Menjajal BETA Guilty Gear Strive: Siap Menjadi yang Terbaik!

Reading time:
February 17, 2021
Guilty Gear Strive open beta jagatplay 95

Seperti halnya posisi Codemasters di dunia game racing, nama Arc System Works memang melekat dengan game-game fighting berkualitas. Tidak selalu menangani franchise racikan mereka sendiri dan beberapa kali terlibat mengerjakan game milik publisher lain dengan kualitas yang tidak kalah gilanya, seperti Dragon Ball FighterZ dengan Bandai Namco, developer yang satu ini kian memperlihatkan tajinya. Tidak heran jika antisipasi tinggi dan hype yang begitu kuat mengitari proyek teranyar mereka – Guilty Gear Strive. Sempat ditunda dari rencana awal, kesempatan untuk menjajal game ini secara langsung akhirnya tiba!

Kami cukup beruntung terpilih menjadi salah satu media yang mendapatkan akses beta lebih cepat bersama dengan media mancanegara, pro player, dan influencer lainnya. Ini menjadi kesempatan terbaik untuk memahami apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Guilty Gear Strive ini dan kira-kira apakah hype kuat yang mengitarinya sejauh ini memang sesuatu yang pantas untuk tidak. Untuk saat ini, pada saat artikel impresi ini ditulis, kami berada pada tendensi untuk menjawab “Iya” tanpa sedikit pun keraguan. Sejauh ini, bahkan di kacamata gamer seperti kami yang belum pernah menjajal Guilty Gear sebelumnya sekalipun, ia tampil begitu memesona.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan di masa open beta Guilty Gear Strive ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri yang saat ini, siap untuk tampil menjadi yang terbaik? Impresi kami akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Butuh Belajar

Guilty Gear Strive open beta jagatplay 60
Masa open beta ini menyediakan hanya mode online atau mode match melawan COM.

Seperti masa beta kebanyakan game fighting di masa lalu, Anda tentu tidak akan mendapatkan pengalaman penuh di beta Guilty Gear Strive ini. Tidak ada opsi untuk menikmati mode arcade dan karenanya, cerita yang hendak ia sajikan, serta beberapa fitur lain yang masih belum bisa diakses. Yang bisa diakses? Mode bertarung melawan COM yang bisa Anda atur tingkat kesulitannya dan juga mode online untuk bertarung melawan begitu banyak user lainnya, lengkap dengan pilihan region di dalamnya. Pilihan roster yang bisa Anda gunakan sendiri hampir sama dengan versi final nanti, minus karakter bernama Mito Anji dan satu karakter yang masih belum diumumkan secara resmi.

Di masa beta ini, kita tentu saja belum bisa menyelam super dalam soal mekanik bertarung Guilty Gear Strive itu sendiri. Sebagai gamer yang tidak pernah menjajal seri sebelumnya, kami mendapatkan satu impresi yang kuat – bahwa ini adalah game fighting yang akan menuntut Anda untuk belajar dan menguasai karakter dengan sebaik mungkin. Pendekatan yang ia usung tidak sama dengan Dragon Ball FighterZ atau Granblue Fantasy Versus yang bersahabat untuk gamer pendatang baru. Guilty Gear Strive lebih terasa seperti seri yang ditujukan untuk mereka yang setidaknya sudah familiar dengan franchise game fighting lain, setidaknya Street Fighter.

Guilty Gear Strive open beta jagatplay 8
Strive butuh Anda untuk punya setidaknya sedikit pengalaman di game fighting.
Guilty Gear Strive open beta jagatplay 86
Mekanik yang bisa diakses, termasuk kemampuan spesial setiap karakter, terhitung kompleks.

Alasannya datang karena dua hal: pertama, ia memiliki mekanik yang cukup kompleks. Semua karakter akan diperkuat dengan beberapa resource dan kemampuan yang akan lebih matang jika dieksekusi di timing tepat, seperti Roman Cancel atau Psych Burst. Kedua? Seperti halnya game fighting konvensional, ada kebutuhan untuk mempelajari apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan satu karakter lewat ragam serangan kombinasi yang bisa ia eksekusi. Belum cukup? Beberapa karakter punya mekanik khusus spesifik untuk dirinya, dari “Pedang Darah” milik Nagoriyuki,  bar bayangan agar bisa dikendalikan Zato-1, hingga kesempatan Ky Kiske untuk menggunakan kemampuan khusus bernama Dragon Install.

Kesemuanya kemudian dilebur ke dalam beberapa mekanik lebih dalam, termasuk memahami soal ragam kemampuan blocking berbasis timing yang bisa mempengaruhi seberapa jauhnya posisi musuh yang menyerang berujung terdorong hingga menguasai kombinasi serangan yang bisa memanfaatkan “dinding” arena yang kini bisa pecah, menghasilkan damage tambahan, dan melontarkan musuh ke lokasi baru. Kemahiran akan semakin menguat ketika pengetahuan Anda mulai menerapkan beberapa hal lebih teknis, dari mempelajari jumlah frame untuk tiap serangan, frame recovery untuk mempertimbangkan berapa lama Anda bisa pulih dan kembali mengambil aksi jika serangan Anda terpental karena block, dan tentu saja – mempelajari beragam kombinasi tombol untuk masing-masing jenis serangan di setiap karakter. Intinya, Anda butuh belajar di Guilty Gear Strive.

Hal ini semakin krusial mengingat setiap karakter tidak selalu terkunci hanya pada masalah jenis serangan yang berbeda saja, tetapi juga akan punya sensasi pakai yang unik pula. Karakter-karakter besar seperti Potemkin, Faust, atau Nagoriyuki adalah karakter bongsor yang akan terasa “berat” untuk dipakai, punya range serangan cukup luas, namun lambat. Di sisi lain, ia hadir dengan kompensasi damage yang menggoda namun mengorbankan superioritas udara. Mereka sebagai contoh, tidak bisa melakukan air-dash. Lalu ada karakter lebih kecil seperti Giovanna, Chipp, atau Millia yang bisa berdansa bak burung di udara, mudah membuka serangan di sisi karakter yang tidak ter-block, dan kemudian melepas kombo dengan cepat.

Guilty Gear Strive open beta jagatplay 74
Karakter juga dipengaruhi oleh besar dan berat.

Dengan semua kombinasi seperti ini, Guilty Gear Strive adalah game fighting kompetitif yang tampil dalam kapasitas yang seharusnya. Ini berarti, Anda akan sangat mudah mengenali jenjang skill antara karakter yang memang benar-benar menguasai ragam mekanik di dalamnya atau yang sekadar datang bersenang-senang. Ini bukanlah tipe game fighting dimana gamer pemula bisa datang dan menekan sembarang tombol secara sporadis dan berharap menang. Ini adalah game fighting yang menuntut eksekusi timing serangan dan block yang tepat, melakukan counter jika dimungkinkan, dan belajar serangan kombinasi untuk mengirimkan damage besar yang Anda bisa, dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…