Review Microsoft Flight Simulator: Jelajah Dunia, Genggam Angkasa!

Reading time:
September 7, 2020

Sebuah seri yang sempat diperkirakan akan tenggelam bersama masa, namun secara mengejutkan, menemukan jalannya kembali ke industri game. Ditangani oleh studio Asobo, didukung penuh oleh Microsoft, game simulasi terbang yang di masa lalu memiliki pasar begitu niche ini tumbuh menjadi salah satu proyek yang begitu diantisipasi bahkan di mata mereka yang tidak familiar sekalipun. Kuncinya terletak pada beberapa eksekusi yang memancing rasa penasaran, dari kualitas visualisasi super memesona, penggunaan data satelit untuk membangun keseluruhan bumi sebagai “tempat bermain”, dan pendekatan yang lebih bersahabat untuk mereka yang sekadar tertarik datang untuk mencicipinya. Microsoft Flight Simulator terasa seperti sebuah pencapaian yang belum pernah ditawarkan oleh video game manapun.

Anda yang sudah sempat membaca artikel preview kami sebelumnya sepertinya sudah mendapatkan gambaran cukup jelas soal apa yang hendak ditawarkan oleh game ini. Dari sisi pasar yang ia tuju, sepertinya ia datang untuk tiga jenis gamer: mereka yang memang menikmati game simulasi terbang yang seharusnya hingga pada tahap mempersiapkan beragam peripheral untuk mencapai hal tersebut, mereka yang sekadar penasaran dan menjadikannya sebagai seri simulasi perdana yang menarik perhatian, dan mereka yang tiba untuk menikmati teknologi serta visualisasi yang ia usung. Terlepas dari motivasi apapun yang menjadi pondasinya, Microsoft Flight Simulator akan cukup untuk membuat setiap dari mereka terpuaskan.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Microsoft Flight Simulator ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang memungkinkan Anda untuk menjelajahi dunia dan menggenggam angkasa? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Kompleks Sekaligus Bersahabat

Berusaha mewakili sensasi terbang yang seharusnya adalah daya tarik utama Microsoft Flight Simulator.

Di industri game saat ini, kata “Simulator” memang tumbuh menjadi kata yang bisa mewakili dua buah jenis genre. Pertama, mereka yang benar-benar hendak menawarkan sensasi simulasi – dimana pengalaman bermain Anda sedapat mungkin mengikuti sensasi yang serupa di dunia nyata, baik ketika membangun, menyetir, atau menerbangkan sesuatu. Kedua dan yang cukup absurd? Ia tumbuh menjadi parodi dari simulasi itu sendiri, seperti yang hendak ditawarkan oleh Goat Simulator atau Surgeon Simulator. Untuk yang kedua ini, “dunia nyata” bukanlah target, tetapi menjadi pondasi lelucon yang hendak dibangun. Microsoft Flight Simulator dari Asobo dan Microsoft ini tentu saja hendak memenuhi kriteria pertama.

Maka seperti selayaknya game simulator yang seharusnya, Microsoft Flight Simulator adalah sebuah game yang super kompleks. Ini berarti Anda yang ingin menikmati sisi simulasi yang seharusnya, kini mau tidak mau, harus mengerti dan menguasai fungsi setiap instrumen pesawat yang tersedia di cockpit dan memahami apa yang direpresentasikan oleh setiap nilai yang ia pamerkan. Setiap instrumen ini butuh Anda kendalikan dan atur secara manual. Ini berarti aksi untuk sekadar membuat pesawat lepas landas saja, tidak menghitung soal pergerakan nantinya ke tujuan akhir, butuh penguasaan dan pengetahuan yang tidak sedikit. Jika Anda keliru sedikit saja, maka bukan berarti pesawat Anda yang harusnya melayang di angkasa berakhir mendarat lebih cepat, dengan ekstra ledakan dan kematian.

