Review Battlefield 2042: Setengah Matang!

Reading time:
December 2, 2021
Battlefield 2042 jagatplay PART 1 18

Bagi mereka yang mencintai FPS sebagai genre, Battlefield dari EA memang memiliki posisi yang terhitung istimewa. Pendekatan EA yang selalu memberikannya ruang untuk proses pengembangan dan tak gegabah untuk mengikuti tren rilis tahunan seperti sang kompetitor seringkali membuatnya tampil sebagai seri yang lebih “superior”. Kita bicara soal perang dalam skala lebih besar, kendaraan perang yang bisa secara aktif digunakan, kehancuran bangunan yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan strategis, hingga proses dramatisasi lewat kendaraan perang yang lebih mematikan di beberapa seri sebelumnya. Semuanya juga terbantu berkat implementasi dan penyempurnaan Frostbite Engine yang memang dirancang untuk memaksimalkan pengalaman ini. Tidak heran jika banyak yang menantikan Battlefield 2042.

Anda yang sudah membaca artikel preview kami sebelumnya sepertinya sudah mendapatkan gambaran pengalaman seperti apa yang ditawarkan oleh game ini. Jelas bahwa respon awal untuk rilis game ini memang tidak bersahabat, dengan alasan-alasan yang bisa kami mengerti karena berujung kami alami sendiri. Dari ragam masalah teknis dan bug yang mengganggu, hingga fakta bahwa ia masih tak kunjung mendapatkan dukungan aim-assist di versi konsol yang membuat gamer PC tampil dominan di cross-play peta apapun. Namun di sisi lain, kami juga berangkat sebagai gamer yang tak berkeberatan dengan beberapa perubahan signifikan yang ia usung, termasuk konsep Specialist yang kini menggantikan konsep peran dalam tim ala seri Battlefield lawas. Walaupun demikian, sulit untuk tidak membicarakan beragam kelemahan yang ia bawa sebagai game yang berbasis multiplayer.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Battlefield 2042? Mengapa kami menyebutnya sebagai game setengah matang? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Battlefield 2042 jagatplay PART 1 75
Walaupun datang dengan hanya mode multiplayer saja, EA menawarkan timeline cukup detail terkait cerita di balik perang besar Battlefield 2042.

Battlefield 2042 memang tidak datang dengan mode campaign sama sekali, namun bukan berarti EA dan DICE sama sekali tidak menyertakan sebuah basis cerita untuk merasionalisasi pertempuran besar yang tengah terjadi. Setting ini mereka bangun lewat sebuah film lepas bertajuk “Exodus” yang dirilis sebelum rilis Battlefield 2042 itu sendiri.

Seperti yang bisa diprediksi, bumi memang tak akan pernah diceritakan sebagai rumah yang “ramah” di masa depan. Hal inilah yang dipotret oleh Battlefield 2042. Bahwa tidak hanya harus berhadapan dengan pemanasan global yang membuat bencana alam menjadi makanan sehari-hari saja, dunia juga berhadapan dengan krisis ekonomi super berat yang bahkan cukup untuk memecah Uni Eropa. Ada begitu banyak pengungsi  tanpa negara yang kini menyandang predikat sebagai “No-Pats”.

Puncak krisis ini pun terjadi di tahun 2040, ketika event besar berujung membuat 70% total satelit yang mengelilingi bumi pun berujung jatuh. Tidak ayal lagi, kondisi seperti ini langsung membuat dua negara adidaya dunia – Amerika Serikat dan Russia bersitegang, yang kemudian berujung pada perang di tahun 2042. Para No-Pats yang selama ini tidak punya asosiasi pada negara manapun mau tidak mau, harus memilih pihak yang mereka dukung, apakah Amerika Serikat atau Russia di pertempuran skala global ini.

Cerita ini tentu saja kemudian akan diproyeksikan lewat beragam peta multiplayer yang akan Anda nikmati di Battlefield 2042 ini. Tentu saja saat ini, tidak ada cerita canon siapa yang akhirnya berakhir menjadi pemenang di konflik besar ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…
July 22, 2022 - 0

Review As Dusk Falls: Ini Baru Game Drama Berkualitas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh As Dusk Falls ini?…
June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…

PlayStation

July 18, 2022 - 0

Review STRAY: Kocheng Oren Mah Bebas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh STRAY? Mengapa kami menyebutnya…
March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…

Nintendo

August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…