Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Reading time:
October 23, 2020

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen horror yang seringkali kami lihat sebagai cara malas untuk membangun “ketakutan”. Benar sekali, ia adalah jump scare. Aksi untuk memunculkan visual atau audio secara tiba-tiba di situasi yang tidak terprediksi tersebut di mata kami, berada di batas yang kabur antara takut dan terkejut dimana emosi yang terakhir, seringkali lebih dominan. Melihat bagaimana begitu banyak game horror menerapkan strategi jump scare seperti ini, selalu ada rasa apresiasi untuk game-game yang berhasil membangun rasa takut dan cemas dengan cara yang lain. Mereka yang berhasil membuat bulu kuduk Anda merinding dari elemen yang lain, baik desain monster, mekanik gameplay, atau keseluruhan atmosfer dunia yang ia usung. Salah satu yang berhasil melakukannya? Little Nightmares dari Tarsier Studios.

Setelah keberhasilan yang mereka raih dengan seri pertamanya, diperkuat dengan misteri cerita dan dunia yang masih tersisa, Little Nightmares II memang sudah dipastikan untuk waktu yang lama. Kita sempat bertemu dengan beragam trailer dan screenshot untuk memperkenalkan ragam hal baru yang akan ia usung. Salah satu penambahan yang paling signifikan tentu saja kehadiran karakter baru bernama Mono – seorang bocah dengan topeng kantong kertas yang terlihat bekerjasama, bahu-membahu dengan The Six, karakter protagonis berjubah jas hujan kuning dari Little Nightmares pertama. Setelah mengundang rasa penasaran yang begitu kuat, kami akhirnya berkesempatan untuk menjajalnya.

Bandai Namco memberikan kami kesempatan untuk menjajal sedikit porsi Little Nightmares II lewat build demo versi PC yang mereka sertakan. Demo ini berdurasi sekitar 30 menit (di luar apakah Anda sempat mengalami beberapa pengulangan checkpoint karena mati atau tidak) dan berkutat di salah satu level bernama “The Hospital”. Berita baiknya, demo ini sendiri tidak berbagi banyak soal sisi cerita. Anda langsung meluncur masuk ke dalam petualangan Mono dan Six, dengan sistem kontrol yang bahkan harus Anda temukan sendiri via setting kontrol. Berita baiknya? Hanya dalam 30 menit ini, demo ini berhasil mencuri hati kami!

Jaminan Merinding

Seperti seri pertamanya, Little Nightmares II juga membangun horror efektif dari atmosfer, bukan hanya jump-scare murahan.

Salah satu hal yang membuat kami jatuh hati? Seperti yang kami bicarakan sebelumnya, Tarsier Studios sepertinya memahami apa yang membuat Little Nightmares berhasil di pasaran. Sensasi horror yang terus menemani Anda di sepanjang permainan tidak datang dari strategi Jump-Scare murahan, melainkan lewat desain kreatif dunia yang senantiasa mengandung misteri, desain monster yang menakutkan dan menjijikkan, mekanik gameplay yang mendorong rasa cemas, hingga desain suara yang fantastis. Berita baiknya? Semua hal yang Anda sukai dari seri pertamanya tersebut tetap akan Anda temukan di Little Nightmares II.

Bahwa hanya dengan memainkannya selama 30 menit saja, Anda sudah bisa menangkap sensasi horror yang semakin langka tersebut. Desain The Hospital – yang seharusnya adalah rumah sakit di dunia normal, saja sudah membuktikan hal tersebut. Ia gelap, penuh dengan sel-sel yang mengindikasikan bahwa sebuah eksperimen terjadi di dalamnya, dengan tanpa tanda-tanda bahwa ia sempat memuat manusia di dalamnya. Yang Anda temukan di sepanjang perjalanan koridor-koridor ini hanyalah patung-patung mannequin yang berada dalam beragam bentuk. Ada yang utuh dan duduk manis di atas kursi  roda, ada yang kehilangan anggota tubuh yang tercecer di segala tempat, dan ada yang mengalami pergantian anggota badan dengan objek yang tidak bisa dinalar. Ini adalah dunia “gila” sama seperti Little Nightmares pertama.

