Review Cadence of Hyrule: Kombinasi Nagih dan Mengejutkan!

Reading time:
June 19, 2019

Daya Tarik Utama? Musik!

Cadence of Hyrule jagatplay 105
Cadence of Hyrule bukanlah game Zelda “biasa”

Sebelum kita berbicara jauh soal sisi gameplay Cadence of Hyrule yang notabene didasarkan pada Crypt of Necrodancer yang sudah dirilis beberapa tahun yang lalu, tidak mudah untuk mengesampingkan fakta bahwa ritmik menjadi bagian gameplay yang ia usung. Benar sekali, terlepas dari semua trailer yang terlihat menawarkan cita rasa Zelda klasik di masa lampau, Cadence of Hyrule memiliki mekanisme unik di dalamnya. Bahwa sesungguhnya akarnya adalah sebuah game ritmik yang meminta Anda untuk bergerak dan beraksi mengikuti alunan musik yang ada, sembari berusaha bertahan hidup. Tidak heran jika yang menjadi highlight dari game ini tentu saja terletak pada aspek tersebut.

Dari sisi visual, peningkatan dari apa yang ditawarkan oleh Crypt of Necrodancer, Cadence of Hyrule (kami sudah mulai lelah mengetik nama game super panjang seperti ini) tentu hadir dengan visual lebih baik. Walaupun tetap mengakarkan diri pada visualisasi berbasis piksel ala game lawas, namun detail karakter tetap dipresentasikan dengan baik. Anda bisa dengan jelas membedakan mana karakter yang Anda gunakan, Zelda, Link, atau Cadence sendiri di bagian akhir permainan.

Cadence of Hyrule jagatplay 125
Walaupun terlihat lebih imut, Cadence of Hyrule tetap menghadirkan visualisasi Hyrule yang “seharusnya”
Cadence of Hyrule jagatplay 45
Desain dan warna musuh juga cukup jelas untuk memberikan informasi bagi Anda “siapa mereka” sejak pertama kali melihatnya.

Setiap dari mereka juga didukung dengan segudang animasi khusus untuk beragam senjata dan equipment yang digunakan, meninggalkan cita rasa game modern dengan pilihan artistik yang tepat. Semuanya dikombinasikan dengan dunia yang dari sisi desain, juga mencitrakan Hyrule bersama dengan tempat-tempat ikonik yang familiar. Terlepas dari visualisasi yang sederhana, Anda juga tidak akan sulit membedakan musuh-musuh mana saja dari sisi desain lewat bentuk dan warna mereka, hingga Anda selalu punya kesempatan untuk mengantisipasi gerakan mereka.

Maka seperti yang kami bicarakan di atas, bagian paling menggoda dari Cadence of Hyrule adalah musik. Mengingat ia mengintegrasikan sisi ritmik di dalamnya dan membawa semesta Zelda, maka ia berakhir memuat hampir sebagian besar musik Zelda yang kini melewati proses remix agar terasa baru, berbeda, dan lebih cepat untuk mengakomodasi sistem permainan game ini. Meninggalkan kesan nostalgia yang kuat, terasa begitu familiar, tetapi juga menyegarkan di saat yang sama, Anda akan menikmati setiap bagian dari implementasi sistem musik di game ini. Tidak hanya musik saja, beberapa sound effect ikonik Zelda seperti saat membuka peti dan mendapatkan item super penting juga hadir di Cadence of Hyrule.

Cadence of Hyrule jagatplay 77
Tenang, cita rasa Zelda mengalir kental dari Cadence of Hyrule.

Maka dari sisi presentasi, sepertinya aman untuk menyatakan bahwa Cadence of Hyrule hadir dengan aura Legend of Zelda yang seharusnya, baik dari sisi visual, desain dunia, suara efek, hingga sekedar ragam desain musuh yang Anda temui di sepanjang permainan. “Jejak-jejak” dari Crypt of the Necrodancer memang masih terlihat dari beberapa item yang hadir. Namun secara keseluruhan, Cadence of Hyrule adalah game yang “sangat Zelda” di atas permukaan.

Zelda yang Berbeda

Cadence of Hyrule jagatplay 140
Tentu saja, ini bukan Legend of Zelda yang selama ini Anda kenal.

Dengan pengaruh Crypt of the Necrodancer sebagai basis gameplay, maka Cadence of Hyrule menawarkan pengalaman Legend of Zelda yang familiar tetapi juga otentik di saat yang sama. Bahwa terlepas dari beragam elemen yang dikenal oleh para fans lawasnya, yang ditawarkan di sisi gameplay adalah perpaduan mengejutkan yang Anda dan kami tidak akan pernah tahu, akan berhasil tampil memukau jika dikombinasikan. Dimana gerakan Anda tidak lagi sekedar mengalir bebas, tetapi ditentukan musik yang mengalun.

