Bocoran Steam Frame Ungkap Arsitektur Baterai Yang Digunakan
Bocoran dokumentasi FCC ungkap Steam Frame VR gunakan baterai AA dan opsi ganti baterai lewat paket penjualan Frame Enthusiast kit dari Valve.
Masih begitu eratnya misteri seputar perangkat VR baru dari Valve, Steam Frame VR yang rencananya akan rilis berbarengan dengan Steam Machine, membuat informasi sekecil apa pun mengenainya menjadi topik yang hangat dibicarakan. Akhirnya informasi seputar sistem baterai yang akan digunakan perangkat itu muncul ke permukaan, berkat bocoran dokumen FCC (Federal Communications Commission), badan federal Amerika yang menjaga keamanan komunikasi.
Sebuah dokumentasi FCC terbaru yang dilaporkan via PCGamesN, mengungkap detail menarik tentang perangkat tersebut, termasuk keputusan yang cukup tidak biasa untuk standar headset VR modern, yaitu penggunaan baterai AA pada controller perangkat itu. Wajar saja, saat ini produsen VR lain berfokus pada baterai internal yang tertanam rapat, sehingga pendekatan ini terlihat terasa lebih “modular” dan bersahabat karena mudah diganti, meski mungkin kurang modern di atas kertas.

Namun kejutan sebenarnya datang dari satu aksesori yang disebutkan dalam dokumen tersebut, yaitu sebuah “Frame Enthusiast kit”. Pada penjelasan mengenai kit tersebut, terdapat referensi pada sistem baterai hot-swappable, yang memungkinkan pengguna mengganti baterai tanpa harus menghentikan sesi penggunaan. Jika benar, maka hal ini bisa menjadi solusi menarik untuk salah satu masalah klasik perangkat VR hingga saat ini, yaitu durasi bermain yang dibatasi baterai.
Dokumen tersebut juga mengindikasikan bahwa kit ini kemungkinan akan dijual sebagai aksesori tambahan, bukan bagian standar dari paket headset. Artinya, pengalaman “extended play” kemungkinan akan menjadi fitur premium yang dipisahkan dari model dasar.
Menariknya, dokumen FCC ini lebih banyak membahas controller dibanding headset itu sendiri. Dari gambar yang dilampirkan, terlihat desain internal yang relatif sederhana, termasuk papan sirkuit utama dan motor haptic, tanpa banyak elemen yang mencolok secara teknis. Namun konfirmasi penggunaan baterai AA tetap menjadi poin yang cukup menonjol, terutama di era perangkat VR yang biasanya mengandalkan baterai rechargeable tertanam.
Untuk bagian headset, informasinya justru masih ambigu. Dokumen tersebut menyebut pengguna tidak diperbolehkan mengganti baterai secara sembarangan, tetapi di bagian lain juga ada referensi bahwa penggantian baterai bisa dilakukan sesuai instruksi resmi. Inkonsistensi ini membuka ruang spekulasi; apakah Steam Frame akan memiliki sistem baterai internal yang sebaiknya diganti oleh bantuan teknisi, atau justru pendekatan semi modular seperti yang ditawarkan pada controller.
Yang jelas, semua ini semakin memperkuat indikasi bahwa Steam Frame VR memang sudah dekat rilisnya, Kini pertanyaannya bukan lagi apakah perangkat ini akan hadir, melainkan seperti apa strategi Valve dalam menyeimbangkan kenyamanan, durasi bermain, dan modularitas di perangkat VR barunya.
Bagaimana menurut Anda? Apakah sistem baterai AA dan hot-swappable ini jadi nilai plus, atau justru menjadi langkah mundur untuk Steam Frame VR?