Di sini, setiap instrumen yang Anda temukan di cockpit bukan sekadar pajangan.
Ada mode tutorial untuk para pemula yang benar-benar hendak belajar “terbang”

Microsoft Flight Simulator tentu saja menawarkan mode tutorial untuk memastikan Anda yang tertarik untuk mencicipi sisi simulasi ini dengan optimal, bisa melakukannya. Sebuah mode tutorial dipersiapkan dengan pesawat Cessna sebagai basis. Lewatnya, Microsoft Flight Simulator akan mengajarkan Anda beragam basis untuk mengendalikan sang pesawat, baik dari sekadar navigasi menu yang ditawarkan, elemen apa saja yang diperlukan untuk membuatnya lepas landas, dan tentu saja mengatur pergerakan di angkasa nanti.

Melihat kompleksitas yang ia tawarkan, sejujurnya kami yang tidak terlalu familiar dengan produk ini di masa lalu, harus angkat tangan. Kita berbicara soal keribetan yang bahkan membuat game ini mustahil untuk dimainkan dan dikendalikan dengan baik jika Anda tidak memiliki keyboard dengan jumlah key yang seharusnya misalnya. Bayangkan betapa paniknya kami melihat bahwa beberapa kontrol membutuhkan kombinasi tekan tombol CTRL dan NumPad dan menemukan laptop gaming yang kami gunakan ternyata tidak memiliki NumPad. Jadi jelas, Anda bahkan butuh mempersiapkan peripheral yang sesuai di awal.

Keyboard Anda ternyata TKL yang tidak punya Numpad? Selamat bersibuk ria melakukan key-binding baru.
Tidak tertarik dengan simulasinya dan hanya ingin menikmati visualisasinya saja? Serahkan pada AI!

Berita baiknya? Jika Anda seperti halnya kami, lebih menyenangi sisi teknologi dan visualisasinya daripada pengalaman simulasinya, Microsoft Flight Simulator juga menyediakan opsi untuk tetap menikmatinya. Melewati sistem “AI Control” yang tersedia, Anda bisa menyerahkan keseluruhan tugas super kompleks itu kepada AI. Mereka akan mengatur metode terbaik untuk lepas landas, terbang ke tujuan, dan memastikannya berada dalam kondisi yang aman. Kerennya lagi? AI ini juga tidak akan bisa melakukan hal-hal mustahil yang tidak bisa dilakukan manusia. Sebagai contoh? Anda tidak mungkin menerbangkan pesawat besar di landasan pacu Bugalaga, Papua. AI tetap akan menolak menerbangkan pesawat besar di landasan ini, yang membuat mereka bahkan tidak akan repot untuk memacu kecepatan perdana. Jika Anda menggunakan pesawat salah di landasan pacu yang salah, kecelakaan juga tidak terhindarkan.

Maka dengan semua kombinasi ini, Microsoft Flight Simulator datang dengan pendekatan daya tarik yang siap untuk memenuhi kebutuhan semua jenis gamer, baik yang datang untuk menikmati sisi simulasinya, belajar soal sisi simulasinya, atau datang mengabaikan sisi simulasi yang ada dan datang untuk menikmati teknologi seperti apa yang ia tawarkan. Karena untuk urusan terakhir ini, Microsoft Flight Simulator harus diakui, datang dengan sesuatu yang fantastis.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…
September 28, 2020 - 0

Review HADES: Super Duper Nagih!

Supergiant Games? Berapa banyak dari Anda yang pernah mendengar nama…

PlayStation

November 20, 2020 - 0

Review Genshin Impact: Inovasi dan Adiksi Uji Hoki!

Berapa banyak dari Anda yang saat ini tengah sibuk memainkan…
November 17, 2020 - 0

Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Menyebutnya sebagai salah satu franchise dengan plot paling kompleks memang…
November 13, 2020 - 0

Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses…
November 10, 2020 - 0

Preview Assassin’s Creed Valhalla: Dalam Lindungan Odin!

“Ini bukan lagi seri Assassin’s Creed”, pergeseran genre dengan cita…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…