Cadence of Hyrule tidak lagi sekedar menyertakan Link sebagai karakter utama. Di awal permainan, Anda juga bisa bermain sebagai Zelda. Siapapun karakter yang Anda pilih, desain misi akan tetap memungkinkan keduanya menyelesaikan puzzle dan menundukkan setiap tantangan yang ada. Mereka memang punya set berbeda. Link datang dengan sebuah Shield yang membuatnya bisa menahan serangan dari depan dan serangan berputar, sementara Zelda punya magis pelindung yang membuatnya bisa memantulkan serangan proyektil dan juga Fire Rod bersamanya. Bergantung pada karakter yang Anda pilih, Anda juga akan mendapatkan starting point cerita yang berbeda. Namun pada akhirnya, progress tetap akan meminta Anda untuk merekrut keduanya dengan opsi untuk berganti karakter kapanpun Anda inginkan. Namun tenang saja, apapun item dan equipment yang Anda dapatkan di sepanjang perjalanan, baik Link ataupun Zelda akan bisa menggunakannya.

Cadence of Hyrule jagatplay 8
Bergantung pada karakter yang Anda pilih, baik Zelda atau Link akan punya starter item dan lokasi awal berbeda.
Cadence of Hyrule jagatplay 56
Percaya atau tidak, ini adalah sebuah game ritmik!

Lantas, apa yang membuat sistem permainan Cadence of Hyrule berbeda dengan game Zelda pada umumnya? Seperti yang kami bicarakan sebelumnya, musik dan ritmik. Di Cadence of Hyrule, baik Zelda ataupun Link tidak akan bisa bergerak dan belari sebebas game adventure pada umumnya. Setiap level yang mereka singgahi, dengan sistem desain acak untuk beberapa dungeon yang ada, ada kotak-kotak ala game strategi yang mengisinya. Benar sekali, pergerakan Cadence of Hyrule akan diimplementasikan per kotak-kotak kecil ini. Area seperti air yang dangkal misalnya, butuh dua kali gerakan untuk bisa melewati satu kotak. Sistem vertikalitas juga diusung, dimana Zelda ataupun Link tidak akan bisa mengakses tempat lebih tinggi tanpa batu pijakan misalnya.

Di sinilah sistem ritmik bermain. Mengikuti alunan musik ikonik Zelda versi remix yang mengalun di latar belakang, Anda harus bergerak mengikuti ketukan yang ada. Tenang saja, jika Anda buta nada sekalipun, masih ada bar di bagian bawah layar untuk memberikan Anda bantuan visual kapan untuk “mengetuk” alias melakukan aksi di dalam game. Semakin akurat gerakan Anda mengikuti ketukan musik yang ada, ada keuntungan strategis yang Anda dapatkan, seperti sistem multiplier yang  akan membuat damage Anda lebih besar. Sementara jika Anda melewatkannya, selain multiplier yang kembali tereset kembali ke awal, Anda juga akan mengalami status “Missed Beat” yang berperan layaknya Mini Stun. Anda akan terdiam sepersekian detik, yang membuat Anda rentan diserang.

Cadence of Hyrule jagatplay 52
Pergerakan dilakukan per petak dengan direkomendasikan, mengikuti ketukan lagu. Anda yang buta nada tetap bisa menjadikan indikator di bagian bawah layar untuk mendapatkan ketukan sempurna.
Cadence of Hyrule jagatplay 62
Musuh yang Anda hadapi juga berbagi mekanisme ritmik yang sama.

Bukan Anda saja yang bergerak dalam ketukan, namun keseluruhan dunia Cadence of Hyrule bergerak dalam sistem yang sama, termasuk musuh yang Anda hadapi. Bergerak dalam ketukan yang berbeda dan plot yang unik, dimana Anda akan bertemu dengan musuh yang bergerak di pola yang konsisten, yang agresif terus mengejar Anda, hingga yang baru aktif jika Anda berada dalam jarak dua petak misalnya. Mengetahui gerak musuh seperti apa yang Anda hadapi, termasuk mini boss yang akan sering Anda temui di perjalanan, akan menjadi strategi terbaik menundukkan mereka. Ada musuh yang akan lebih aman jika Anda menunggu di satu petak yang sama dan membiarkan mereka datang, namun tidak sedikit pula yang akan lebih efektif untuk ditangani agresif, membiarkan pedang Anda menghujam mereka secepat mungkin. Ingat, tidak ada tombol aksi spesifik di Cadence of Hyrule. Zelda ataupun Link akan otomatis melakukan aksi yang dibutuhkan saat Anda menggerakkan ke objek tertentu. Jika musuh, ia akan menyerang. Jika item, ia akan membukanya.

Hyrule sendiri terbagi ke dalam petak persegi dalam jumlah puluhan yang masing-masing tentu saja memuat komposisi musuh dan tantangannya sendiri. Intinya tentu saja mencari lokasi ke-4 boss yang disembunyikan oleh Octavo dan mengalahkan mereka. Namun tentu saja, ada banyak motivasi lain untuk “membersihkan” setiap area dengan lebih baik. Ada kesempatan untuk mendapatkan equipment yang akan membuat perjalanan Anda lebih mudah, dari bumerang, panah dan busur, hingga sebuah Lute yang akan memungkinkan Anda untuk melakukan teleport secara instan ke beragam lokasi yang ada. Sistem checkpoint untuk kematian juga tersedia dengan mengaktifkan batu Sheikah yang tersebar, yang seperti bisa Anda prediksi, juga menjadi titik teleportasi yang bisa Anda akses dengan Lute yang kami bicarakan sebelumnya.

