Wawancara dengan Zhenyu Li (Zenless Zone Zero)!

Reading time:
June 20, 2024
wawancara zhenyu li

Menjadi salah satu game “gacha” yang paling dinantikan di tahun 2024 ini, hype yang mengitari game terbaru dari HoYoVerse alias miHoYo – Zenless Zone Zero (ZZZ) memang tidak terbantahkan. Kita tidak hanya bicara soal impresi dan diskusi dari mulut ke mulut saja, yang notabene tercermin kuat dari interaksi di sosial media saja, tetapi juga dari angka pre-registrasi yang berhasil menembus angka 40 juta lintas platform di seluruh dunia. Rilis Zenless Zone Zero ini juga menjadi istimewa mengingat ia langsung menyambangi Playstation 5 sejak hari pertama rilis, sesuatu yang tidak dilakukan game-game HoYoVerse sebelumnya.

Daya tarik utama Zenless Zone Zero tentu saja datang dari pendekatan begitu banyak elemen yang begitu berbeda dibandingkan dengan game-game HoYoVerse sebelumnya, yang kini punya gaya “anak muda” yang kentara. Kita bicara soal dunia post-apocalyptic yang ternyata dihiasi dengan kota penuh warna, karakter dengan desain keren dan kostum penuh kontras, gameplay aksi yang cepat, dan tentu saja proses eksplorasi via sistem Hollow yang benar-benar berbeda. Berita baiknya? Lewat event peluncuran global yang dilakukan HoYoVerse di Singapore, kami berkesempatan untuk bertemu dengan sang producer – Zhenyu Li untuk mendapatkan sedikit insight soal game yang tengah ia racik.

ZZZ Event 5

Wawancara sendiri dilakukan bersama dengan media-media Asia Tenggara yang lain menggunakan translator bahasa Mandarin, berikut adalah beberapa insight berhasil kami gali dari Zhenyu Li.

Saya Tidak Perlu Meyakinkan Management untuk Mendukung Zenless

Salah satu pertanyaan awal yang kami berikan untuk Zhenyu Li adalah soal justifikasi eksistensi Zenless Zone Zero sebagai game kelimat dari HoYoVerse yang kembali berkutat pada sistem gacha. Kami tentu penasaran apakah memang masih ada target pasar yang belum tersentuh dengan 4 game sebelumnya dan kini ingin digapai oleh ZZZ. Tentu saja memancing rasa penasaran juga bagaimana ia meyakinkan boss-nya untuk mendanai game ini selama 4 tahun hingga rilis tahun ini.

Li mengaku bahwa HoYoVerse sebenarnya punya sistem assessment yang super ketat untuk game-game baru mereka, bahkan sejak dari tahap prototipe sekalipun. Jika produk tersebut dianggap tidak menarik di pasar, ia tidak akan dilanjutkan. Sebagai seorang kreator setelahnya, ia hanya diminta untuk memastikan game tersebut punya kualitas tinggi tanpa harus berhadapan dengan situasi dimana ia harus meyakinkan management untuk urusan ini dan itu.

Siap untuk Menerima Feedback dari Fans

Faction Cunning Hares

 

Pertanyaan kedua kami juga menyangkut sebuah “rahasia umum” terkait fans game HoYoVerse, yang jelas tercermin dari komunitas Genshin dan HSR saat ini, dimana mereka bisa terkesan fanatik atau bahkan “gila” di beberapa situasi. Kami penasaran apakah tim Zenless Zone Zero punya pelatihan spesial untuk bersiap dengan kondisi ini mengingat selalu ada kemungkinan ZZZ berujung sepopuler atau bahkan lebih populer dari Genshin dan HSR. Ini bisa saja membuat mereka kini jadi target online harassment dan doxxing.

Zhenyu Li menyebut bahwa kata “fanatik” ini bisa digunakan untuk mereka yang benci ataupun cinta dengan ZZZ. Ia tentu saja tidak bisa mengendalikan perasaan orang-orang ini. Yang ia yakini dan tim adalah bahwa selama produk tersebut bagus, mereka akan pantang mundur. Yang bisa mereka janjikan adalah terus mendengar feedback dari para gamer secara konsisten dan kemudian menganalisanya sebaik mungkin, hingga ia bisa diimplementasikan via update-update selanjutnya. Sementara soal popularitas melawan Genshin dan HSR? Jika itu terjadi, ia dan tim akan bahagia. Namun jika itu gagal tercapai, ia merasa bahwa yang ia butuhkan hanyalah pergantian mindset saja untuk membuatnya lebih baik.

