THQ Nordic Kini Bawahi 26 Developer, 96 Game Tengah Dikerjakan

Reading time:
February 20, 2020
thq nordic logo

Nama THQ Nordic saat ini sepertinya mulai tumbuh menjadi “lelucon”. Bukan karena sesuatu yang buruk, melainkan karena citra mereka sebagai salah satu kekuatan modal dengan aksi belanja developer yang paling agresif selama setidaknya dua tahun terakhir ini. Cukup untuk membuat mereka mengganti nama sang induk perusahaan menjadi Embracer Group hanya untuk membantu gamer membedakan mana THQ Nordic yang berperan sebagai publisher dan mana “THQ Nordic” yang berperan sebagai investor. Percaya atau tidak, lewat ragam aksi belanja ini, THQ Nordic kini membawa begitu banyak developer.

Bersama dengan aksi belanja Saber Interactive yang baru mereka lakukan dengan beberapa studio yang mereka bangun sendiri, perusahaan induk THQ Nordic – Embracer Group kini sudah membawahi sekitar 26 studio developer. Di bulan Desember 2019 yang lalu, Embracer Group kini memiliki sekitar 2.258 tenaga kerja internal dan eksternal, tumbuh sekitar 52% dari tahun sebelumnya.

thq nordic
Induk perusahaan THQ Nordic – Embracer Group kini bawahi 26 developer dengan 96 buah game tengah dikerjakan.

Lebih gilanya lagi? Kombinasi ke-28 tim developer ini melahirkan tidak kurang dari 96 buah game yang saat ini berada dalam proses pengembangan, dengan 52 di antaranya belum diumumkan secara resmi ke publik. CEO – Lars Wingefors menyebut bahwa misi jangka pendek mereka saat ini adalah melepas setidaknya 2 buah game AAA sebelum tahun fiskal selanjutnya.

Dengan semua aksi belanja ini, Embracer Group tetap berhasil mencatatkan keuntungan yang besar. Pendapatannya naik 51% dari tahun sebelumnya. Bagaimana dengan Anda? Game apa yang paling Anda antisipasi dari barisan game-game yang kini berdiri di bawah bendera THQ Nordic?

Source: GamesIndustry.biz

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…