Chief People Officer Epic Games, Monika Fahlbusch, Resmi Tinggalkan Perusahaan
Executive Officer HR di Epic Games, Monika Fahlbusch, resmi hengkang setelah lebih dari 5 tahun bekerja, tak lama setelah gelombang PHK besar di sana.
Ternyata gelombang PHK massal yang terjadi di Epic Games tidak hanya menimpa level menengah ke bawah, bahkan sampai posisi eksekutif di departemen HR, Monika Fahlbusch, juga terkena dampaknya. Menurut laporan via Kotaku, Fahlbusch yang menjabat sebagai Chief People Officer sejak Desember 2020 resmi meninggalkan perusahaan pada 15 April 2026 setelah lebih dari lima tahun berkarier di sana.
Kepergian ini ternyata menyimpan ironis yang cukup sensitif. Fahlbusch sebelumnya dilaporkan terlibat dalam proses restrukturisasi besar yang dilakukan Epic Games, termasuk gelombang PHK yang terjadi pada Maret 2026 dan berdampak pada lebih dari 1.000 karyawan. Melalui komunikasi resmi yang sempat dirilisnya, ia sempat menyampaikan bahwa perusahaan memahami dampak besar keputusan tersebut terhadap karyawan dan juga komunitas.

Namun, Epic Games sendiri memilih untuk tidak mengungkap alasan spesifik di balik hengkangnya Fahlbusch. Minimnya transparansi ini tentu membuka ruang untuk spekulasi dari beberapa pihak, terutama mengingat timing-nya yang berdekatan dengan keputusan pemangkasan besar-besaran.
Sebelum bergabung dengan Epic Games, Fahlbusch memiliki rekam jejak panjang di bidang human resources, termasuk peran serupa di JUUL Labs, serta pengalaman di perusahaan besar seperti Salesforce dan BMC Software. Dengan lebih dari 30 tahun pengalaman dalam mengelola fungsi SDM, kehadirannya di Epic selama ini menjadi bagian penting dari pertumbuhan tim di balik kesuksesan berbagai produk mereka, termasuk Fortnite.
Hingga saat ini, belum ada informasi terkait siapa yang akan menggantikan posisi tersebut atau bagaimana struktur kepemimpinan HR di Epic Games akan berubah ke depannya. Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai kepergian tokoh penting di dalam badan kreator Fortnite itu?










