Asrock Custom PC Kalahkan Performa Steam Machine Dengan Harga Sama
ASRock DeskMeet X300 Custom PC seharga sekitar US$1.050 mampu menembus 70–90 FPS di 1440p, mengungguli Steam Machine.
Ketika harga PC gaming belakangan ini semakin sulit terjangkau, solusi menarik justru datang dari platform yang usianya tidak lagi muda. ASRock DeskMeet X300 membuktikan bahwa Custom PC berukuran ringkas masih bisa menjadi alternatif serius melawan Steam Machine, bahkan ketika dirakit dengan anggaran yang kurang lebih sama. Bukan hanya itu, selain ukurannya yang ringkas, Custom PC dari Asrock itu bahkan mampu menghasilkan performa gaming yang jauh lebih tinggi.
Kabar itu datang dari eksperimen yang dilakukan oleh Hardware Unboxed, ketika merakit sistem berbasis DeskMeet X300 dengan Ryzen 5 5600, RAM DDR4 16 GB, SSD M.2 1 TB, serta Radeon RX 9060 XT 16 GB. Total biayanya berada di kisaran US$1.050, angka yang kurang lebih setara dengan Steam Machine versi 512 GB. Bedanya, konfigurasi tersebut memberikan ruang jauh lebih besar untuk mengejar performa grafis melalui GPU diskrit.

Hasil pengujiannya menjadi bagian paling menarik. PC mungil tersebut mampu mempertahankan sekitar 70 FPS hingga 90 FPS dalam berbagai game AAA pada resolusi 1440p, dengan pengaturan Ultra dan FSR Quality. Suhu CPU dan GPU memang cukup tinggi ketika berjalan dalam kondisi standar, tetapi undervolting mampu menurunkannya secara signifikan tanpa mengorbankan performa secara berarti. Bahkan ketika menggunakan SteamOS, performanya tetap kuat, dengan Forza Horizon 6 menjadi salah satu pengecualian.
Keunggulan Asrock DeskMeet sendiri sebenarnya datang dari pendekatan yang berbeda dengan Steam Machine. Asrock DeskMeet X300 merupakan PC barebone berukuran sekitar 8 liter yang menyediakan motherboard AM4, empat slot DDR4, PSU 500W, serta dukungan GPU dual-slot hingga panjang 20 cm. Platform ini memang berbasis teknologi lama, tetapi justru fleksibilitas tersebut memungkinkan pengguna memilih sendiri komponen yang paling memberikan nilai, sementara Valve menawarkan perangkat yang terintegrasi.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa persoalan utama Steam Machine bukan semata-mata kemampuan hardware, melainkan value yang ditawarkan. Steam Machine dirancang sebagai pengalaman PC gaming yang lebih praktis dan menyerupai console, sedangkan DeskMeet memberikan kebebasan konfigurasi, dengan konsekuensi pengguna harus merakit dan mengoptimalkan sistem sendiri.
Pada akhirnya, Asrock DeskMeet X300 menunjukkan bahwa Steam Machine tidak otomatis menjadi pilihan terbaik hanya karena membawa nama Valve dan pengalaman SteamOS. Bagi gamer yang mengejar FPS berbanding uang yang dibayarkan, PC kustom mungil berbasis komponen yang bisa dipilih tampaknya masih mampu memberikan nilai yang sulit disaingi.
Namun jika kemudahan penggunaan menjadi prioritas, apakah Anda tetap memilih Steam Machine, atau justru merakit PC mini seperti DeskMeet X300?










