Rockstar Jawab Kontroversi Kerja 100 Jam / Minggu untuk RDR 2

Reading time:
October 16, 2018
red dead redemption 25 600x338 1

Jika Anda membaca berita terkait Red Dead Redemption 2 selama dua hari terakhir ini, Anda sepertinya tidak akan asing lagi soal seberapa besar kerja keras yang harus dilakukan Rockstar untuk membuat game open-world ambisius ini. Dengan lebih dari 500.000 dialog dan 300.000 animasi yang dipersiapkan, Rockstar juga menyuntikkan begitu banyak script dialog untuk membuat dunia ini hidup. Dalam artikel proses belakang layar tersebut, Rockstar juga menyebut bagaimana mereka terkadang harus bekerja tidak kurang dari 100 jam / minggu untuk merampungkannya. Informasi ini langsung memicu kritik di dunia maya karena dianggap tidak manusiawi. Karena jika dihitung dan dipecah dalam 7 hari, ini berarti karyawan Rockstar harus bekerja sekitar 14 jam / hari.

Kritik pedas yang sekali lagi memusatkan perhatian pada ragam kebijakan perusahaan industri game yang tidak memihak pekerja, apalagi untuk game yang jadwal rilisnya kian dekat, kembali mengemuka. Apa yang dilakukan Rockstar disebut tidak manusiawi dan tidak sehat untuk para pekerjanya. Berusaha melakukan klarifikasi terhadap masalah tersebut, Dan Houser – co-founder Rockstar Games yang sekaligus membawahi tim Red Dead Redemption 2 akhirnya angkat bicara. Ia mengeluarkan pernyataan resmi via Kotaku, yang kami terjemahkan di bawah ini:

red dead redemption 26
Rockstar langsung menjawab kritik jam kerja tak manusiawi untuk merampungkan RDR2.

Sepertinya ada kebingungan yang muncul terkait interview saya dengan Harold Goldberg (vulture.com). Hal yang ingin saya bicarakan di artikel tersebut sebenarnya terletak pada bagaimana aspek narasi dan dialog di dalam game di racik, yang notabene memang jadi fokus pembicaraan kami, bukan soal beragam proses berbeda di tim-tim yang lain. Setelah mengerjakan game ini selama 7 tahun, tim penulis senior, yang terdiri dari empat orang – Mike Unsworth, Rupert Humphries, Lazlow, dan saya sendiri, seperti biasanya, selalu punya tiga minggu dengan kerja intens untuk merampungkan segala sesuatunya. Tiga minggu, bukan tiga tahun. Kami sudah bekerja bersama selama setidaknya 12 tahun dan merasa bahwa ini dibutuhkan untuk menyelesaikan semuanya. Setelah bertahun-tahun menyusun dan bersiap untuk proyek ini, kami membutuhkan waktu ini untuk memeriksa dan mengakhiri semuanya.

Tapi yang lebih penting, kami tentu saja tidak menuntut bahwa orang lain akan bekerja seperti kami. Di Rockstar sendiri ini, kami punya beberapa karyawan senior yang bekerja super keras memang karena mereka punya rasa cinta mendalam terhadap proyek tertentu, kerja tertentu, dan kami percaya bahwa semangat tersebut akan terlihat di dalam game yang kami rilis. Tetapi ekstra kerja keras itu selalu sekedar opsi dan bukan keharusan. Kami tidak pernah meminta atau berharap bahwa orang lain akan bekerja seperti ini. Ada banyak pekerja senior lain yang punya gaya bekerja yang berbeda dan tetap sama produktifnya. Masalahnya, kami bukan mereka! Tidak ada satupun orang, senior ataupun junior, yang dipaksa untuk bekerja super keras. Kami percaya bahwa kami adalah bisnis yang peduli terhadap pekerjanya dan selalu berusaha membuatnya terasa seperti perusahaan yang nyaman.

Respon Dan Houser ini sendiri mendapatkan reaksi yang cukup beragam sejauh ini. Ada yang percaya apa yang ia katakan, namun tidak sedikit pula yang menyoroti bahwa walaupun tidak dikomunikasikan secara verbal, aksi kerja “100 jam / minggu” para pekerja senior ini akan menghasilkan sebuah implikasi bahwa pekerja junior juga harus bekerja sama kerasnya. Bagaimana menurut Anda sendiri terkait kontroversi yang satu ini?

Red Dead Redemption 2 rencananya akan dirilis pada tanggal 26 Oktober 2018 mendatang untuk Playstation 4 dan Xbox One.

Source: Kotaku

Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…