Review SIFU: Makin Tua Makin Jadi!
Kesimpulan

SIFU datang dengan kualitas yang mengejutkan, tidak ada lagi kata yang lebih tepat untuk menjelaskan keseluruhan pengalaman yang ia tawarkan. SloClap sungguh pantas mendapatkan acungan jempol karena kemampuan mereka untuk menerjemahkan salah satu konsep game action tersulit dengan kualitas yang tidak hanya mumpuni saja, tetapi juga jelas menaruh apresiasi besar pada sumber materi – si gaya Kung-Fu yang ia jadikan pondasi. Dikombinasikan AI keren yang membuat tingkat kesulitan meninggi, ekstra replayability untuk ending sesungguhnya, dan juga sistem tambah usia yang unik, SIFU tampil sebagai game action yang unik dan memesona di saat yang sama.
Walaupun demikian, ia bukan game yang sempurna. Selain masalah kamera saat Anda tersudut yang bisa berujung menjengkelkan, kami juga berharap feedback untuk aksi parry yang berhasil dieksekusi berujung memiliki efek lebih jelas selain sebuah efek warna putih di bagian pukulan terutama saat melawan boss. Kami juga harus mengeluhkan dibukanya skill aktif berupan serangan-serangan kombinasi baru yang berujung tak sering bisa dieksekusi dengan optimal mengingat AI musuh yang akan berujung melakukan block atau parry di setiap kesempatan. Ini membuat opsi mengambil skill pasif yang berhubungan dengan efektivitas dan daya tahan senjata menjadi opsi yang lebih menggoda.
SIFU memang bukanlah game yang mudah. Namun seperti halnya si karakter yang pelan tapi pasti belajar soal ilmu bela diri yang ia butuhkan untuk membalas dendam, Anda juga melewati proses yang serupa untuk menuai dan menggenggam keahlian yang sama untuk mengeksekusinya. Dimana konsistensi untuk memahami apa yang terjadi dan bersabar berujung lebih esensial daripada amarah dan tinju membabi buta. Kesemuanya akan menyempurna, terlepas dari usia yang terkadang justru membuat proses menua menjadi proses menegangkan dan menyenangkan. Makin tua, makin jadi.
Kelebihan

Variasi animasi pemungkas yang bergantung pada lokasi dan senjata
AI musuh selalu aktif melakukan block dan mencari celah melawan balik
Beberapa level datang dengan estetika memanjakan mata
Konsep pertambahan umur tanpa gimmick yang membuatnya seru
Boss datang dengan pola serangan tetap yang bisa dipelajari
Konsep shortcut untuk pengulangan level tanpa banyak rasa frustrasi
Musik yang mendukung dengan baik
Replayability untuk ending terbaik
Kepuasan saat melihat skill sendiri semakin solid dari satu playthrough ke playthrough lainnya
Kekurangan

Kamera yang buruk saat tersudut
Feedback untuk parry berhasil, terutama saat melawan boss, tidak terlalu jelas
Skill aktif baru yang bahkan tak cukup efektif untuk menghabisi musuh biasa dengan cepat
Cocok untuk gamer: yang butuh tantangan, yang senang dengan aksi bela diri
Tidak cocok untuk gamer: mudah frustrasi dan menyerah, butuh senjata api untuk bersenang-senang
Screenshot
4K di Playstation 5































