Pengisi Suara Bayonetta Ganti?

Reading time:
September 14, 2021
bayonetta 21

Apa yang mendefinisikan sebuah karakter yang notabene eksis di dunia fiktif? Selain desain yang memorable dan super keren, ia biasanya diperkuat dengan sisi cerita yang tak kalah kuat, scene-scene memorable, hingga hal “kecil” seperti animasi serangan atau sekadar reaksi yang tak mudah dilupakan begitu saja. Namun satu hal yang juga sering terlewatkan adalah pengisi suara alias Voice Actor / Actress yang mengisinya. Karena harus diakui ada beberapa karakter, seperti sosok Solid Snake dengan David Hayter misalnya, yang terasa canggung ketika diisi oleh pengisi suara yang lain. Jika Anda mencintai Bayonetta, ini tampaknya jadi sumber kekhawatiran.

Hampir semua gamer sepertinya setuju bahwa salah satu sumber “keseksian” seorang Bayonetta tidak pernah hanya muncul dari sisi visual saja, tetapi juga suara lembut menggodanya yang mengindikasikan kepercayaan diri dan kelembutan di saat yang sama. Hal tersebut bisa dicapai berkat talenta seorang Hellena Taylor, yang sayangnya, justru datang informasi baru yang mengundang kekhawatiran.

Apa pasal? Merespon pernyataan salah satu fans yang datang dengan pujian bagaimana ia (dan banyak gamer lainnya) akan sulit membayangkan sosok Bayonetta tanpa suara khas seorang Hellena Taylor, Taylor justru mengiyakan pernyataan tersebut. Ia menyebut bahwa gamer mungkin memang harus membayangkan hal tersebut, seolah mengindikasikan bahwa ia tidak akan terlibat dalam Bayonetta 3 nantinya. Ketika diminta untuk menjelaskan lebih jauh pernyataannya, Hellena mengaku tak bisa berbicara banyak karena masalah legal yang mungkin terjadi.

Platinum Games dan Nintendo sendiri masih belum berbicara banyak soal rilis Bayonetta 3, yang masih “ghaib” hingga saat ini. Bagaimana menurut Anda? Apakah Bayonetta akan tetap Bayonetta tanpa suara seorang Hellena Taylor?

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…