Windows Ternyata Sedikit Lebih Kencang dari SteamOS di Steam Machine
Windows 11 mencatat performa sedikit lebih tinggi dibanding SteamOS di Steam Machine, tetapi pengalaman gaming keduanya tak jauh berbeda.
Bagi pemilik Steam Machine, salah satu daya tarik terbesar dari console buatan Valve itu bukan sekadar hardware-nya, melainkan juga pada SteamOS. Sistem operasi berbasis Linux buatan Valve itu dirancang untuk menghadirkan pengalaman bermain layaknya console, sekaligus menjadi alternatif dari dominasi Windows di ranah gaming PC. Karena itu, muncul pertanyaan menarik setelah Valve merilis driver resmi Windows untuk Steam Machine, yaitu mana yang lebih baik di Steam Machine?
Sejumlah pengujian terbaru yang dilakukan oleh kanal YouTube ETA Prime menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan. Setelah memasang Windows 11 menggunakan driver resmi dari Valve, Steam Machine mencatat peningkatan performa pada beberapa benchmark sintetis. Pada Geekbench 6 misalnya, skor single-core meningkat sekitar 3,3%, sementara performa multi-core melonjak hingga 22% dibandingkan SteamOS.

Namun, cerita tersebut berubah ketika pengujian beralih ke game. Pada Cyberpunk 2077, SteamOS justru unggul di resolusi 1080p dengan rata-rata sekitar 74 FPS, sementara Windows 11 berada di kisaran 68 FPS. Sebaliknya, pada resolusi 4K, Windows sedikit memimpin dengan 20 FPS, sedangkan SteamOS menghasilkan sekitar 18 FPS. Untuk game lain seperti Shadow of the Tomb Raider maupun Horizon Zero Dawn Remastered, selisih performanya sangat tipis dan umumnya masih berada dalam batas margin of error.
Meski sistem operasi milik Microsoft itu mampu mencatat angka benchmark yang lebih tinggi, hasil tersebut tidak lantas menjadikannya pilihan terbaik bagi semua pengguna Steam Machine. Pengujian ETA Prime dilakukan menggunakan unit yang telah di-upgrade dari RAM bawaan 16 GB menjadi 64 GB DDR5-5600, meskipun kedua sistem operasi diuji dengan konfigurasi hardware yang sama. Selain itu, driver yang digunakan untuk Steam Machine juga masih berada pada tahap awal dan belum mendukung fitur seperti dual-boot resmi dari Valve.
Di sinilah filosofi SteamOS kembali menjadi sorotan. Valve sejak awal tidak berusaha mengalahkan Windows semata dari sisi performa mentah, melainkan menawarkan pengalaman yang lebih sederhana dan menyerupai console. Pengguna langsung masuk ke interface Steam, tidak perlu berhadapan dengan proses khas ala gaming PC, dan seluruh sistem memang dirancang dengan fokus utama pada aktivitas bermain game. Dengan kata lain, keunggulan SteamOS adalah kenyamanan penggunaan.
Hasil benchmark ini justru menunjukkan bahwa Valve berhasil menciptakan sistem operasi gaming yang mampu bersaing sangat ketat dengan Windows di hardware yang sama. Selisih performa memang ada, tetapi tidak cukup besar untuk mengubah karakter Steam Machine secara keseluruhan.
Pada akhirnya, pilihan sistem operasi di sana kemungkinan akan lebih ditentukan oleh kebutuhan pengguna. Apakah mereka menginginkan mini PC serbaguna berbasis Windows, atau pengalaman bermain yang lebih praktis ala console melalui SteamOS.
Bagaimana menurut Anda mengenai perbandingan performance dari kedua sistem operasi itu di Steam machine?










