Review VALORANT: Kolaborasi Konsep Matang!

Reading time:
June 4, 2020
Valorant Jagatplay 1

Riot Games adalah sebuah contoh kasus yang cukup unik di industri game. Ketika sebagian besar developer membangun popularitas dan nama lewat kualitas beragam produk yang mereka racik dalam kurun tahunan, Riot Games tumbuh menjadi raksasa karena kesuksesan hanya satu nama saja – League of Legends. Game MOBA yang sudah hidup dan bertahan selama bertahun-tahun ini menjadi pondasi penyokong Riot Games dan menjadi nama yang terikat dengannya. Riot Games hidup untuk League of Legends dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak gamer yang penasaran ketika lewat produk terbaru mereka, Riot Games hendak keluar dari “semesta” yang membesarkan namanya tersebut.

Bermula sebagai game yang dinamai “Project A” dan kemudian tumbuh menjadi game VALORANT yang baru saja tersedia di pasaran sebagai game free to play ini, Riot Games hendak menjajal kemampuan mereka untuk meracik game kompetitif lain selain League of Legends. Kita bertemu dengan genre baru, pasar gamer yang baru, tantangan baru, dan tentu saja, ambisi yang baru.

Apalagi, VALORANT juga terasa berusaha melebur elemen-elemen terbaik dari dua tren game FPS kompetitif – mereka yang hadir dalam konsep hero shooter ala Overwatch dan yang lebih mengutamakan mekanik seperti Counter-Strike: Global Offensive. Kesemuanya dilebur dalam kualitas visualisasi sederhana dan spesifikasi PC tak terlalu berat yang membuat PC tua sekalipun, tidak sulit untuk menanganinya.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh VALORANT? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang mengusung sistem kolaborasi konsep yang matang? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Apa itu VALORANT?

Valorant Jagatplay 39
Valorant adalah game kompetitif 5vs5.

Anda yang seringkali menikmati game-game shooter kompetitif sepertinya tidak akan lagi asing dengan konsep yang ditawarkan oleh VALORANT. Dunianya dibangun dari sebuah kisah eksistensi manusia-manusia bumi istimewa yang tiba-tiba mendapatkan kekuatan khusus setelah sebuah event misterius bernama “First Light” mengemuka. Tidak ada yang tahu apa sebenarnya “First Light” ini, namun tidak sekedar memberikan kekuatan pada beberapa manusia, ia juga mendorong transformasi drastis pada kehidupan, teknologi, dan cara pemerintahan bekerja. Para manusia istimewa yang disebut sebagai “Radiants” ini dan mereka yang sekadar dipersenjatai dengan teknologi Radiant pun dikumpulkan oleh satu organisasi misterius bernama Valorant Protocol.

Sisanya? Seperti game yang difokuskan pada pengalaman multiplayer pada umumnya, kisah yang diusung VALORANT akan tumbuh dan berkembang seiring dengan lebih banyak event dan karakter yang diperkenalkan di masa depan. Satu yang pasti, kisah ini kemudian ditranslasikan dalam sebuah game multiplayer kompetitif yang memuat dua tim yang saling bertarung satu sama lain, dalam format 5 VS 5. Pada saat review ini ditulis, pertarungan terjadi di beragam belahan dunia dengan lokasi menawan dengan misi yang sama – dimana satu pihak berusaha memicu sebuah alat peledak masif bernama Spike, sementara tim yang lain berusaha untuk mencegahnya. Inilah konsep utama Valorant.

Valorant Jagatplay 24
Bomb Defuse, atau yang di game ini disebut Spike, adalah satu-satunya mode yang tersedia di rilis awal Valorant.
Valorant Jagatplay 16
Secara sederhana, Valorant bisa disebut sebagai perpaduan antara CS: GO dan Overwatch.

Sementara dari sisi mekanik gameplay, menyederhanakannya sebagai sebuah game shooter yang melebur konsep Overwatch dan Counter Strike: Global Offensive di dalam satu ruang yang sama, sepertinya adalah kalimat penjelasan yang terbaik. Di antara kedua game ini, konsep permainan CS: GO memang terasa lebih dominan dibandingkan Overwatch yang hanya bergerak di konsep hero dan skill. Ini berarti, pengalaman bermain yang ia tawarkan lebih mendekati sebuah shooter taktikal dengan mekanik yang menonjol alih-alih sebuah game shooter hero yang biasanya terbagi ke dalam beragam kelas untuk saling menunjang satu sama lain dengan gameplay shooter arcade yang kental. Di VALORANT, kebutuhan untuk mengatur spray tembakan, mengejar headshot sebaik yang Anda bisa, mengatur suara derap kaki untuk menihilkan informasi lokasi ke musuh, hingga berstrategi menjadi sesuatu yang esensial. Ia adalah CS: GO, namun dengan sistem hero dan bukan sebaliknya.

VALORANT juga didistribusikan secara cuma-cuma dalam format free to play, dimana Anda akan bisa mengakses semua konten gameplay yang seharusnya ada. Monetisasi dilakukan dengan bijak, dengan melalui opsi belanja item-item kosmetik yang sejauh ini berkutat pada skin senjata, charm, spray, hingga kartu nama yang bisa Anda pamerkan. Sistem buka karakter ekstra juga bisa dilakukan dengan memainkan game dan mencapai level user tertentu dan sejauh ini, tidak menuntut Anda untuk mengeluarkan uang sama sekali di dunia nyata.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…