10 Alasan Mengapa The Legend of Dragoon Butuh Remake!

Reading time:
October 13, 2020
  1. Kini dengan Bluepoint Games

Di masa lalu, kata remake dan remaster memang lebih seringkali mengundang cemooh daripada decak kagum. Namun untuk beberapa tahun terakhir, dengan lahirnya developer-developer yang jelas mengerti apa yang harus mereka lakukan untuk proyek seperti ini, maka pelan tapi pasti, apreasiasi dan antisipasi pun tumbuh. Di Activision, kita bertemu dengan Vicarious Visions yang sejauh ini menjalankan tugas mereka dengan baik. Di Sony? Walaupun belum resmi masuk dalam hitungan studio first party, muncul nama Bluepoint Games yang berhasil melahirkan kembali Shadow of the Colossus dalam kualitas luar biasa dan kini – Demon’s Souls Remake yang akan menemani rilis Playstation 5. Kemampuan mereka untuk mengerti apa yang membuat sang seri original menarik, mengubah dan memperkaya sisi presentasi yang ada, dan berujung menghasilkan produk yang membuat fans lama dan baru jatuh cinta? Di atas nama Bluepoint Games, kita berharap!

  1. Suara Aktif Fans

Mengitari sosial media setiap kali post terkait game Remake mengemuka, apalagi ketika Sony melakukan polling untuk sekadar bersenang-senang, maka mustahil Anda  belum pernah mendengar atau membaca nama The Legend of Dragoon sebelumnya. Suara yang meminta aksi remake ini sudah santer terdengar selama beberapa tahun terakhir ini, dengan gaung yang nyaris tercipta di hampir semua kesempatan. Mengingat bahwa proses serupa ini juga yang membuat Sony tertarik untuk membangkitkan Crash Bandicoot bersama Activision, dan kemudian Medievil dan Demon’s Souls Remake, bukan tidak mungkin gaung ini kemudian diterjemahkan sebagai “ketertarikan-pasar-yang-punya-potensi-menguntungkan” di mata para eksekutif Playstation.

  1. Cerita Fantasi yang Masih Relevan

Mulai dari misi menyelamatkan kucing dan berakhir dengan usaha untuk membunuh Tuhan di akhir, “scaling” soal cerita kepahlawanan karakter-karakter protagonis di game JRPG memang sempat jadi lelucon. Ia memang bukannya tidak beralasan mengingat sebagian besar game JRPG di luar sana, terutama yang lahir sebagai produk lawas, memang hadir dengan pendekatan cerita seperti ini. The Legend of Dragoon juga terikat pada konsep yang nyaris sama, namun menawarkan lore dunia yang begitu menarik untuk diikuti. Kita bicara soal ras-ras pejuang masa lampau yang bertahan hidup di era dunia yang bahkan tidak lagi banyak mengingat soal mereka. Kerennya lagi? Kekuatan sebagai Dragoon juga tidak terkunci dan bisa diwariskan ke orang lain. Dengan semua kombinasi ini, apalagi dengan dinamika antar karakter, ia dibangun di atas cerita fantasi penuh tragedi. Tragedi adalah resep cerita sukses di era masa kini, sebuah fakta yang tidak tergoyahkan.

  1. Final Fantasy VII Remake Jadi Bukti

Rasa optimisme untuk kualitas sebuah game The Legend of Dragoon Remake melonjak begitu tinggi setelah melihat eksekusi fantastis yang berhasil dilakukan Square Enix dengan Final Fantasy VII Remake. Square Enix membuktikan bahwa untuk sebuah game legendaris yang sudah melekat di hati banyak gamer, yang punya status ikonik sekalipun, bisa tampil dengan kualitas yang bahkan lebih tinggi jika ditangani dengan baik. Seperti banyak game JRPG lawas, The Legend of Dragoon juga dibagi ke dalam banyak keping disc dengan cerita yang panjang. Kini, opsi untuk membaginya ke dalam beberapa bagian, dengan fokus lebih banyak pada karakter dan interaksi mereka serta membuat beberapa scene lawas semakin sinematik bisa jadi pendekatan rasional. Gamer tidak akan berkeberatan bahkan meninggalkan apresiasi lebih tinggi, jika mereka mencapai eksekusi yang nyaris serupa.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

February 26, 2021 - 0

Review NBA 2K21 (Next-Gen): Nombok Dong! Nombok Dong!

Anda yang secara aktif mengikuti JagatPlay sepertinya sudah mengetahui bagaimana…
February 25, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Hardware): Si Bongsor yang Buas!

Berapa banyak dari Anda yang masih ingat soal kekhawatiran tidak…
February 20, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Software): Indah, Elegan, Cepat!

Diskusi terkait konsol generasi terbaru memang lebih banyak didominasi soal…
February 17, 2021 - 0

Menjajal BETA Guilty Gear Strive: Siap Menjadi yang Terbaik!

Seperti halnya posisi Codemasters di dunia game racing, nama Arc…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…