Review Gran Turismo 7: Semakin Dekat dengan Dunia Nyata!

Reading time:
March 2, 2022
Gran Turismo 7 jagatplay 1

Seperti sebuah karya seni yang dibangun dengan proses yang begitu lama agar tidak satupun detail yang terlewat, apa yang berhasil dicapai Polyphony Digital dengan setiap seri Gran Turismo yang keluar di pasaran memang pantas untuk diacungi jempol. Popularitasnya tidak hanya dicapai karena kemampuan mereka untuk menjual sisi presentasi via visual dan audio yang tidak pernah mengecewakan saja, tetapi juga upaya untuk memastikan bahwa sensasi balap menggunakan puluhan hingga ratusan mobil yang berbeda memang terasa akurat seperti halnya di dunia nyata. Dengan kedatangan konsol generasi baru Sony – Playstation 5, potensinya meroket.

Sejauh mata memandang, terutama lewat beragam trailer, screenshot, hingga sesi State of Play terpisah, Polyphony Digital terlihat berhasil memanfaatkan kemampuan Playstation  5 dalam batasan yang bisa diantisipasi. Namun perlu kita ingat, teknologi Playstation 5 bukan hanya soal framerate atau visual saja. Kita juga bicara soal teknologi sekelas DualSense yang di atas kertas harusnya akan maksimal di game racing, dan juga tentu saja 3D Audio untuk pengalaman imersif di sisi visual. Memanfaatkan keduanya akan jadi kunci yang dijual Polyphony Digital,  setidaknya untuk versi Playstation 5.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Gran Turismo 7 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri yang kian dekat dengan dunia nyata? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Lebih Terstruktur

Gran Turismo 7 jagatplay 9
Tidak seperti GT Sport yang notabene datang sebagai seri spin-off, Gran Turismo 7, seperti angka yang tertera, adalah sebuah seri utama.

Gran Turismo 7 yang notabene punya angka di belakangnya adalah sebuah indikasi yang jelas bahwa yang berada di hadapan Anda saat ini adalah sebuah seri utama, dan bukan lagi sebuah seri spin-off seperti halnya Gran Turismo Sport sebelumnya. Ditambah dengan ambisi yang sudah disuarakan Polyphony Digital selama ini, jelas bahwa ia akan datang dengan lebih banyak konten dan fitur dibandingkan Sport yang memang lebih diarahkan ke scene esports / kompetitif. Semuanya dibangun dalam struktur yang lebih solid.

Seolah ingin memastikan bahwa gamer-gamer pendatang baru bisa menikmati pengalaman Gran Turismo 7 dengan lebih baik dan rapi, Gran Turismo 7 kini datang dengan sebuah fitur baru bernama “The Café”. Anda bisa melihatnya sebagai mode yang akan melemparkan segudang “tugas” yang harus Anda lakukan, dari mengumpulkan mobil spesifik hingga menyelesaikan tantangan yang berbeda. Semuanya dibalut dengan presentasi super elegan, lengkap dengan menu dan musik kafe yang menemani. Di dalamnya, berisi pula penjelasan-penjelasan super mendetail soal sejarah dari beragam mobil ataupun tantangan yang diberikan kepada Anda, sekaligus seberapa signifikan ia pada budaya mobil secara keseluruhan.

The Café memberikan apa yang tidak tersedia di GT Sport sebelumnya – sebuah struktur yang membuatnya terasa bak game dengan mode cerita. Anda kini punya tugas, Anda kini punya motivasi, Anda kini tahu apa tugas yang harus Anda lakukan setelahnya, Anda tahu ada sesuatu yang bisa Anda kejar dari sana, dan Anda akan merasakan sensasi pencapaian dari sana. Setidaknya itu adalah salah satu sisi positif dari The Café. Ia juga berfungsi menjadi semacam mode tutorial untuk memperkenalkan kepada gamer pendatang baru soal fitur-fitur Gran Turismo serta jenis track dan mode balapan apa saja yang bisa Anda antisipasi.

Gran Turismo 7 jagatplay 104
Seperti mode cerita di banyak game, The Cafe memberikan struktur di seri ini.
Gran Turismo 7 jagatplay 105
Ia akan memberikan Anda misi dan motivasi untuk mencapai dan melakukan sesuatu.

Sayang seribu sayang, The Café berujung didesain dengan satu konsep yang tidak terlalu kami sukai. Bahwa alih-alih membuka semua mode yang ada dan menjadikan The Café sebagai “opsi” yang bisa diambil ataupun tidak diambil gamer, Polyphony Digital menjadikannya sebagai keharusan. Mereka memutuskan untuk mengunci beberapa fitur awal seperti Brand Central hingga Scapes sampai Anda menyelesaikan Menu The Café yang membukanya. Ini tentu saja membuat gamer yang sudah tahu apa yang mereka ingin rasakan dengan Gran Turismo 7 dari awal mau tidak mau harus melewati proses yang sama dengan gamer pendatang baru yang tidak memahami apa-apa. Kami lebih terbuka untuk menjadikan The Café sebagai opsi penuntun, bukan sesuatu yang harus dilewati semua gamer.

