10 Game Paling Mengecewakan di 2020!

Reading time:
December 22, 2020

2020 adalah tahun yang cukup memanjakan dan unik bagi para gamer, apalagi dengan begitu franchise raksasa yang akhirnya menelurkan seri-seri teranyar mereka. Developer mulai memanfaatkan kemampuan konsol generasi terkini dengan optimal, dan developer indie secara konsisten mengeksplor  konsep gameplay yang terhitung menyegarkan. Walaupun demikian, tidak sedikit pula yang justru hadir membawa lebih banyak kekecewaan daripada rasa puas. Game-game yang berujung tidak mampu memenuhi apa yang mereka janjikan sejak awal.

Semakin besar harapan, semakin pula besar kekecewaan yang bisa timbul, konsep ini mungkin paling tepat untuk menjelaskan salah satu kata yang kian sering diucapkan di industri game saat ini, Over-Hype. Dengan trailer dan screenshot yang dikemas sedemikian rupa, apalagi klaim dan janji para developer yang terus bergaung selama beberapa bulan sebelum rilis, tidak mengherankan jika gamer mulai membangun ekspektasi tertentu terhadap game yang mereka incar.

Namun sayangnya, kita sering lupa bahwa industri game tetaplah sebuah bisnis. Hype yang sudah terbangun manis, berujung pada angka pre-order yang manis. Namun sayangnya, tidak seperti dongeng dengan akhir cerita indah, gamer justru mendapatkan sesuatu yang bertolak belakang dari apa yang mereka harapkan. Kekecewaan menjadi respon yang tepat.

Tapi ingat, MENGECEWAKAN BUKAN BERARTI BURUK. Hampir sebagian besar game yang dimasukkan ke dalam list ini adalah game-game yang masih bisa dinikmati, bahkan menawarkan kekuatan visual, gameplay, dan terkadang – cerita yang solid. Mengecewakan di sini hanya mengakar pada ketidakmampuan game-game ini untuk hadir dalam kualitas yang sepadan dengan hype yang sudah terbangun selama ini. Game-game yang sudah membuat banyak gamer berharap dan bermimpi, namun berakhir melemparkan semua energi positif ke tanah dan menginjak-nginjaknya tanpa ampun.

  1. Warcraft III: Reforged

Standar remaster di industri game saat ini memang sudah berbeda jauh dengan beberapa tahun sebelumnya. Dengan sepak terjang beberapa developer yang berhasil melakukan permak sebegitu signifikannya pada konten original yang dijadikan basis hingga, baik dari sisi visual hingga fitur, ada standar baru yang menarik untuk dikejar dan dilampaui. Hal inilah yang gagal dilakukan Blizzard dengan salah satu game strategi super populernya – Warcraft III. Walaupun visual naik, ada beberapa janji Blizzard yang tidak terpenuhi di sini, terutama lewat pendekatan kamera sinematik saat cut-scene yang sempat dipamerkan namun berujung tidak tersedia di versi final. Beberapa fitur di seri original yang tidak tersedia juga menambah kekecewaan tersebut.

  1. Crucible

Crucible? Crucible? Apa itu Crucible? Tepat sekali. Hanya mendengar namanya saja, sebagian besar dari Anda sepertinya akan langsung memahami mengapa game yang satu ini langsung masuk ke dalam daftar toplist game paling mengecewakan di tahun 2020 ini. Kita berbicara soal game yang dirilis di bulan Mei 2020, mendapatkan respon buruk, ditarik kembali ke masa closed beta di bulan Juni 2020, dan kemudian berujung dibatalkan dan dimatikan selamanya di bulan Oktober 2020. Tidak perlu mencicipi game shooter third person yang disebut-sebut super membosankan ini, terlepas dari desain karakter fantastis, untuk mengerti mengapa game ini pantas untuk masuk ke dalam artikel kali ini.

  1. Fast & Furious Crossroads

Pernahkah Anda bertemu dengan sebuah game dimana hype berubah menjadi sumber lelucon secara instan ketika video gameplay pertama kali diumumkan? Percaya atau tidak, hal inilah yang terjadi dengan Fast & Furious Crossroads. Dimulai dari pengumuman dari Vin Diesel sendiri di ajang The Game Awards 2019 yang kemudian diikuti dengan nama besar Slightly Mad Studios sebagai sang developer, game ini justru berujung berantakan. Dari sisi setir mobil yang berujung tidak sebaik yang dibayangkan hingga sisi visual yang terasa tertinggal beberapa generasi, ini menjadi game yang ramai diperbincangkan karena beragam hal negatif yang ia usung, alih-alih positif. Kami bahkan berada di titik sampai malas untuk sekadar mengunduh versi bajakan atas nama rasa penasaran, terlepas dari absennya niat untuk membeli game ini di harga ratusan ribu Rupiah.

  1. XIII Remake

Sebelum Anda panik, tenang kita bukan tengah bicara soal remake seri Final Fantasy XIII yang tentu punya basis fans-nya sendiri. Yang kita bicarakan di sini adalah game action FPS dengan gaya visual bak komik yang berhasil merangkak masuk sebagai “game legendaris” di era Playstation 2. Ketika proyek ini diumumkan untuk pertama kali, ada antisipasi tinggi terhadapnya, terutama saat melihat kesetiaan sang developer untuk mempertahankan gaya visual yang ada. Namun ketika rilis? Ia datang dengan begitu banyak masalah, terutama dari sisi teknis, hingga cukup untuk membuat sang developer untuk minta maaf atas semua keteledoran yang terjadi. XIII menjadi bukti di tahun 2020, bahwa tidak kesemua seri yang membawa nama Remake dan Remaster, cukup untuk memenuhi rasa haus nostalgia yang ada.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…

PlayStation

April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…
March 9, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Housemarque (RETURNAL)!

Housemarque dan rilis konsol terbaru Playstation memang jadi kombinasi tidak…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…