Kreator MindsEye Kembali PHK Karyawannya di Awal 2026
Studio yang ada di balik MindsEye kembali lakukan PHK massal untuk karyawannya di awal 2026 ini, dengan kembali angkat tuduhan sabotase.
Kegagalan Mindseye yang sempat dikatakan sebagai ‘GTA Killer’ di 2025 lalu memang masih segar di ingatan, terutama karena efeknya terhadap studio Build A Rocket Boy (BARB) sendiri. Pada pertengahan 2025 lalu, studio itu sampai lakukan PHK massal terhadap 100 karyawannya, di tengah tuduhan adanya aksi spionase dan sabotase terhadap game itu dari pihak pimpinan studio, dan juga kontroversi menyangkut pimpinannya sendiri.
Sayangnya damage control menyangkut studio itu ternyata belum selesai pada tahun 2026 ini. Kini studio itu kembali umumkan akan adanya PHK massal gelombang kedua, seperti yang dituliskan melalui LinkedIn resmi studio BARB. Pada kesempatan yang sama, pimpinan studio juga kembali tegaskan akan tuduhannya terkait sabotase industri dan juga spionase mengenai game mereka.

Kali ini, pimpinan studio itu katakan mereka telah dapatkan bukti terkait aksi sabotase itu, dan sebutkan tidak bisa berikan klarifikasi lebih lanjut karena sedang mempersiapkan bukti itu untuk dibawa ke jalur hukum. Alasan mengenai gelombang pemutusan hubungan kerja terbaru ini juga disebutkan di sana, yaitu karena efek dari kegagalan MindsEye masih terasa hingga sekarang, dan penyusutan ukuran tim developer menjadi penting demi menjamin kelangsungan hidup BARB.
Respons akan pengumuman itu ternyata cukup negatif, terutama dari sisi pemain di industri gaming sendiri. Beberapa komentar bahkan sebutkan tidak sepantasnya pimpinan studio itu angkat tuduhan sabotase di saat umumkan PHK massal, dan tidak pertimbangkan kualitas game itu sendiri sebagai sebab dari kegagalan game.
Bagaimana menurut Anda mengenai langkah yang diambil oleh kreator MindsEye itu, dan juga kembali ditekankannya tuduhan sabotase terhadap game mereka?










