Impresi FORSPOKEN: Gadis dengan Kekuatan Magis!

Reading time:
December 13, 2021

Sebuah produk yang unik, ini mungkin kata yang tepat untuk menjelaskan apa yang ditawarkan Square Enix dengan FORSPOKEN. Karena harus diakui, proyek ini seolah datang dengan begitu banyak elemen eksperimental yang belum tentu jadi pakem untuk keberhasilan di sisi penjualan. Pertama, ia adalah proyek Luminous Productions yang notabene membuat FORSPOKEN sebagai satu-satunya ajang pembuktan engine propietary milik Square Enix – Luminous Engine yang sejauh ini memang belum diadopsi banyak game. Kedua? Ini jadi satu dari sedikit proyek tim Square Enix asal Jepang yang menjadikan karakter yang jelas berasal dari barat untuk dijadikan sebagai karakter utama. Semuanya kemudian dibangun di atas dunia terbuka penuh monster yang harus Anda basmi dengan magis.

Mempertanyakan soal apa sebenarnya daya tarik FORSPOKEN adalah sebuah rutinitas yang harus kam lalui setiap kali nama game ini mengemuka, baik dengan trailer ataupun screenshot terbaru. Proyek yang di awal dikenal sebagai “Project Athia” ini setidaknya mulai memperlihatkan tema yang lebih jelas dari sisi cerita dan gameplay, terutama lewat apa yang mereka pamerkan di ajang The Game Awards 2021 kemarin. Cerita sepertinya akan berfokus pada dua area – pada sosok si karakter utama sendiri, Faye, yang notabene menjadi “korban isekai” dan tentu saja pada Athia  sendiri, yang sepertinya memang tengah dilanda masalah, lengkap dengan konflik kepentingan yang juga tidak terhindarkan. Rasa penasaran pun benar-benar menguat.

Untungnya, kami berkesempatan untuk diundang langsung oleh Square Enix untuk media preview FORSPOKEN yang tentu saja diselenggarakan secara digital. Event ini berujung membahas lebih dalam apa itu FORSPOKEN dan tentu saja, potongan gameplay yang belum tersedia di publik. Kesempatan untuk melihat build Playstation 5 yang masih dalam pengerjaan ini setidaknya memberikan gambaran lebih jelas apa yang sebenarnya ditawarkan game ini dari sisi cerita dan aksi. Ia memberikan rasa optimisme bahwa proyek ini bisa berujung jadi sesuatu yang istimewa.

Lantas, apa yang sebenarnya kami nikmati dari media preview digital untuk FORSPOKEN ini? Mengapa kami menyimpulkannya sebagai kisah gadis dengan kekuatan magis? Artikel impresi kami kali ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas.

Frey Holland

FORSPOKEN CharacterRender Frey
Lahir dari studio Jepang memang, namun kolaborasi dengan penulis cerita berat sekelas Amy Hennig dan Gary Whitta melahirkan sosok Frey Holland.

Sepertinya sudah bukan rahasia lagi bahwa salah satu intisari pengalaman FORSPOKEN memang akan mengitari sosok si karakter utama – Frey Holland. Seperti yang kita tahu, ia merupakan remaja wanita Amerika yang secara tiba-tiba terlempar ke dunia bernama Athia. Bersenjatakan beragam sihir yang bisa ia akses, ia kini harus bertarung dan bertahan hidup melawan monster-monster yang terlihat beringas.

Banyak gamer yang sepertinya lupa bahwa eksistensi Frey Holland sebagai karakter lahir dari kolaborasi Luminous Productions – studio internal Jepang dari Square Enix dengan beberapa penulis cerita asal barat yang ternama seperti Gary Whitta, Amy Hennig, Allison Rymer, dan Todd Stashwick. Maka dengan kolaborasi ini, kehadiran karakter wanita asal Amerika Serikat yang sempat tinggal di kota New York menjadi pendekatan rasional yang tidak lagi aneh. Maka seperti proyek kebanyakan game racikan developer barat juga, karakterisasi Frey Holland akan memainkan peran penting untuk memberikan berat pada sisi cerita itu sendiri.

