sendiri merekomendasikan agar gamer, setidaknya mengerti semesta seperti apa yang ia tawarkan.

Bersama dengan presentasi TGS 2018 tersebut pula, Iggymob mengkonfirmasikan kerjasama dengan Digic Pictures – salah satu studio peracik film CGI terbaik di dunia yang terkenal lewat trailer-trailer sinematik game raksasa selama ini untuk membangun film opening dan ending Gungrave G.O.R.E nantinya. Iggymob sendiri masih belum angkat bicara soal tanggal rilis pasti, selain janji untuk melepas G.O.R.E untuk musim dingin tahun 2019 mendatang.

Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 23, 2021 - 0

Review Death Stranding – Director’s Cut: Paket Baru Definisi Tinggi!

Antara Anda benar-benar menyukainya atau benar-benar membenci apa yang ia…
September 22, 2021 - 0

Review Kena – Bridge of Spirits: Kena Sihir Fantasi Elok!

Menarik adalah kata yang tepat untuk menjelaskan pilihan game-game yang…
September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…