Metacritic Ganti Sistem User Review untuk Cegah Review Bomb

Reading time:
July 20, 2020
metacritic1

Menjadikan halaman review sebagai tempat untuk mengungkapkan rasa tidak suka dan ketidaksetujuan pada elemen tertentu yang ditawarkan oleh video game, memang menjadi salah satu “tren” yang populer selama beberapa tahun terakhir ini. Pemicu-nya bisa beragam, dari arah game yang tidak disukai gamer hingga beragam kebijakan yang diambil sang developer ataupun publisher. Dari situasi seperti ini, lahirlah konsep bernama “Review Bomb” yang ditujukan untuk membuat user review score berujung serendah mungkin. Seringkali menjadikan Metacritic sebagai ruang untuk melakukannya, situs in akhirnya berbenah.

Situs akumulasi skor Review – Metacritic mengumumkan perubahan kebijakan untuk halaman user review mereka. Untuk mencegah lebih banyak kasus review bomb, yang baru saja terjadi dengan The Last of Us Part II, Metacritic kini tidak lagi memungkinkan user review ditulis di hari pertama rilis. User Metacritic kini baru akan bisa meninggalkan review setidaknya 36 jam setelah game tersebut dirilis ke pasaran, dengan alasan, untuk memastikan gamer memiliki waktu untuk memainkan game yang mereka review tersebut. Keputusan ini disebut Metacritic, diambil berdasarkan data penelitian yang mereka miliki, sekaligus masukan dari para kritik dan pelaku industri game.

metacritic
Metacritic kini menyuntikkan sistem jeda 36 jam untuk user review di setiap produk terbaru.

Kasus Review Bomb juga sempat membuat platform digital milik Valve – Steam untuk mengambil langkah preventif yang sama, dimana Anda kini bisa melihat frekuensi dan jumlah review positif-negatif yang masuk di satu periode waktu. Review yang dianggap “off-topic” kemudian dianulir dari jumlah total review score yang ada. Kasus Review Bomb pada Borderlands 3 setelah dipastikan eksklusif untuk Epic Games Store beberapa waktu lalu menjadi pemicu untuknya.

Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah jeda waktu 36 jam setelah game rilis ini akan membuat halaman Metacritic lebih aman dari kasus “review bomb” di masa depan?

Source: Gamespot

Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…