Snapdragon 8 Elite Gen 5 Mampu Saingi Ryzen AI Z2 Extreme untuk Gaming
Snapdragon 8 Elite Gen 5 diklaim mampu menyamai kemampuan Ryzen AI Z2 Extreme untuk gaming, dengan konsumsi daya hampir setengahnya.
Ketika berbicara mengenai platform gaming handheld, performanya hampir selalu identik dengan penggunaan prosesor x86 buatan AMD atau Intel di dalamnya. Sementara itu, chip berbasis ARM masih sering dipandang hanya cocok untuk smartphone dan tablet. Namun hasil pengujian terbaru menunjukkan bahwa batas tersebut mulai semakin kabur, setidaknya jika melihat kemampuan generasi terbaru chipset flagship milik Qualcomm.
Sebuah pengujian yang dibagikan kanal YouTube Dame Tech dan diulas Wccftech memperlihatkan bahwa Snapdragon 8 Elite Gen 5 mampu menghasilkan performa gaming yang setara dengan AMD Ryzen AI Z2 Extreme di beberapa game. Perbandingan dilakukan menggunakan tablet REDMAGIC Astra 2 melawan ROG Xbox Ally X, dengan kedua perangkat menjalankan game seperti GTA V dan Red Dead Redemption 2 melalui emulasi di Android. Hasilnya, frame rate yang dicapai keduanya nyaris identik.

Tidak berhenti sampai di situ saja, Snapdragon 8 Elite Gen 5 disebut mampu mencapai performa tersebut dengan konsumsi daya hampir setengah dari Ryzen AI Z2 Extreme. Tablet REDMAGIC Astra 2 juga mengandalkan sistem pendingin cair yang memungkinkan chipset tersebut mempertahankan performa tinggi lebih lama dibanding jika digunakan di smartphone biasa. Kondisi ini memperlihatkan potensi besar arsitektur ARM ketika dipadukan dengan ruang pendinginan yang memadai.
Meski begitu, ada satu catatan penting yang tidak bisa diabaikan. Semua pengujian tersebut dilakukan melalui emulasi, bukan menjalankan game Windows secara native di Android. Artinya, keberhasilan Snapdragon bukan berarti platform Android kini siap menggantikan Windows sebagai rumah bagi gaming handheld. Ketersediaan game AAA secara native, kompatibilitas software, hingga dukungan driver masih menjadi tantangan besar di sana.
Sedangkan dari sisi AMD sendiri, Ryzen AI Z2 Extreme memang dirancang khusus untuk perangkat gaming handheld dengan konfigurasi 8-core/16-thread berbasis Zen 5 dan Zen 5c, GPU RDNA 3.5 berisi 16 Compute Unit, serta TDP yang dapat dikonfigurasi antara 15W hingga 35W. Chip ini juga membawa NPU hingga 50 TOPS untuk mendukung berbagai fitur AI generasi baru. Singkatnya, chip itu memang dirancang untuk jalankan game berat dengan performa tinggi.
Terlepas dari berbagai keterbatasannya, hasil pengujian ini menunjukkan arah perkembangan industri yang menarik. Selama bertahun-tahun, dominasi AMD di pasar gaming handheld nyaris tak tergoyahkan. Kini, Qualcomm mulai memperlihatkan bahwa chipset ARM juga mampu menawarkan performa kompetitif dengan efisiensi daya yang jauh lebih baik. Tantangan berikutnya bukan lagi soal kemampuan hardware, melainkan apakah sisi software mampu mengejar ketertinggalannya.
Bagaimana menurut Anda? Apakah chipset ARM seperti Snapdragon berpeluang menjadi pesaing serius AMD di pasar gaming handheld?










