Ubisoft Sambut 2026 Dengan PHK Massal, Developer The Division Kena Pangkas
Restrukturisasi Ubisoft belum berakhir, dengan PHK developer The Division, Massive Entertainment, dan Ubisoft Stockholm.
Ubisoft kembali mengumumkan gelombang PHK baru sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi, yang tampaknya masih akan berlanjut di sepanjang 2026. Setelah pada tahun lalu memangkas Red Storm Entertainment dan RedLynx, kali ini sebanyak 55 karyawan di studio Swedia, meliputi Massive Entertainment dan Ubisoft Stockholm akan kehilangan pekerjaan, menyusul langkah efisiensi biaya yang terus dilakukan perusahaan gaming itu.
Menurut laporan dari IGN, pemangkasan ini muncul setelah program Voluntary Leave Program mencapai tahap akhir. Program tersebut dikatakan memberi manajemen “visibilitas yang lebih jelas” terkait struktur dan kapasitas tim yang dibutuhkan, agar kedua studio dapat beroperasi secara efektif ke depannya.

Pada kesempatan yang sama ditegaskan pula bahwa keputusan ini tidak berkaitan dengan performa individu, kualitas kerja, maupun kesuksesan rilis game. PHK massal itu disebut lebih bersifat penataan ulang organisasi yang dirasa kurang efektif, ketimbang berdasarkan evaluasi kinerja tim.
Meski demikian, raksasa gaming asal Prancis itu memastikan arah jangka panjang studio yang terdampak tidak berubah. Massive Entertainment akan tetap menjadi developer untuk franchise The Division, melanjutkan pengembangan proyek game yang belum diumumkan dengan struktur tim yang baru, serta tetap memegang peran penting dalam pengembangan Snowdrop engine dan Ubisoft Connect.
Para karyawan yang terdampak disebut akan mendapatkan dukungan sesuai regulasi lokal. Langkah ini melanjutkan tren restrukturisasi Ubisoft, setelah pekan lalu perusahaan ini juga menutup studio Halifax yang berujung pada 71 karyawan terkena PHK, menegaskan bahwa 2026 masih menjadi tahun berat bagi kreator Assassin’s Creed itu.
Bagaimana menurut Anda mengenai masih adanya gelombang PHK di perusahaan gaming asal Prancis itu?










