Xbox Absen dari Tren “Wrap” 2025, Anggaran Marketing Dialihkan ke 2026
Xbox dipastikan tidak merilis “Wrap 2025”, sebutkan anggaran marketing mereka dialihkan untuk persiapan milestone besar di 2026.
Musim “Wrap” kembali meramaikan akhir tahun, dengan berbagai platform merilis rekap aktivitas penggunanya sepanjang 2025. Mulai dari PlayStation, Steam, Discord, hingga Nintendo, semuanya ikut memamerkan statistik dan kebiasaan bermain para penggunanya. Namun, satu nama besar justru absen, yaitu Xbox.
Menurut laporan dari Windows Central, console buatan Microsoft itu tidak menyediakan rekap tahun ini karena alasan prioritas anggaran. Disebutkan bahwa dana marketing yang biasanya dialokasikan untuk konten rekap semacam ini kini dialihkan ke rencana yang dianggap lebih penting untuk tahun depan.

Pernyataan ini diperkuat oleh komentar Jez Corden dari Windows Central, yang mengklaim bahwa sumber internalnya menyebut Microsoft memang tidak memiliki rencana “Wrap” di 2025. Anggarannya disebut difokuskan untuk merayakan berbagai milestone besar yang akan jatuh pada 2026, termasuk ulang tahun ke-25 Xbox serta perayaan 40 tahun Bethesda.
Dari sudut pandang obyektif, keputusan ini cukup masuk akal secara strategi. Dengan 2026 dipenuhi agenda besar dan potensi pengumuman penting, mereka tampaknya memilih menabung eksposur untuk momen yang dianggap lebih krusial. Namun rekap semacam ini bukanlah sekadar agenda marketing, karena hal itu menunjukkan perusahaan gaming peduli dengan pencapaian pemainnya, serta ada pula nilai sentimental di dalamnya.
Bagi gamer yang masih berharap Xbox hanya terlambat merilis rekap dibandingkan platform lain, laporan ini menjadi penegasan akhir untuk tidak perlu menunggu lebih lanjut. Melihat begitu banyaknya momen rendah di sepanjang tahun ini untuk gamer console itu, baik dari kenaikan harga console dan Game Pass, serta menyeberangnya game eksklusif ke pesaing seperti Forza Horizon 5 dan Halo, semoga saja kejadian ini tidak memupuskan semangat mereka untuk terus mendukung Xbox.
Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai keputusan yang diambil oleh Microsoft untuk divisi gamingnya itu?










