S.T.A.L.K.E.R 2 Sebut Visual Trailer Terbaru Sebagai Target Render

Reading time:
July 27, 2020
stalker 2

Performa visual seperti apa yang bisa dicapai oleh game-game generasi selanjutnya? Bergantung pada engine yang digunakan oleh masing-masing developer, kita sepertinya sudah memiliki sedikit gambaran di beberapa judul yang tentu saja, belum tersedia di pasaran. Di ajang showcase game first party Xbox Series X milik Microsoft beberapa hari yang lalu, ada satu misteri yang cukup memancing rasa penasaran banyak gamer. Menjadi trailer terpopuler dari pengumuman tersebut, trailer perdana S.T.A.L.K.E.R 2 memang meninggalkan banyak pertanyaan. Apakah trailer berdurasi 1 menit 40 detik tersebut adalah trailer in-game ataukah sinematik CGI?

Karena harus diakui, trailer ini terlihat cukup unik. Ia tidak seindah dan semulus trailer sinematik berbasis CGI seperti game-game yang lain, namun di sisi lain, ia di-edit sedemikian rupa hingga status-nya sebagai sebuah engine in-game terasa rancu. Dalam tweet resminya, S.T.A.L.K.E.R 2 akhirnya mengklarifikasi hal ini. Sang developer – GSC Game World menyebut bahwa visualisasi yang mereka pamerkan di trailer tersebut adalah target render. Ini berarti, mereka ingin visualisasi in-game versi final S.T.A.L.K.E.R 2 nanti akan menyerupai trailer tersebut, termasuk atmosfer yang ia usung. Belum jelas seberapa “rasional” target ini jika dibandingkan dengan proses pengembangan sejauh ini.

Di dalam tweet yang sama, GSC Game World juga menjelaskan beberapa hal lain terkait S.T.A.L.K.E.R 2 dari cita rasa gameplay yang akan lebih kental RPG, cerita bercaang bergantung pilihan gamer, hingga rilis Xbox One X yang akan bersifat hanya eksklusif sementara saja. Bagaimana dengan Anda? Berapa banyak dari Anda yang cukup optimis bahwa di produk final nanti, S.T.A.L.K.E.R 2 akan terlihat sama cantiknya dengan trailer di bawah ini?

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…