Xbox Kembali Alami Kerugian di Awal 2026
Memasuki tahun 2026, Xbox dilaporkan kembali alami penurunan keuntungan baik dari sektor hardware maupun software dan service.
Tampaknya tahun 2026 masih menjadi masa yang sulit untuk Xbox, dengan masih rendahnya keuntungan yang berhasil didapatkannya pada kuartal ini. Menurut laporan keuangan terbaru di Microsoft, divisi gaming itu menjadi satu-satunya sektor yang alami kerugian di tengah semua sektor bisnis lain yang justru alami keuntungan.
Berita buruk itu disampaikan pada Earning Call Microsoft untuk kuartal kedua tahun fiskal 2026. Menurut laporan itu, Microsoft mendapatkan peningkatan keuntungan sebesar 17% dibanding tahun sebelumnya mencapai USD 81.3 miliar, dengan sektor cloud dan AI sebagai penggerak utamanya. Namun divisi gaming mereka justru menurun keuntungannya sebesar 9% dibanding tahun lalu.

Lebih rincinya, sektor konten (software game) dan layanan (Game Pass) keuntungannya menurun sebesar 5% dibandingkan tahun lalu. Hal ini tetap terjadi meski harga Game Pass beberapa waktu lalu telah ditingkatkan cukup tinggi, dan juga game eksklusif di console itu telah menyeberang ke PS5.
Sektor hardware (console) ternyata mengalami kerugian yang lebih besar lagi. Menurut laporan keuangan itu, keuntungan console menurun tajam hingga 32% pada kuartal itu dibandingkan tahun lalu. Semoga saja fakta ini tidak akan mengubah niat Microsoft untuk tetap membangun console barunya kelak. Apalagi mengingat jendela waktu 2027 hingga 2028 menjadi prediksi console baru itu akan hadir di pasaran.
Bagaimana menurut Anda mengenai semakin terpuruknya posisi Xbox di kancah pasar gaming belakangan ini? Apakah Anda juga punya kekhawatiran akan dibatalkannya console baru dari raksasa teknologi itu?










