Review SIFU: Makin Tua Makin Jadi!

Meracik game action dengan senjata api sebagai fokus mungkin pekerjaan yang sulit, namun tetap akan jadi tanggung jawab yang lebih ringan daripada mereka yang berfokus pada pertarungan tangan kosong ataupun senjata melee. Apalagi jika konsep terakhir ini hendak diterapkan di sebuah lingkup dunia tiga dimensi dan bukan sekadar side-scrolling dua dimensi. Sang developer tentu saja harus memastikan bahwa setiap aksi yang diambil memang terasa memuaskan, lengkap dengan animasi serang yang solid pula di atasnya. Sedikit saja elemen ini melenceng, maka ia bisa berujung jadi game action yang tidak memuaskan Namun bagi Sloclap, ada ambisi lebih yang hendak mereka suntikkan ke genre ini.
Dimulai dengan Absolver yang sempat dipuja-puji karena basis mekanik yang ia usung, SloClap meracik dan akhirnya melahirkan SIFU – sebuah game teranyar yang berfokus pada pertarungan melee, baik dengan tangan kosong ataupun senjata. Mengangkat ilmu bela diri bernama Pak Mei Kung Fu sebagai pondasi, mimpinya adalah meracik sebuah game action melee yang tidak hanya memuaskan, tetapi juga akurat. Di atasnya, dibangun sebuah cerita fantasi yang tidak perlu rasional namun cukup menarik untuk dilebur ke dalam mekanik gameplay yang membuatnya tampil sebagai game action yang unik.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh SIFU? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang mengusung konsep semakin tua, semakin jadi? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.
Plot

Pertikaian yang melibatkan beberapa ahli Kung-Fu menjadi pondasi kisah di dalam SIFU. Seorang ahli Kung-Fu bernama Yang bersama dengan 4 sekutunya yang lain berujung menyerang sebuah sekolah Kung-Fu dengan satu ambisi besar – mengejar sebuah rahasia yang sudah lama disimpan oleh sang guru alias Sifu. Tidak main-main, mereka menghabisi siapapun di sekolah tersebut, termasuk Anda – sang anak yang tak tahu-menahu soal apa yang terjadi.
Di tengah kegentingan berusaha menahan nyawa inilah, Anda berhasil menggunakan kekuatan sebuah Talisman yang membuat Anda hidup kembali. Atas nama balas dendam, Anda pun mulai berlatih dengan satu tujuan yang jelas – memburu Yang dan keempat sekutunya yang diketahui mengambil nama sandi: The Botanist, The Fighter, The Artist, dan The CEO. Rasa percaya diri juga didukung dengan fakta bahwa Anda akan terus memanfaatkan kekuatan si Talisman. Walaupun Anda harus menerima konsekuensi usia yang bertambah tua setiap kali Anda menggunakan kekuatannya untuk hidup kembali.


Lantas, mampukah Anda melakukannya? Tantangan seperti apa saja yang harus dilewati sebelum Anda berhadapan dengan Yang? Kejutan apa yang menanti Anda? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan SIFU ini.










