Ubisoft Gelar PHK Massal di Studio Toronto
Ubisoft kembali lakukan PHK massal sebagai bagian dari restrukturisasi, kali ini menyasar studio Toronto yang membuat Splinter Cell Remake.
Nama Ubisoft belakangan ini selalu dihubungkan dengan berita suram. Berkat restrukturisasi besar-besaran yang membuat adanya gelombang PHK di markas besarnya, raksasa gaming dari Prancis ini selalu alami kemunduran bahkan setelah tahun berganti. Kali ini, perusahaan itu telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 40 karyawan di studio Toronto, atau sekitar 8% dari total tenaga kerja di lokasi tersebut.
Melalui pernyataan resmi yang dibagikan melalui MobileSyrup, disebutkan bahwa keputusan ini tidak diambil dengan ringan, dan menegaskan bahwa langkah tersebut bukan cerminan dari kualitas atau dedikasi para karyawan terdampak. Perusahaan mengklaim akan memberikan paket pesangon serta bantuan penempatan karier.

Melalui email internal, Ubisoft menyatakan bahwa Toronto akan tetap melanjutkan pengembangan remake Tom Clancy’s Splinter Cell, yang pertama kali diumumkan pada 2021 dan baru-baru ini menunjuk ulang direktur proyeknya.
Saat diumumkan, Ubisoft menyebut remake tersebut dibangun ulang menggunakan Snowdrop Engine, engine yang juga digunakan untuk The Division, Avatar: Frontiers of Pandora, dan Star Wars Outlaws. Engine ini diharapkan mampu menghadirkan kualitas visual generasi baru serta sistem pencahayaan dan bayangan dinamis yang menjadi ciri khas seri Splinter Cell.
PHK di Toronto sendiri merupakan bagian dari langkah restrukturisasi besar Ubisoft yang sebelumnya diumumkan sebagai “major reset”. Perusahaan itu tengah merombak tim kreatifnya menjadi unit-unit otonom yang disebut “creative houses”. Sebagai bagian dari inisiatif pemangkasan biaya, Ubisoft telah membatalkan enam proyek game, menunda tujuh lainnya, serta menutup dua studio.
Bagaimana menurut Anda peluang Splinter Cell Remake akan terus dikembangkan di tengah gelombang restrukturisasi besar itu?










