Ingin Tingkatkan Kualitas, Square Enix Akan Kurangi Outsource

Jika berbicara soal kuantitas rilis, Square Enix termasuk developer dan publisher Jepang yang terhitung rajin melepasnya. Masalahnya? Bagi gamer-gamer yang sudah menikmati game sekelas Left Alive dan Forspoken, ada kualitas yang terkadang mengecewakan di produk yang sudah mereka pasarkan dengan proses marketing yang kuat. Tetapi di sisi yang lain, kita bertemu dengan game-game fantastis, termasuk beberapa seri terbaru Final Fantasy terakhir yang mendapatkan respon cukup positif. Di situasi seperti ini, di bawah kepemimpinan sang presiden teranyar – Kiryu, akan ada perubahan fokus di masa depan.
Ambisi Kiryu untuk membuat Square Enix lebih konsisten melahirkan game dengan kualitas akan datang dengan satu strategi baru. Dari laporan terbaru yang dilepas Bloomberg, Kiryu kabarnya ingin mengurangi penyerahan proses pengembangan game ke outsource pihak ketiga. Ia ingin game skala besar dikembangkan oleh tim in-house mereka. Tidak hanya kualitas saja, strategi ini diyakini Kiryu juga akan memperbesar margin profit yang dihasilkan. Mereka juga akan melakukan review di awal untuk membangun struktur organisasi yang dibutuhkan untuk menentukan strategi terbaik demi mengeluarkan konten di pipeline mereka.

Kiryu sendiri baru akan mengumumkan struktur baru mereka di musim semi 2024 mendatang, dimana kabarnya sistem ini akan mulai aktif di bulan April nantinya. Akankah strategi baru Square Enix ini akan berujung “manis”? Kita tunggu saja.










