Review SIFU: Makin Tua Makin Jadi!
Makin Tua Makin Jadi

Jika aksi pertarungan melee di atas masih tidak cukup unik bagi Anda untuk melirik SIFU? Mengikuti plot yang ia usung dan berujung tak sekadar gimmick, SIFU juga datang dengan mekanik lain. Bahwa terlepas dari fakta bahwa Anda selalu bisa bangkit kembali setelah tewas, Anda akan terus menua. Benar sekali,usia akan bertambah setiap kali Anda tewas.
Jumlah usia yang ditambahkan ke Anda akan datang dengan sistem akumulasi sebagai penalti. Untuk setiap kematian yang Anda terima, Anda akan mendapatkan +1 umur dengan ekstra akumulasi +1 lagi untuk setiap kematian setelahnya. Ini berarti, Anda bisa berujung menuai +4 usia misalnya di kematian keempat Anda berturut-turut jika Anda tidak mawas. Angka ini akan terus bertambah hingga usia maksimal 75 tahun yang akan dihitung sebagai Game Over dan menuntut Anda untuk mengulang level kembali. Berita baiknya? Game akan secara otomatis mencatat berapa usia karakter Anda pada saat memasuki level spesifik sebagai checkpoint. Bak game rogue-like, jika Anda mengulang level tersebut lagi dari awal dan berhasil menyelesaikannya dengan usia lebih muda, game akan secara otomatis meng-update usia di awal level dengan catatan paling termuda.
Anda memang tidak akan menjadikan diri Anda lebih muda sayangnya, dimana di sepanjang progress dari pertarungan boss pertama hingga terakhir, ancaman menua terus tersedia. Namun bukan berarti, Anda tidak bisa memperlambatnya. SIFU menawarkan dua buah solusi untuk mencapai hal ini – Shrine dan Musuh Spesial. Salah satu buff yang ditawarkan Shrine dengan bayaran “1000 EXP” adalah kesempatan untuk kembali mengembalikan denda “+usia” Anda dari angka berapapun untuk kembali ke 0. Ini berarti Anda akan kembali ke +1 untuk setiap kematian setelah kunjungan Anda ke shrine ini. Atau, Anda bisa saja bertemu dengan beberapa musuh spesial yang biasanya menolak mati setelah proses Takedown dengan aura kuning di sekitar mereka. Menundukkan mereka atau mini-boss yang tersedia akan langsung secara otomatis menghasilkan efek “-1 usia” dari total akumulasi penalti yang sudah Anda kumpulkan. Sayangnya, menundukkan mereka di pool denda “0” tidak akan membuat usia Anda berkurang 1.


Lantas, apa konsekuensi dari bertambahnya umur ini? Selain kedekatan pada ancaman Game Over di 75 tahun, ia juga akan mengubah cara kerja karakter Anda. Untuk setiap peningkatan 10 tahun, akan ada buff permanen yang akan membuat Damage karakter Anda meningkat tetapi bar HP maksimum karakter Anda menurun. Ini berarti Anda akan sakti tetapi juga semakin rentan di saat yang sama. Konsekuensi yang lebih fatal? Sistem skill tree yang tersedia untuk Anda bukan juga dibagi ke dalam kategori 10 tahunan. Ini berarti untuk setiap 10 tahun peningkatan usia Anda, akan satu pohon skill (yang biasanya berisikan 5 isi gerakan pasif ataupun aktif) yang akan menghilang dan karenanya tidak akan lagi bisa diakses untuk di-upgrade. Ini berarti semakin tua, walaupun Anda semakin sakti dan sakit damage-nya, Anda tidak lagi bisa “tumbuh” dengan skill baru.
SIFU juga datang dengan ekstra replayability di playthrough kedua dimana Anda bisa melakukan aksi ekstra dengan para boss yang ada untuk ending rahasia terbaik. Jika Anda kembali melewati proses ini, kami yakin Anda akan terkejut dengan seberapa mahirnya Anda kini menyelesaikan game yang satu ini. Pelan tapi pasti, umur yang Anda butuhkan akan menurun di setiap levelnya dan ada rasa kepuasan dan bangga di setiap kali Anda melihat hal tersebut terjadi.
Versi Terdekat “The Raid” Video Game yang Nyaris Mustahil Didapat Gamer Indonesia

Selama memainkan game ini untuk proses review, ada satu hal yang sepertinya tidak bisa hilang dari benak kami begitu saja. Bahwa apa yang Anda lakukan sebagai seorang ahli Kung-Fu yang terlibat dalam pertarungan cepat jarak dekat, yang datang dengan animasi serangan mematikan memanjakan mata, hingga level pertama yang didesain di sebuah apartemen yang kumuh dengan beragam aktivitas ilegal di dalamnya membuat kami berpikir – bahwa mengenaskan atau tidak, SIFU adalah game terdekat dengan adaptasi film aksi Indo super keren – “The Raid” yang tidak pernah akan kita dapatkan.
Mengingat konsepnya benar-benar mirip, sulit rasanya untuk tidak membayangkan dan mengharapkan bahwa ada game sekelas SIFU untuk The Raid di masa depan, yang tentu saja menjadikan pencak silat dan serangan-serangan lebih brutal penuh darah sebagai salah satu daya tarik utama. SloClap lewat SIFU sudah membuktikan bahwa selalu ada opsi untuk menerjemahkan konsep tersebut ke dalam game action seru, menegangkan, dan menantang di saat yang sama. Untuk saat ini, kami bahkan tidak akan berkebaratan jika ada modder yang sekadar mengaplikasikan model karakter Mad Dog atau Rama untuk SIFU versi PC.

Mimpi tersebut juga menguat setelah melihat misalnya, salah satu animasi serangan pemungkas untuk baseball bat yang Anda eksekusi juga bak terinspirasi dari serangan karakter Baseball Bat Man dari seri The Raid 2. Maka kombinasi dari semuanya melahirkan sebuah mimpi yang mungkin tidak akan pernah terwujud, namun setidaknya kini memiliki bentuk: The Raid butuh game berbentuk ala SIFU.










