Menjajal BETA Guilty Gear Strive: Siap Menjadi yang Terbaik!

Reading time:
February 17, 2021

Seperti halnya posisi Codemasters di dunia game racing, nama Arc System Works memang melekat dengan game-game fighting berkualitas. Tidak selalu menangani franchise racikan mereka sendiri dan beberapa kali terlibat mengerjakan game milik publisher lain dengan kualitas yang tidak kalah gilanya, seperti Dragon Ball FighterZ dengan Bandai Namco, developer yang satu ini kian memperlihatkan tajinya. Tidak heran jika antisipasi tinggi dan hype yang begitu kuat mengitari proyek teranyar mereka – Guilty Gear Strive. Sempat ditunda dari rencana awal, kesempatan untuk menjajal game ini secara langsung akhirnya tiba!

Kami cukup beruntung terpilih menjadi salah satu media yang mendapatkan akses beta lebih cepat bersama dengan media mancanegara, pro player, dan influencer lainnya. Ini menjadi kesempatan terbaik untuk memahami apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Guilty Gear Strive ini dan kira-kira apakah hype kuat yang mengitarinya sejauh ini memang sesuatu yang pantas untuk tidak. Untuk saat ini, pada saat artikel impresi ini ditulis, kami berada pada tendensi untuk menjawab “Iya” tanpa sedikit pun keraguan. Sejauh ini, bahkan di kacamata gamer seperti kami yang belum pernah menjajal Guilty Gear sebelumnya sekalipun, ia tampil begitu memesona.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan di masa open beta Guilty Gear Strive ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri yang saat ini, siap untuk tampil menjadi yang terbaik? Impresi kami akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Butuh Belajar

Masa open beta ini menyediakan hanya mode online atau mode match melawan COM.

Seperti masa beta kebanyakan game fighting di masa lalu, Anda tentu tidak akan mendapatkan pengalaman penuh di beta Guilty Gear Strive ini. Tidak ada opsi untuk menikmati mode arcade dan karenanya, cerita yang hendak ia sajikan, serta beberapa fitur lain yang masih belum bisa diakses. Yang bisa diakses? Mode bertarung melawan COM yang bisa Anda atur tingkat kesulitannya dan juga mode online untuk bertarung melawan begitu banyak user lainnya, lengkap dengan pilihan region di dalamnya. Pilihan roster yang bisa Anda gunakan sendiri hampir sama dengan versi final nanti, minus karakter bernama Mito Anji dan satu karakter yang masih belum diumumkan secara resmi.

Di masa beta ini, kita tentu saja belum bisa menyelam super dalam soal mekanik bertarung Guilty Gear Strive itu sendiri. Sebagai gamer yang tidak pernah menjajal seri sebelumnya, kami mendapatkan satu impresi yang kuat – bahwa ini adalah game fighting yang akan menuntut Anda untuk belajar dan menguasai karakter dengan sebaik mungkin. Pendekatan yang ia usung tidak sama dengan Dragon Ball FighterZ atau Granblue Fantasy Versus yang bersahabat untuk gamer pendatang baru. Guilty Gear Strive lebih terasa seperti seri yang ditujukan untuk mereka yang setidaknya sudah familiar dengan franchise game fighting lain, setidaknya Street Fighter.

Strive butuh Anda untuk punya setidaknya sedikit pengalaman di game fighting.
Mekanik yang bisa diakses, termasuk kemampuan spesial setiap karakter, terhitung kompleks.

Alasannya datang karena dua hal: pertama, ia memiliki mekanik yang cukup kompleks. Semua karakter akan diperkuat dengan beberapa resource dan kemampuan yang akan lebih matang jika dieksekusi di timing tepat, seperti Roman Cancel atau Psych Burst. Kedua? Seperti halnya game fighting konvensional, ada kebutuhan untuk mempelajari apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan satu karakter lewat ragam serangan kombinasi yang bisa ia eksekusi. Belum cukup? Beberapa karakter punya mekanik khusus spesifik untuk dirinya, dari “Pedang Darah” milik Nagoriyuki,  bar bayangan agar bisa dikendalikan Zato-1, hingga kesempatan Ky Kiske untuk menggunakan kemampuan khusus bernama Dragon Install.

Kesemuanya kemudian dilebur ke dalam beberapa mekanik lebih dalam, termasuk memahami soal ragam kemampuan blocking berbasis timing yang bisa mempengaruhi seberapa jauhnya posisi musuh yang menyerang berujung terdorong hingga menguasai kombinasi serangan yang bisa memanfaatkan “dinding” arena yang kini bisa pecah, menghasilkan damage tambahan, dan melontarkan musuh ke lokasi baru. Kemahiran akan semakin menguat ketika pengetahuan Anda mulai menerapkan beberapa hal lebih teknis, dari mempelajari jumlah frame untuk tiap serangan, frame recovery untuk mempertimbangkan berapa lama Anda bisa pulih dan kembali mengambil aksi jika serangan Anda terpental karena block, dan tentu saja – mempelajari beragam kombinasi tombol untuk masing-masing jenis serangan di setiap karakter. Intinya, Anda butuh belajar di Guilty Gear Strive.

Hal ini semakin krusial mengingat setiap karakter tidak selalu terkunci hanya pada masalah jenis serangan yang berbeda saja, tetapi juga akan punya sensasi pakai yang unik pula. Karakter-karakter besar seperti Potemkin, Faust, atau Nagoriyuki adalah karakter bongsor yang akan terasa “berat” untuk dipakai, punya range serangan cukup luas, namun lambat. Di sisi lain, ia hadir dengan kompensasi damage yang menggoda namun mengorbankan superioritas udara. Mereka sebagai contoh, tidak bisa melakukan air-dash. Lalu ada karakter lebih kecil seperti Giovanna, Chipp, atau Millia yang bisa berdansa bak burung di udara, mudah membuka serangan di sisi karakter yang tidak ter-block, dan kemudian melepas kombo dengan cepat.

Karakter juga dipengaruhi oleh besar dan berat.

Dengan semua kombinasi seperti ini, Guilty Gear Strive adalah game fighting kompetitif yang tampil dalam kapasitas yang seharusnya. Ini berarti, Anda akan sangat mudah mengenali jenjang skill antara karakter yang memang benar-benar menguasai ragam mekanik di dalamnya atau yang sekadar datang bersenang-senang. Ini bukanlah tipe game fighting dimana gamer pemula bisa datang dan menekan sembarang tombol secara sporadis dan berharap menang. Ini adalah game fighting yang menuntut eksekusi timing serangan dan block yang tepat, melakukan counter jika dimungkinkan, dan belajar serangan kombinasi untuk mengirimkan damage besar yang Anda bisa, dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

February 26, 2021 - 0

Review NBA 2K21 (Next-Gen): Nombok Dong! Nombok Dong!

Anda yang secara aktif mengikuti JagatPlay sepertinya sudah mengetahui bagaimana…
February 25, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Hardware): Si Bongsor yang Buas!

Berapa banyak dari Anda yang masih ingat soal kekhawatiran tidak…
February 20, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Software): Indah, Elegan, Cepat!

Diskusi terkait konsol generasi terbaru memang lebih banyak didominasi soal…
February 17, 2021 - 0

Menjajal BETA Guilty Gear Strive: Siap Menjadi yang Terbaik!

Seperti halnya posisi Codemasters di dunia game racing, nama Arc…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…