Dunia Post-Apocalyptic Tidak Harus Selalu Wasteland

Sixth Street

Li menyebut bahwa pertanyaan ini sebenarnya sempat berputar di kalangan komunitas game developer China. “Mengapa dunia post-apocalyptic harus wasteland? Bisakah kita menciptakan ‘wasteland’ ini tanpa benar-benar meracik ‘wasteland’?”. Maka dari sana setting Zenless Zone Zero lahir, dimana kami memilih untuk mendesain kota yang terlihat hidup. Li tentu saja menolak untuk membicarakan lebih jauh soal cerita belakang layar yang membuat dunia ZZZ berujung menjadi seperti ini.

Game Vanillaware Sebagai Inspirasi

13 Sentinels aegis rim jagatplay part 1 126

Secara mengejutkan, menjawab salah satu pertanyaan media, Zhenyu Li mengaku bahwa ia juga terinspiorasi dari game-game Vanillaware seperti Odin’s Sphere dan Muramasa: The Demon Blade. Li mengaku sangat menyukai pondasi prinsip pengembangan game Vanillaware yang penuh detail, bahkan di sudut layar sekalipun. Hal ini juga yang mendorongnya untuk memastikan bahwa lingkungan-lingkungan yang ditemukan di Zenless Zone Zero juga menawarkan detail yang sama kayanya. Tentu saja ia juga terinspirasi dari media lain juga seperti film, yang juga nantinya akan mempengaruhi pengembangan Zenless Zone Zero. Sayangnya, ia tidak berbagi detail lebih jauh.

Mindest Bangun Tim Seharusnya Bebas dari Gaya Genshin ataupun HSR

Faction Victoria Housekeeping

Dibandingkan dengan Genshin Impact yang gameplay-nya dibangun berdasarkan basis elemental reaction ataupun HSR yang notabene punya peran yang jelas untuk setiap karakter yang ada, Zenless Zone Zero memang punya sistem bangun tim yang saat ini masih “membingungkan”. Li sendiri berharap agar gamer ZZZ nantinya bisa melepaskan keterikatan pada mindset bangun tim ala Genshin atau HSR jika mereka pernah memainkan keduanya. Sistem bangun tim ZZZ ia sebut tentu berbeda karena statusnya sebagai game action, hingga akan ada situasi dimana output damage-lah yang menjadi prioritas atau keuntungan statistik lainnya. Akan tetapi ia tetap membuka ruang besar bagi gamer nantinya untuk menggunakan tim dengan karakter favorit mereka dan menikmati gaya gameplay mereka. Bagi Li pribadi, ia bahkan terkadang memilih karakter-karakter dari satu kelompok yang sama seperti Victoria Housekeeping alih-alih karakter terkuat misalnya karena masalah vibe semata.

Mendamaikan Karyawan “Ribut” Adalah Bagian yang Paling Tidak Saya Sukai Sebagai Produser

Proses meracik sebuah video game, apalagi sesuatu yang butuh empat tahun untuk dibangun, tentu saja ada suka duka yang harus dilalui seorang Zhenyu Li sebagai produser untuk Zenless Zone Zero. Ia mengaku sangat menyukai semua proses dan perannya sebagai produser selama ia berhubungan dengan aksi racik konten untuk game ini. Ini meliputi aksi meracik art, sistem pertarungan, peran setiap karakter, user-interface, hingga musik sekalipun. Bagian paling tidak menyenangkan menurut Li? Ketika anggota tim punya argumen atau cekcok, sehingga ia punya tanggung jawab sebagai produser untuk mendamaikannya. Ia harus memahami sudut pandang masing-masing karenanya.

 

Zenless Zone Zero sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 4 Juli 2024 mendatang untuk Playstation 5, Android, iOS, dan PC. Bagaimana dengan Anda? Tertarik?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

July 3, 2024 - 0

Review Wuthering Waves: Penuh Pasang dan Surut!

Apa yang ditawarkan oleh Wuthering Waves? Mengapa kami menyebutnya sebagai…
June 28, 2024 - 0

Impresi Zenless Zone Zero (Build Terbaru): Lebih Cepat, Lebih Ketat!

Kami berkesempatan menjajal build terbaru Zenless Zone Zero. Apakah kami…
June 12, 2024 - 0

Preview My Lovely Empress: Racun Cinta Raja Racikan Dev. Indonesia!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Empress di…
February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…

PlayStation

July 17, 2024 - 0

Review Kunitsu-Gami: Antara Suka Atau Benci!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kunitsu-Gami ini? Apa yang membuat…
June 20, 2024 - 0

Wawancara dengan Zhenyu Li (Zenless Zone Zero)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan produser Zenless Zone Zero - Zhenyu…
April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…