JagatPlay di TGS 2018: Menjajal DEMO Ace Combat 7 – Skies Unknown!

Reading time:
September 27, 2018
ace combat 7 skies unknown

Salah satu game yang paling kami antisipasi di TGS 2018, tidak ada lagi kalimat yang lebih tepat untuk menjelaskan posisi Ace Combat 7: Skies Unknown untuk kami. Sebagai gamer yang jatuh hati pada hampir semua seri di masa lampau, terutama yang menyandang nama Demons of Razgriz di dalamnya, Ace Combat memang punya posisi yang istimewa di hati kami. Bayangkan betapa kecewanya kami, terlepas dari fitur baru sinematik yang ia usung, dengan usaha untuk mengejar perang lebih realistis di Assault Horizon, banyak cita rasa seri klasik Ace Combat yang seharusnya hilang. Untungnya, Bandai Namco dan Project Aces kembali “sadar” dan memperkenalkan Ace Combat 7: Skies Unknown beberapa waktu yang lalu. Seri sama yang akhirnya kami jajal di ajang Tokyo Game Show 2018 kemarin.

Dengan mata yang langsung menargetkan Ace Combat 7: Skies Unknown yang memiliki 4 slot terpisah di sesi demo pre-TGS tersebut, dimana 2 menawarkan gameplay Ace Combat 7 konvensional dengan dua misi campaign yang berbeda, sementara dua sisanya ditargetkan untuk memungkinkan para media untuk menjajal salah satu mode VR-nya. Apresiasi ekstra memang muncul setelah sesi tanya jawab dengan Kono-san yang bisa Anda baca di sini. Sebagai gamer yang begitu mencintai seri yang satu ini dan kecewa dengan arah yang sempat muncul via Assault Horizon, sesi demo ini sepertinya menghasilkan satu kesimpulan yang kuat – bahwa untuk para penggemar seri lawas Ace Combat, tidak ada yang perlu Anda khawatirkan.

Ace combat 7 pre tgs 2018
Kami berkesempatan menjajal dua misi di sesi pre-TGS milik Bandai Namco.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh Ace Combat 7 – Skies Unknown ini? Mengapa kami jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya? Inilah impresi kami di ajang demo pre-TGS 2018 tersebut.

Cita Rasa Klasik

Demo Ace Combat 7: Skies Unknown yang ditawarkan Bandai Namco di event yang singkat ini terdiri atas dua misi yang berbeda dengan terrain yang berbeda. Misi yang pertama difokuskan pada usaha untuk menghancurkan beragam AA gun di darat yang terrainnya tampak seperti gurun. Sementara misi kedua menawarkan ekstra tantangan di arena yang tidak hanya tengah mengalami badai dan hujan besar saja, tetapi juga dipenuhi dengan bukit-bukit tinggi yang bisa menghancurkan pesawat Anda secara instan jika Anda tidak mawas. Kualitas visualisasi Ace Combat 7 – Ace Combat pertama untuk platform generasi terkini tampil memesona justru di arena kedua ini.

Untuk urusan visual, Ace Combat 7 memang terlihat memanjakan mata. Tidak hanya kualitas detail untuk pesawat saja, tetapi juga beragam efek yang mengitari perjalanan supersonik Anda mengitari area yang ada. Dari sinar matahari yang menembus lembut hingga sekedar titik air-titik air yang menempel di layar kaca Anda ketika Anda menerbangkannya melewati hujan lebat ini. Project Aces sendiri sempat mengklaim bagaimana menembus awan misalnya bisa mempengaruhi kecepatan dan efektivitas mesin Anda, walaupun kami sendiri tidak menjajalnya di demo singkat ini. Perhatian kami lebih ditujukan pada begitu banyak target yang sepertinya, memohon senapan mesin kaliber besar dan misil dari kami.

ace combat 7 unknown skies 600x338 1
Ace Combat 7 menawarkan sensasi klasik Ace Combat yang selama ini Anda kenal, namun dengan kualitas visualisasi yang lebih memesona, tentu saja.

Maka dari sistem permainan, tidak banyak hal berubah. Anda masih berkesempatan untuk memilih pesawat seperti apa yang ingin Anda bawa ke pertempuran di awal misi, sekaligus ragam misil yang masing-masing akan punya peran yang lebih efektif, dari pertarungan udara, udara ke darat, dan sejenisnya. Kemenangan, terutama untuk pertempuran di udara misalnya, akan diraih dari seberapa efektif Anda memainkan mesin jet Anda. Anda misalnya bisa memperlambatnya untuk melakukan manuver tajam untuk mencari posisi strategis atau berbelok menghindari misil musuh atau mempercepatnya ketika Anda berusaha memperpendek jarak yang Anda untuk memastikan serangan yang lebih efektif.

Maka seperti game-game Ace Combat di masa lampau pula, cerita juga akan disajikan dengan interaksi bersama dengan NPC yang disajikan dalam bentuk percakapan demi percakapan. Namun di sesi demo ini, kami tidak menemukan tombol ataupun kesempatan untuk memerintah karakter-karakter NPC companion Anda. Walaupun Anda bertempur bersama dengan setidaknya tiga pesawat lainnya, Ace Combat 7 sepertinya tidak memungkinkan Anda untuk memerintah apa yang bisa atau tidak bisa mereka lakukan, salah satu mekanik yang sebenarnya sudah tersedia di seri-seri Ace Combat sebelumnya. Namun mengingat ini adalah versi demo, fitur tersebut bisa jadi ada / tidak ada di versi final yang akan meluncur tahun 2019 mendatang.

ace combat 7
Sistem pergerakan yang sederhana, tetap membuatnya bersahabat bagi gamer casual yang mungkin tidak terlalu familiar dengan game seperti ini.

Salah satu efek visual yang membuatnya terlihat lebih fantastis mengakar pada hal-hal kecil yang Anda temukan saat bertempur. Selain user-interface yang akan membantu Anda mendapatkan informasi dengan cepat kira-kira target potensial seperti apa yang Anda bisa hancurkan selanjutnya atau sekedar jumlah misil yang Anda miliki, Anda juga disuguhkan dengan beragam efek-efek kecil yang kini terlihat lebih realistis. Dari jejak asap dari misil yang meluncur dari pesawat Anda, hingga ledakan kecil saat Anda menghancurkan AA gun dengan menggunakan senapan mesin Anda. Tekstur yang melekat pada permukaan dunia yang memang harusnya Anda hindari, juga jauh lebih baik.

Pada akhirnya, Ace Combat 7 tetaplah sebuah game pertempuran pesawat yang “bersahabat” untuk gamer casual sekalipun. Gameplay dan pergerakan selalu terkunci di layar tengah dengan kombinasi gerakan yang tidak akan memungkinkan Anda untuk melakukan barrel-roll misalnya. Dengan sistem seperti ini, Anda tidak akan mudah pusing dan merasa kehilangan arah. Pada akhirnya, selain sensasi pertempuran dog-fighting yang tetap seru, Ace Combat selalu berfokus pada sisi cerita. Sisi yang sayangnya, tidak akan bisa kami simpulkan hanya dari 15 menit permainan di masing-masing peta yang disediakan.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…