FORSPOKEN disebut-sebut adalah cerita yang akan berkisah soal kelompok dan keluarga. Sebelum  berujung berakhir di Athia, Frey adalah wanita yang penuh dengan masalah. Di usianya yang ke-21, tanpa orang tua, ia terus berjuang untuk mencari jati diri dan menjawab pertanyaan soal siapa sebenarnya ia dan posisinya di dunia ini. Sebelum terjun ke Athia, untuk sebuah masalah yang tidak dijelaskan, Frey sebenarnya terancam dijebloskan ke penjara. Ada rasa takut yang kental di situasi inii lengkap dengan semangat untuk terus bertahan hidup. Yang menarik? Kepribadian Frey justru menjadkan humor sebagai coping mechanism. Bahwa humor yang dibawa karakter ini ke dalam FORSPOKEN tidak lantas bisa didefinisikan sebagai situasi menyenangkan, namun representasi ketegangan dan ketakutan yang butuh ia hadapi.

Screenshot 02
Perpindahan Frey ke Athia tentu saja bukanlah transisi yang mudah.
Screenshot 13
Ia diceritakan sebagai wanita yang menjadikan humor sebagai strategi coping mechanism.

Tentu saja, perjalanan Frey ke Athia tidak lantas menyelesaikan semua masalah. Walaupun sesi preview ini tidak banyak membahas sisi plot yang ada, namun jelas Frey berada dalam posisi yang terancam. Kekuatan luar biasa yang ia miliki ketika berpindah dunia memang membuatnya efektif untuk menghancurkan semua monster yang ada. Namun bagi para penduduk Athia yang menyaksikan kekuatan tersebut secara langsung, ia tidak berbeda dengan “Iblis” itu sendiri. Dengan cerita seperti ini, ia juga jadi konfirmasi langsung bawa selama petualangan Anda di FORSPOKEN, Anda akan menemukan kota dengan NPC yang beraktivitas di dalamnya.  Kota ini sendiri dinamakan sebagai CIPAL, sebuah kota pengungsian para manusia yang datang dari beragam penjuru Athia.

Musuh yang harus dihadapi oleh Frey juga tidak terlalu jelas. Anda memang bertemu dengan banyak monster-monster yang beringas, namun eksistensi mereka besar kemungkinan bukanlah bagian yang “normal” dari Athia. Ada sebuah kekuatan jahat lain bernama THE BREAK yang terkadang termanifestasi dalam bentuk kristal aneh ataupun kabut yang akan membuat tidak hanya binatang saja, tetapi juga manusia yang berada di sekitarnya menjadi lebih beringas. Walaupun tidak dijelaskan dengan mendetail, petualangan Frey di Athia sepertinya akan berfokus untuk menemukan sumber The Break dan mungkin, menundukkannya, dan lewat proses tersebut, berujung menyelamatkan sang kota terakhir – CIPAL.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…
December 3, 2021 - 0

Review CHORUS: “Menari” di Angkasa Luar!

Seberapa sering Anda menemukan video game yang mengambil luar angkasa…
November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…

PlayStation

January 26, 2022 - 0

Review Uncharted – Legacy of Thieves Collection: Ekstra Tenaga Berburu Harta!

Sebuah seri yang membantu Playstation 3 menemukan posisi yang lebih…
January 26, 2022 - 0

Review WD_BLACK SN850: Upgrade Playstation 5 Jadi 2TB!

Ketika pertama kali dirilis, PlayStation 5 sudah menawarkan storage internal…
January 25, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Daisuke Inoue, Jin Fujiwara, Fumihiko Yasuda (Stranger of Paradise: FF Origin)!

Sebuah proyek yang tidak pernah terprediksi, ini mungkin kalimat yang…
December 14, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Takefumi Terada & Raio Mitsuno (FORSPOKEN)!

Datang dengan kekuatan magis yang menggoda, apalagi dengan potensi aksi…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…