Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Reading time:
April 23, 2021
RETURNAL jagatplay part 1 83

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony dan Housemarque. Sekitar 7 tahun yang lalu,bersama dengan rilis Playstation 4, Housemarque dijadikan ujung tombak untuk memamerkan apa yang bisa dicapai oleh konsol Sony tersebut via RESOGUN, yang setiap aksinya tak sulit memuntahkan efek partikel fantastis di layar. Kini bersama dengan rilis Playstation 5, Housemarque kini kembali terpilih untuk mengemban tanggung jawab yang hampir sama. Bedanya? Mereka kini menjawab tantangan tersebut dengan game bergenre rogue-like, namun dengan pendekatan kualitas AAA dari hampir semua sisi presentasi. Tentu saja kita tengah bicara soal RETURNAL.

Kesan Pertama

Menjadi salah satu gamer yang cukup beruntung untuk mencicipinya lebih cepat, RETURNAL berujung menjadi game rogue-like yang langsung mencuri hati kami sejak pandangan pertama. Bahwa tidak hanya sekadar memikirkan sisi aksi saja, ada upaya yang jelas untuk ikut menjadikan narasi sebagai salah satu daya tarik utama. Sejak awal Anda sudah disuguhkan dengan misteri mengapa Selene – sang karakter utama terus menolak untuk mati secara permanen di planet Atropos, planet dimana ia jatuh. Perlahan tapi pasti, seiring dengan aksi eksplorasi Anda, Anda juga akan menemukan mayat-mayat Selene lainnya yang mengindikasikan bahwa ini tidak pernah menjadi “siklus pertama” untuk hidup dan mati Anda.

Namun kekuatan terbaiknya tentu saja terletak pada sensasi gameplay yang ia usung, yang juga disempurnakan lewat implementasi teknologi Adaptive Trigger dan Haptic Feedback DualSense yang berhasil membuat aksi kian terasa fantastis di tangan. Dengan musuh super menyeramkan yang akan menghadiahi Anda puluhan proyektil di saat yang sama sekaligus diperkuat dengan kemampuan serangan jarak dekat yang fatal, memanfaatkan senjata apapun yang berada di tangan Anda dengan optimal adalah kunci. Setiap senjata biasanya juga punya serangan kedua yang bisa diperlakukan bak skill dan tentu saja, sifat dan buff unik masing-masing yang bisa jadi bahan pertimbangna saat Anda menemukan ekstra alternatif saat eksplorasi.

Posisinya sebagai game rogue-like berarti membuat kematian menjadi bagian yang lumrah dari keseluruhan pengalaman yang ada. Kematian akan membawa Anda kembali dari awal, tanpa senjata, dan tanpa buff yang Anda dapatkan di playthrough sebelumnya. Untungnya? Akan selalu ada upgrade permanen yang bisa dipertahankan, yang akan membuat Anda merasa lebih kuat di setiap playthrough. Ini juga menyangkut varian senjata, dimana Anda selalu akan berkesempatan mendapatkan varian senjata yang sudah Anda temukan di playthrough sebelumnya. Setiap level punya biome berbeda, yang biasanya akan mengusung satu boss besar untuk ditundukkan sebelum Anda bisa bergerak ke level selanjutnya.

Mengapa kami menyebutnya brutal? Karena harus diakui, tingkat kesulitan yang ditawarkan game ini memang tidak main-main. Terlepas dari kemudahan untuk menembak dengan sistem bidik yang nyaris otomatis selama Anda mengarahkannya ke musuh, setiap area yang Anda lewati akan melontarkan Anda musuh-musuh dalam jumlah banyak yang terkadang, cukup pintar untuk menyerang dari sudut-sudut dimana Anda tidak mawas. Dengan jumlah item healing yang begitu terbatas, damage setiap serangan musuh yang lumayan signifikan, serta beberapa upgrade untuk Selene yang bisa jadi datang dengan status efek atau debuff tertentu, ini tidak akan menjadi game dimana dengan sedikit aksi evade dan lompat di sana-sini akan otomatis menjamin Anda bisa melenggang bebas. Apalagi, peningkatan tingkat kesulitan ini cukup terasa drastis ketika Anda bergerak dari biome satu ke biome lain.

Percaya atau tidak, dengan sekitar 6 jam gameplay yang sudah kami lalui sembari menikmati kualtias 3D Audio yang juga ia usung dengan begitu fanstastis di sini, kami bahkan belum berhasil menyelesaikan level 2. Jangankan menyelesaikan, bahkan kami sendiri belum pernah bersinggungan atau melihat seperti apa bentuk boss besar untuk area yang satu ini. Uniknya alih-alih frustrasi, kenikmatan dan keseruan bermainnya justru membuat kami terus kembali.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review (semoga kami bisa menyelesaikannya dalam waktu seminggu ke depan), izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven ini untuk membantu Anda mendapatkan gambaran apa itu RETURNAL. Selamat datang untuk cita rasa brutal, gila, dan menyenangkan di saat yang sama!

RAW Screenshot

4K dengan Playstation 5

RETURNAL jagatplay part 1 3 RETURNAL jagatplay part 1 9 RETURNAL jagatplay part 1 24 RETURNAL jagatplay part 1 40 RETURNAL jagatplay part 1 44 RETURNAL jagatplay part 1 48 RETURNAL jagatplay part 1 51 RETURNAL jagatplay part 1 60 RETURNAL jagatplay part 1 61 RETURNAL jagatplay part 1 81 RETURNAL jagatplay part 1 96 RETURNAL jagatplay part 1 99
Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…
April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…