Iron Galaxy Kembali Lakukan PHK Demi Sesuaikan Perubahan Iklim Industri
Iron Galaxy kembali melakukan pemangkasan karyawan di tengah perubahan besar di iklim industri game, menyebut kondisi saat ini sebagai “normal baru”.
Memasuki pertengahan 2026, Iron Galaxy Studios kembali mengumumkan gelombang PHK terbaru, sebagai bagian dari restrukturisasi yang mereka lakukan di tengah kondisi industri game yang terus berubah. Pada pernyataan resminya, developer ini menyoroti bagaimana pola konsumsi pemain dan pendekatan publisher dalam mendanai proyek kini sudah jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
Meski tidak mengungkap jumlah pasti karyawan yang terdampak kali ini, langkah ini seakan meneruskan tren pengurangan tenaga kerja yang sudah mereka lakukan sebelumnya. Pada awal 2025, Iron Galaxy diketahui telah melepas sekitar 66 karyawan, yang sebanding dengan sekitar 25% dari total tenaga kerja mereka saat itu, yang ketika itu disebut sebagai langkah terakhir untuk mempertahankan stabilitas perusahaan.

Pada kesempatan yang sama, Iron Galaxy sebutkan pandemi 2020 sebagai titik awal perubahan besar di industri game. Mereka mengakui bahwa selama bertahun-tahun banyak pihak berharap kondisi akan kembali “normal”. Namun di 2026 ini mereka memilih untuk menerima bahwa perubahan tersebut bersifat permanen. Dengan kata lain, industri yang ada sekarang bukanlah fase sementara, melainkan standar baru yang harus diadaptasi.
Perubahan ini terlihat jelas dari bagaimana pemain memutuskan pemilihan game serta bagaimana publisher menentukan investasi. Iron Galaxy secara terbuka menyebut bahwa kondisi ini mempengaruhi seluruh mitra mereka, serta memaksa perusahaan untuk mengambil keputusan sulit terkait jumlah tim yang realistis untuk dipertahankan. Bahkan setelah pengurangan sebelumnya, mereka mengakui ukuran tim saat ini masih dapat berubah.
Jika melihat rekam jejaknya, Iron Galaxy bukan nama kecil di industri gaming. Mereka terlibat dalam berbagai proyek besar seperti remaster Spyro the Dragon Trilogy dan Crash Bandicoot N. Sane Trilogy, serta membantu peluncuran game seperti Overwatch dan Fallout 76. Tidak hanya itu, mereka juga sempat mencoba peruntungan di ranah live service lewat Rumbleverse, yang sayangnya harus ditutup tidak lama setelah rilis pada 2022.
Bagaimana menurut Anda mengenai kembali jatuhnya korban berkat “restrukturisasi” di industri gaming?










