Founder Guerilla Games Kembangkan Pesaing Unreal Engine, Bernama Immense Engine
Co-founder Guerrilla Games kembangkan Immense Engine, game engine asal Eropa yang diposisikan sebagai rival Unreal Engine dengan integrasi AI.
Tampaknya Unreal Engine akan bertambah satu lagi saingannya di masa depan, dengan adanya kabar menarik dari salah satu pendiri Guerrilla Games, Arjan Brussee. Pendiri studio game yang terkenal itu disebutkan tengah mengembangkan game engine baru bernama Immense Engine.
Fakta itu muncul setelah Brussee membicarakannya di dalam wawancara dengan publikasi asal negeri Belanda, De Technoloog. Menariknya, dia menempatkan proyek ini sebagai alternatif game engine asal Eropa untuk Unreal Engine milik Epic Games, yang digunakan oleh mayoritas developer game global hingga sekarang, sekaligus untuk saingi engine buatan perusahaan teknologi China.

Demi mengembangkannya, Brussee kini kembali ke Belanda untuk memimpin proyek tersebut. Pengalaman yang dimilikinya terbilang sangat relevan, mengingat ia sebelumnya menjabat sebagai Global Director of Product Management untuk Unreal Engine di Epic Games.
Menurut Brussee, hingga saat ini belum ada game engine yang dibuat di Eropa dan sepenuhnya mematuhi regulasi regional setempat. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Immense Engine untuk menjadi solusi strategis bagi perusahaan asal Eropa, yang membutuhkan infrastruktur teknologi yang sesuai dengan regulasi ketat di sana.
Immense Engine ternyata tidak hanya dirancang untuk pengembangan game, tetapi juga untuk kebutuhan simulasi 3D di bidang pertahanan dan juga logistik. Dengan cakupan penggunaan yang lebih luas tersebut, proyek ini berpotensi berkembang menjadi platform teknologi yang melampaui cakupan industri game belaka.
Pada kesempatan yang sama, Brussee juga sebutkan salah satu fokus utama Immense Engine adalah integrasi AI secara mendalam. Brussee meyakini bahwa AI akan mengubah proses software yang kompleks dibangun. Dengan framework AI agents yang tepat, produktivitas setiap individu di dalam tim kecil dikatakannya dapat menyamai pekerjaan 10 hingga 15 developer sekaligus.
Penggunaan AI di dalam game engine sendiri juga sudah bukan hal baru lagi. Belum lama ini, Unity juga telah lebih dahulu melangkahkan kakinya ke sana dengan merilis Unity AI Beta, yang mampu membangun asset game sampai membuat beragam cutscene hanya dengan memasukkan prompt ala ChatGPT.
Bagaimana menurut Anda mengenai proyek ambisius untuk mengembangkan pesaing dari Unreal Engine itu?










