Roblox Hadirkan Tools AI yang Bisa Buat Game via Perintah Teks
Roblox memperkenalkan fitur baru bernama Build, aplikasi mobile berisi tools AI yang mampu membuat game dari perintah prompt teks.
Tidak bisa dipungkiri bahwa membuat game masih menjadi proses yang rumit bagi kebanyakan orang. Meski berbagai game engine saat ini sudah jauh lebih mudah dipelajari dibanding satu dekade lalu, tetap ada hambatan berupa kemampuan programming individual, desain, hingga pembuatan aset. Kini, Roblox sebagai platform yang mewadahi game buatan penggunanya tampaknya ingin memangkas hambatan tersebut.
Platform game tersebut resmi memperkenalkan Build, fitur AI berbasis aplikasi mobile yang memungkinkan penggunanya mengubah text prompt menjadi sebuah game sederhana untuk aplikasi Roblox. Pengguna cukup mendeskripsikan konsep yang diinginkan, misalnya petualangan di hutan atau game puzzle tertentu, lalu AI akan menghasilkan fondasi permainan yang bisa langsung dimainkan, diuji, dikembangkan, hingga dipublikasikan.
Build memanfaatkan kombinasi model AI milik Roblox serta model opensource untuk menangani berbagai aspek pengembangan game, mulai dari mekanisme gameplay, desain lingkungan, karakter, gaya visual, efek suara, hingga pembuatan objek dan cutscene 3D.
Pada saat bersamaan, Roblox juga memperkenalkan serangkaian AI tools baru di Roblox Studio yang ditujukan bagi kreator dengan tingkat pengalaman yang lebih tinggi, termasuk agen AI untuk playtesting, analisis data, dan eksperimen untuk meningkatkan engagement.
Pada tahap awal, Build akan memasuki public alpha pada 28 Juli untuk pengguna di Selandia Baru, untuk kemudian dirilis ke region yang lebih luas. Fitur ini dapat digunakan oleh akun terverifikasi berusia 9 tahun ke atas, sementara publikasi game buatan Build hanya bisa diakses oleh pengguna terverifikasi berusia 16 tahun ke atas. Roblox juga memastikan versi dasar Build dapat digunakan secara gratis, meski nantinya akan tersedia opsi berbayar untuk kreator yang membutuhkan fitur lebih lengkap.
Langkah ini menunjukkan bahwa Roblox tidak hanya ingin mempertahankan posisinya sebagai platform UGC (user-generated content) terbesar, tetapi juga memperluas jumlah kreator dengan menurunkan hambatan teknis dalam membuat game.
Meski demikian, kemudahan tersebut tentu memunculkan masalah baru. Jika siapa pun bisa menghasilkan game dalam hitungan menit menggunakan AI, tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas konten agar platform tidak dipenuhi game instan yang minim kreativitas. Roblox sendiri menegaskan sistem rekomendasinya tetap akan mengutamakan game yang mampu mempertahankan pemain dalam jangka panjang, bukan sekadar game yang dibuat dengan cepat.
Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai semakin mudahnya membuat game di platform itu berkat adanya tools AI?