Namun setidaknya, keharusan ini memang harus diakui berperan efektif untuk langsung memperkenalkan setiap jenis fitur dan mode permainan yang tersedia di Gran Turismo 7 yang masing-masing akan diwakili oleh sebuah icon di World Map yang ada. Tugas-tugas yang dituntut dan harus diselesaikan di The Café juga akan memiliki ikonnya sendiri, hingga Anda tidak akan kebingungan kemana Anda harus melangkah selanjutnya. Ia bisa berkisar dari menyelesaikan track spesifik dengan setidaknya menempati posisi juara ketiga agar dihitung menang, mendapatkan License spesifik agar bisa ikut balapan lebih serius yang notabene kembali datang sebagai barisan tantangan yang harus diselesaikan, hingga mode Challenge terpisah yang berisikan tugas spesifik untuk diselesaikan. Tentu saja, Anda yang sekadar ingin bersenang-senang bisa masuk ke mode Arcade, Time Trial, hingga Drift untuk masing-masing track yang sudah dibuka.

Gran Turismo 7 jagatplay 101
Peta baru akan terbuka seiring dengan misi The Cafe yang harus Anda selesaikan.
Gran Turismo 7 jagatplay 47
Reward gacha untuk Gift? Seriously??

Dari kesemua aktivitas tersebut, bahkan dari aksi senang-senang yang Anda lakukan, Anda akan mendapatkan beragam reward, dari mata uang hingga sebuah kupon Gift “gacha” yang bisa menghadiahi Anda dari mobil hingga sekadar uang receh untuk belanja. Untuk masalah mata uang, semakin baik performa Anda di track, semakin tinggi pula uang yang Anda dapatkan. Anda bisa mengalihkannya ke tiga opsi fantastis: memperkaya koleksi mobil Anda dengan membeli mobil baru di Brand Central atau seken di Used Car, memperkuat mobil Anda dengan aksi tuning spare part yang bisa membuat mereka lebih kencang, atau sekadar mempercantiknya dengan ragam item kosmetik yang ada.

Sistem ini juga datang dengan berita baik dan berita buruk? Berita baiknya, biasanya misi-misi The Café akan menghadiahi Anda mobil-mobil yang butuh digunakan untuk misi The Café selanjutnya, hingga Anda tidak perlu melakukan proses grinding sama sekali hanya atas nama progress. Berita buruknya? Dengan sekitar ratusan mobil yang bisa Anda lirik dan beli, kami sendiri tidak bisa membayangkan berapa banyak aktivitas balap yang harus Anda lakukan hanya untuk bisa menikmati setiap dari mereka. Langkah paling rasional tentu saja saat ini, mengumpulkan uang hanya untuk membeli mobil yang paling Anda inginkan. Rencana ini pun sayangnya, terkadang masih terhalang kebutuhan melakukan tuning mesin mengingat mobil yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan The Café biasanya butuh beberapa penyesuaian agar berkompetisi dengan baik.

Gran Turismo 7 jagatplay 181
Ingin serius atau sekadar bersenang-senang? Mode online memfasilitasi itu.

Asyiknya, untuk Anda yang datang dengan level kompetitif tinggi, bahkan untuk Anda yang benar-benar hendak menguji diri, Gran Turismo 7 juga datang dengan kesempatan itu. Selain lobby mode multiplayer yang kini bisa disesuaikan ragam parameter-nya, dari batas performa mobil hingga jumlah livery yang diperbolehkan, seri ini juga datang dengan sistem “Sport” mereka. Seperti halnya GT Sport sebelumnya, mode Sport di Gran Turismo 7 juga akan mempertemukan Anda dalam sensasi balap kompetitif super serius yang bisa lebih dikategorikan ke dalam esport daripada sekadar datang bersenang-senang. Opsi tersebut juga tersedia.

Maka dari semua hal yang ditawarkan oleh Gran Turismo 7 ini, ambisinya untuk hadir sebagai seri yang paling lengkap kini juga dibantu dengan sistem yang jauh lebih terstruktur. Walaupun kami sedikit tidak setuju dengan fakta bahwa ia berujung jadi keharusan daripada sekadar opsi, namun mau tidak mau harus diakui, bak sebuah mode tutorial, ia akan membuat pengalaman lengkap Gran Turismo 7 lebih mudah dimengerti.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…