Cadence of Hyrule jagatplay 83
Hyrule yang Anda jelajahi juga dibagi ke dalam area-area kotak yang jika masing-masingnya memuat tantangan musuh dan puzzle serta rewardnya sendiri.
Cadence of Hyrule jagatplay 102
Obor membantu Anda melihat lebih jelas di gua atau dungeon misalnya.

Namun tetap saja, Cadence of Hyrule bukanlah “murni” sebuah game Legend of Zelda. Selain sistem pertarungan ritmik, sistem eksporasinya tetap mengikuti sistem Crypt of Necrodancer. Di luar beragam equipment yang bisa Anda gunakan permanen, Zelda / Link juga akan dibekali dengan item yang bisa digunakan di dalam proses eksplorasi dan pada akhirnya, bisa habis / hancur. Ada dua item penting – obor untuk pencahayaan demi membuka area pandang lebih luas saat masuk ke gua atau dungeon dan Shovel yang memungkinkan Anda menghancurkan dinding spesifik yang mungkin berujung pada item-item lebih penting. Selama perjalanan, Anda juga bisa menemukan dua item lain – Ring dan Boots yang sifatnya selain memperkuat Link / Zelda dari sisi atribut, tetapi juga menawarkan buff-buff menawan. Salah satu boots misalnya bahkan memungkinkan Anda untuk melayang di udara dan bergerak di udara sepanjang 1-2 petak.

Tentu saja bersama dengan equipment dan item ini, hadirlah pula resource lain yang bisa Anda kumpulkan. Apalah arti sebuah seri Zelda tanpa kesempatan untuk mengumpulkan Rupee yang di Cadence of Hyrule, bisa Anda belanjakan untuk membeli item di merchant, membeli material upgrade, hingga mengisi botol kosong Anda dengan health atau stamina potion. Resource lain adalah Diamond – yang lebih langka, karena ia hanya tersedia terbatas sebagai reward ketika Anda membersihkan area atau membuka peti spesifik. Diamond menjadi “kunci keamanan” Anda saat Anda tewas.

Mengapa? Meminjam konsep yang serupa dengan Souls, semua item (consumables) dan Rupee Anda akan lenyap setiap kali Anda tewas. Yang bertahan hanyalah equipment  yang sudah Anda dapatkan dari proses eksplorasi dan Diamond ini. Untuk setiap kali proses respawn, Anda akan diberi kesempatan untuk membeli item pendukung di awal, hingga Anda tidak perlu kesulitan mengulang segala sesuatu dari awal dengan Diamond sebagai mata uang. Anda bisa membeli ekstra bomb, senjata, Shovel, hingga obor misalnya. Walaupun harus diakui, Cadence of Hyrule cukup “bersahabat” soal item-item ini. Jika Anda tewas di gua misalnya, kehilangan obor dan tidak lagi punya Diamond untuk berbelanja misalnya, Anda mungkin hanya harus bertarung melawan 2-3 musuh sebelum salah satu dari mereka menjatuhkan obor untuk otomatis Anda gunakan. Kondisi yang sama juga akan Anda temukan saat Anda kekurangan Shovel.

Cadence of Hyrule jagatplay 76
Aksi eksplorasi akan menghadiahi Anda beragam equipment dengan fungsi berbeda.
Cadence of Hyrule jagatplay 13
Mati? Ucapkan selamat tinggal pada Rupee dan item eksplorasi Anda.

Sayangnya, Cadence of Hyrule tidak bisa dibilang game yang sulit dan berimbang. Mengapa? Pertama, karena musuh tidak memberikan ancaman yang seberapa signifikan lewat ritme gerak dan serangan mereka sendiri. Di banyak kesempatan, Anda bisa menghunuskan senjata Anda berkali-kali dengan ritme cepat untuk membunuh mereka sebelum mereka sempat melakukan apapun. Satu-satunya musuh yang menantang hanyalah mereka yang punya variasi perisai di depan tubuh mereka, hingga Anda harus sedikit bermanuver. Kedua? Bahwa tingkat kesulitan akan langsung menurun signifikan begitu Anda mendapatkan senjata yang tepat. Senjata paling imbalance di Cadence of Hyrule adalah Spear yang memungkinkan Anda menyerang dalam jarak dua petak dengan cepat. Anda bahkan bisa menghabisi musuh yang ada sebelum mereka menyadari Anda bergerak ke arah mereka. Pelan tapi pasti, seiring dengan lebih banyak equipment yang didapatkan, game yang sudah mudah ini kian mudah.

Apa yang ditawarkan oleh Cadence of Hyrule ini memang bisa dibilang istimewa. Di tengah adaptasi gameplay Crypt of the Necrodancer yang menjadi kunci pengalaman uniknya, Nintendo dan Brace Yourself Games tetap bisa menawarkan pengalaman Legend of Zelda yang sebaiknya dan seharusnya.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…