Valve Dikabarkan Pernah Ancam Ubisoft Soal Harga Rainbow Six Siege
Laporan terbaru mengungkap Valve pernah mengancam Ubisoft terkait harga Rainbow Six Siege di Steam demi menjaga kesetaraan harga di platform itu.
Tidak bisa dipungkiri bahwa posisi Steam masih nyaris tak tergoyahkan di pasar game PC hingga saat ini. Dominasi tersebut membuat Steam menjadi platform distribusi digital terbesar di industri gaming, sekaligus memunculkan berbagai tuduhan bahwa perusahaan milik Gabe Newell itu memiliki kekuatan yang terlalu besar terhadap publisher dan developer di industri.
Laporan terbaru dari Bloomberg mengungkapkan salah satu contoh bagaimana pengaruh tersebut pernah digunakan dalam praktik bisnis di Steam. Menurut laporan tersebut, Valve sempat berselisih dengan Ubisoft terkait harga Rainbow Six Siege beberapa tahun lalu, ketika publisher asal Prancis itu masih menggunakan platform UPlay, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Ubisoft Connect pada 2020.

Kala itu, Ubisoft menawarkan promosi harga yang lebih menarik untuk Rainbow Six Siege di platform mereka sendiri. Situasi tersebut disebut diklaim memicu reaksi keras dari Valve. Akibatnya, Steam meminta Ubisoft untuk menyesuaikan harga tersebut dan memberikan waktu sekitar 24 jam untuk menyelesaikannya. Jika tidak, Valve dikabarkan mengancam akan menghapus Rainbow Six Siege dari Steam sepenuhnya.
Bagi Ubisoft, ancaman tersebut tentu bukan perkara kecil. Bahkan hingga saat ini, Rainbow Six Siege masih menjadi salah satu franchise paling sukses milik perusahaan tersebut. Basis pemain Steam yang besar menjadikannya salah satu sumber pendapatan paling menguntungkan, sehingga kehilangan akses ke platform terbesar di PC itu bisa menjadi pukulan serius bagi performa bisnis game tersebut.
Kasus ini kembali memanaskan perdebatan lama mengenai dominasi Steam di industri game PC. Hanya dalam beberapa tahun terakhir ini saja, berbagai gugatan terkait dugaan praktik monopoli di sektor teknologi dan distribusi digital semakin sering bermunculan di sana. Valve sendiri berkali-kali membantah tuduhan tersebut, dengan pendiri perusahaan, Gabe Newell, sebelumnya menegaskan bahwa pemain dan publisher masih memiliki banyak pilihan platform alternatif di pasar.
Terlepas dari benar atau tidaknya seluruh tuduhan yang muncul, laporan ini memperlihatkan betapa besar pengaruh Steam terhadap ekosistem game PC modern. Ketika satu platform mampu menentukan nasib distribusi sebuah game besar, pertanyaan mengenai keseimbangan kekuatan antara platform holder dan publisher tampaknya akan terus menjadi topik hangat di industri gaming. Bagaimana menurut Anda mengenai laporan ini?










