Mantan Pimpinan Assassin’s Creed Menuntut Ubisoft ke Pengadilan
Merasa tidak dapatkan haknya ketika tinggalkan Ubisoft, mantan pimpinan seri Assassin’s Creed tuntut perusahaan itu ke pengadilan.
Ketika kabar mengenai perginya pimpinan franchise Assassin’s Creed dari Ubisoft pada Oktober 2025 lalu muncul, tidak banyak yang menyangka ternyata dia tinggalkan posisinya dengan tidak damai. Itu sebabnya ketika mantan pimpinan itu kini menyerang Ubisoft dengan membawanya ke pengadilan, tidak sedikit pihak yang ingin tahu apa masalah di balik layarnya.
Tindakan mantan pimpinan AC itu dilaporkan via CBC Radio Canada, yang sebutkan Marc-Alexis Côté menuntut ganti rugi sebesar $1,3 juta dari Ubisoft via Superior Court of Quebec, untuk pengganti uang pesangon yang tidak diberikan setelah bekerja selama 20 tahun dan juga kerugian secara moral.

Menurut laporan pengadilan yang dibuat dari pengakuan Marc-Alexis Côté, dikatakan ketika Tencent bekerja sama dengan Ubisoft dan membuat studio baru yang tangani Assassin’s Creed, dia tidak ditawari posisi “Head of Franchise” seperti jabatan dia sebelumnya melainkan menjadi “Head of Production”, yang ada di bawah kendali posisi lain.
Kemudian pada September, dia ditawari posisi memimpin “Creative House” yang tidak jelas fungsinya. Setelah melalui diskusi yang panjang dengan Ubisoft, dia akhirnya meminta perusahaan gaming itu berikan dia uang pesangon saja karena dia tidak ingin posisi yang ditawarkan. Setelah Ubisoft memintanya untuk tidak masuk kerja sambil menunggu keputusan dari perusahaan, mendadak perusahaan keluarkan press rilis katakan dia telah tinggalkan posisinya secara sukarela dan otomatis membuatnya tidak dapatkan uang pesangon itu.
Apakah menurut Anda Marc-Alexis Côté berhak untuk ajukan tuntutan itu terhadap Ubisoft, melihat perlakuan yang dia dapatkan?










