Streaming Pertama Apex Legends, EA Bayar “Ninja” 14 Miliar Rupiah

Reading time:
March 14, 2019
ninja 600x300 1

Terlepas apakah Anda termasuk gamer yang menikmati Fortnite: Battle Royale atau tidak, sepertinya mustahil jika Anda belum pernah mendengar nama Tyler Blevins sebelumnya, atau yang lebih dikenal sebagai “Ninja” di Twitch. Ia merupakan streamer terbesar di Twitch dengan jumlah followers yang menembus angka belasan juta user. Seperti yang bisa diprediksi, posisinya membuat pekerjaannya sebagai streamer lebih dari cukup untuk membiayai gaya hidupnya. Dengan popularitas yang begitu tinggi, tidak mengherankan jika banyak perusahaan game yang memosisikannya sebagai “influencer” untuk menarik perhatian terhadap produk mereka. Bayarannya? Tidak main-main.

Bagi gamer yang mengikuti karirnya, Ninja memang sempat membantu hype Apex Legends di hari rilisnya dengan proses streaming di tanggal 5 Februari 2019. Dengan link yang disebar via akun Twitter resmi dan penonton dalam jumlah besar, Ninja ternyata dibayar dengan jumlah yang tidak sedikit. Situs berita – Reuters menyebut bahwa untuk aksi promosi 1 hari dengan live-streaming ini, EA membayarnya sekitar USD 1 juta atau sekitar 14 miliar Rupiah! Ninja masih secara berkala memainkan Apex Legends dengan menegaskan bahwa streaming setelah hari rilis pertama tersebut tidak lagi dibayar oleh EA sama sekali.

EA juga kabarnya membayar uang yang besar untuk streamer raksasa yang lain – Shroud, namun tidak berbicara banyak soal berapa uang yang mereka gelontorkan. Angka sebesar USD 1 juta untuk proses 1 kali streaming tentu saja menjadi nilai yang tidak pernah kita perkirakan sebelumnya bisa didapatkan oleh pekerjaan yang “hanya” meminta Anda untuk sekedar berbincang sembari memainkan sebuah game.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang aktif mengikuti streaming milik Ninja selama ini?

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…