Dunia yang penuh misteri dan aneh akan tetap Anda temui di sini.
Keheningan adalah kunci!

Di atasnya, desain suara yang kembali fantastis. Setidaknya lewat sesi gameplay ini, Tarsier sangat memahami timing yang tepat untuk menyuntikkan sedikit ekstra background music untuk membuat bulu kuduk Anda merinding atau membiarkan kesunyian mendominasi hingga membuat mental Anda terus berusaha menerka dan mempersiapkan diri untuk apa yang terjadi. Musik yang dipilih juga datang dengan rasa gesekan alat musik yang misterius dan berat, yang kian menguatkan kesan bahwa ini bukanlah dunia yang bekerja dengan cara yang Anda mengerti. Sisanya? Suara efek yang punya efek yang tidak kalah efektif. Di tengah suara yang hening, objek yang jatuh dari ketinggian, palu yang Anda seret dan bergesekan dengan lantai, atau sekadar suara pekik dan gerak makhluk yang memburu Anda, semuanya disajikan dengan kualitas yang optimal. Tentu saja, kami merekomendasikan headset untuk menikmati game ini, sesuatu yang terasa jelas di sesi demo singkat kami.

Harus  diakui, rasa panik dan merinding yang kami rasakan untuk franchise ini memang berada di level baru ketika mencicipi demo yang singkat ini. Salah satunya datang dari jenis musuh baru yang datang dengan mekanik yang siap untuk membuat Anda berteriak bak anak perempuan. Di satu titik, mannequin yang Anda temukan begitu banyak di level The Hospital ini mulai secara acak bergerak. Anda tidak tahu mannequin mana yang akan bergerak, Anda tidak tahu secepat apa mereka bergerak, dan Anda akan sulit mengantisipasi jarak sebelum mereka menerkam dan membunuh Anda. Senjata untuk menghalangi mereka? Cahaya! Bahwa satu-satunya yang bisa menghentikan gerak mereka secara sementara adalah senter kecil milik Mono yang arah cahaya-nya bisa Anda arahkan. Sekarang bayangkan jika mannequin ini datang bersamaan dari segala arah, hingga menuntut Anda untuk mulai memprioritaskan kemana cahaya Anda harus bergerak!

Jenis musuh baru ini akan siap untuk membuat rasa panik Anda ke level yang baru!

Dengan semua kombinasi elemen ini, Little Nightmares II berhasil melakukan dua hal yang keren dengan demo singkat ini, setidaknya untuk kami. Pertama, mempertahankan elemen misteri dan horror berbasis atmosfer yang Anda cintai dari seri pertamanya. Kedua? Menawarkan hal baru dan berbeda yang siap mengamplifikasi perasaan tersebut dan akan membuat bulu kuduk Anda senantiasa merinding. Hanya butuh 30 menit bagi game ini untuk meyakinkan kami hal tersebut.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…
September 28, 2020 - 0

Review HADES: Super Duper Nagih!

Supergiant Games? Berapa banyak dari Anda yang pernah mendengar nama…

PlayStation

November 20, 2020 - 0

Review Genshin Impact: Inovasi dan Adiksi Uji Hoki!

Berapa banyak dari Anda yang saat ini tengah sibuk memainkan…
November 17, 2020 - 0

Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Menyebutnya sebagai salah satu franchise dengan plot paling kompleks memang…
November 13, 2020 - 0

Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses…
November 10, 2020 - 0

Preview Assassin’s Creed Valhalla: Dalam Lindungan Odin!

“Ini bukan lagi seri Assassin’s Creed”, pergeseran genre dengan cita…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…