Devil May Cry 5 Catat Penjualan Terbaiknya Setelah 7 Tahun Rilis
Fenomena menarik terjadi pada Devil May Cry 5, yang catat performa penjualan tahunan terbaiknya setelah 7 tahun berlalu semenjak rilisnya.
Bagi banyak gamer, Devil May Cry 5 mungkin dianggap sebagai salah satu game aksi terbaik bahkan hingga saat ini. Namun siapa sangka, bukannya mulai kehilangan momentum terutama melihat umurnya, game tersebut justru berhasil menikmati periode paling sukses dalam sejarah penjualannya pada tahun fiskal terakhir ini.
Menjelang rapat pemegang saham tahunan, Capcom memperbarui data Consumer Business Sales Volume mereka yang dilaporkan oleh GameSpark. Sebelumnya, perusahaan asal Jepang tersebut telah mengumumkan rekor penjualan tahunan baru dengan total 59,07 juta copy game sepanjang tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026. Salah satu kontributor menarik di dalamnya adalah Devil May Cry 5, yang ternyata berhasil menjual 2,7 juta copy selama periode tersebut.

Menariknya, angka tersebut menjadikan tahun fiskal 2025–2026 sebagai tahun penjualan terbaik untuk Devil May Cry 5, sejak pertama kali dirilis pada Maret 2019. Sebagai perbandingan, game tersebut terjual 2,1 juta copy pada tahun peluncurannya, dan kembali mencapai angka serupa pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2023.
Kesuksesan ini diduga dipengaruhi oleh kombinasi harga yang semakin terjangkau, serta meningkatnya popularitas franchise tersebut setelah serial anime Devil May Cry hadir di Netflix. Kehadiran adaptasi anime memang kerap memberikan efek domino terhadap penjualan game, sesuatu yang tampaknya kembali terbukti dalam kasus ini.
Capcom sendiri juga masih terus menjaga momentum franchise tersebut. Mereka telah mengumumkan Devil May Cry 5: Devil Hunter Edition untuk Switch 2 yang akan dirilis pada 23 Juni mendatang. Versi ini akan mendukung performa 60 FPS, baik dalam mode TV maupun handheld, membuka kesempatan bagi lebih banyak pemain untuk menikmati petualangan Demon Hunter tersebut.
Menurut Anda, apakah popularitas anime Devil May Cry menjadi faktor terbesar di balik lonjakan penjualan ini?









