Kreator ARC Raiders Bagikan Trik Membuat Gamenya Dengan Budget Kecil
Kesuksesan ARC Raiders hingga saat ini menjadi lebih manis untuk Embark Studios setelah diketahui kecilnya budget yang digunakan untuk membuatnya.
Rasanya hampir semua gamer mengetahui akan kisah sukses yang dicapai oleh Embark Studios dengan game extraction shooter miliknya, ARC Raiders, yang dirilis berdekatan dengan Battlefield 6. Apalagi setelah mereka bagikan keberhasilan mereka dalam penjualan, yang melebihi 12 juta copy dalam 3 bulan.
Namun lebih manisnya lagi, belakangan diketahui bahwa budget untuk mengembangkan game extraction itu ternyata tidak besar. Disebutkan bahwa game itu hanya menggunakan seperempat dari budget pengembangan game triple-A, yaitu sekitar USD 75 juta termasuk biaya pemasaran.

Angka ini cukup menarik, mengingat Embark sendiri bukanlah studio raksasa. Didirikan pada 2018 oleh Patrick Söderlund bersama sejumlah mantan pengembang dari DICE, studio tersebut saat ini hanya memiliki sekitar 360 karyawan yang menangani berbagai proyek sekaligus.
Berbicara pada GamesIndustry.biz dalam sebuah wawancara, Söderlund menegaskan bahwa label AAA tidak selalu berkaitan dengan ukuran tim atau besarnya anggaran. Bagi Embark, yang terpenting adalah kualitas produk yang dihasilkan. Ia percaya bahwa studio kecil masih bisa bersaing dengan developer besar, selama mereka mampu memanfaatkan teknologi dan pipeline produksi yang lebih efisien.
Pendekatan tersebut terlihat dari cara Embark membangun dunia game mereka. Beralih dari proses produksi tradisional yang memerlukan tim besar untuk membuat konsep, model 3D, hingga detail lingkungan, studio ini mencoba memanfaatkan berbagai teknologi modern seperti photogrammetry, procedural generation, hingga data topografi dunia nyata seperti Google Earth untuk mempercepat proses pembangunan lingkungan game.
Embark juga bereksperimen dengan penggunaan AI dalam beberapa aspek produksi, termasuk untuk sebagian voice line dalam ARC Raiders maupun game mereka lainnya, The Finals. Namun Söderlund menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan aktor suara profesional.
Menurutnya, para aktor tetap dibayar untuk sesi rekaman di studio, dan dalam beberapa kasus mereka juga memberikan izin penggunaan suara mereka untuk sistem text-to-speech pada dialog yang tidak terlalu penting bagi pengalaman naratif, seperti sistem ping atau notifikasi gameplay.
Dengan pendekatan produksi yang lebih efisien dan dukungan teknologi modern, Embark mencoba membuktikan bahwa studio dengan sumber daya yang lebih kecil tetap mampu bersaing di ranah AAA, bahkan bisa menghasilkan game yang sukses secara komersial di pasar global.
Bagaimana menurut Anda mengenai pendekatan yang diambil oleh Embark Studios dalam membangun ARC Raiders dibandingkan studio triple-A?










