Mantan Pimpinan Assassin’s Creed Menuntut Ubisoft ke Pengadilan

Reading time:
January 19, 2026
Merasa tidak dapatkan haknya ketika tinggalkan Ubisoft, mantan pimpinan seri Assassin’s Creed tuntut perusahaan itu ke pengadilan.

Ketika kabar mengenai perginya pimpinan franchise Assassin’s Creed dari Ubisoft pada Oktober 2025 lalu muncul, tidak banyak yang menyangka ternyata dia tinggalkan posisinya dengan tidak damai. Itu sebabnya ketika mantan pimpinan itu kini menyerang Ubisoft dengan membawanya ke pengadilan, tidak sedikit pihak yang ingin tahu apa masalah di balik layarnya.

Tindakan mantan pimpinan AC itu dilaporkan via CBC Radio Canada, yang sebutkan Marc-Alexis Côté menuntut ganti rugi sebesar $1,3 juta dari Ubisoft via Superior Court of Quebec, untuk pengganti uang pesangon yang tidak diberikan setelah bekerja selama 20 tahun dan juga kerugian secara moral.

assassin's creed
Mantan pimpinan franchise Assassin’s Creed, Marc-Alexis Côté.

Menurut laporan pengadilan yang dibuat dari pengakuan Marc-Alexis Côté, dikatakan ketika Tencent bekerja sama dengan Ubisoft dan membuat studio baru yang tangani Assassin’s Creed, dia tidak ditawari posisi “Head of Franchise” seperti jabatan dia sebelumnya melainkan menjadi “Head of Production”, yang ada di bawah kendali posisi lain.

Kemudian pada September, dia ditawari posisi memimpin “Creative House” yang tidak jelas fungsinya. Setelah melalui diskusi yang panjang dengan Ubisoft, dia akhirnya meminta perusahaan gaming itu berikan dia uang pesangon saja karena dia tidak ingin posisi yang ditawarkan. Setelah Ubisoft memintanya untuk tidak masuk kerja sambil menunggu keputusan dari perusahaan, mendadak perusahaan keluarkan press rilis katakan dia telah tinggalkan posisinya secara sukarela dan otomatis membuatnya tidak dapatkan uang pesangon itu.

Apakah menurut Anda Marc-Alexis Côté berhak untuk ajukan tuntutan itu terhadap Ubisoft, melihat perlakuan yang dia dapatkan?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…