Asus dan Gigabyte Naikkan Harga GPU Sebesar 20 Persen di China
Harga GPU dari ASUS dan Gigabyte dikabarkan naik hingga 20% di China, memicu kekhawatiran harga kartu grafis gaming di Asia ikut melonjak.
Setelah Gigabyte dikabarkan menaikkan harga kartu grafisnya di region Jepang, kini kekhawatiran terbesar gamer yang ingin melakukan upgrade gaming PC mereka menjadi kenyataan, yaitu efeknya mulai meluas ke region lain. Bukan hanya Gigabyte saja, tetapi ASUS juga terkena dampaknya dengan ikut menaikkan harga di region China.
Berdasarkan laporan terbaru dari WccfTech, terlihat bahwa ASUS dan Gigabyte telah menaikkan harga berbagai kartu grafis AMD Radeon maupun NVIDIA GeForce di pasar China hingga sekitar 20 persen. Untuk model flagship, kenaikannya bahkan disebut mencapai sekitar USD 666 dibanding harga sebelumnya.

Menariknya, kenaikan ini tidak hanya terjadi pada satu kubu GPU saja. Produk berbasis arsitektur Blackwell milik NVIDIA maupun Radeon RX terbaru dari AMD sama-sama terdampak. Dengan kata lain, persoalan ini bukan berasal dari strategi salah satu vendor GPU, melainkan kondisi rantai pasokan secara keseluruhan. Biaya memori GDDR yang terus meningkat, tingginya permintaan komponen untuk industri AI, hingga penyesuaian harga dari berbagai pemasok disebut menjadi faktor utama di balik penyesuaian tersebut.
Bagi gamer PC, perubahan ini tentu menjadi kabar yang kurang menggembirakan. Selama beberapa waktu terakhir, banyak pengguna berharap harga GPU akhirnya kembali mendekati MSRP, setelah sempat mengalami krisis stok. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Generasi GPU terbaru semakin sulit ditemukan dengan harga normal, bahkan beberapa model premium dijual jauh di atas harga peluncurannya. Tren serupa juga mulai terlihat di negara Asia lainnya, menandakan bahwa kenaikan ini berpotensi meluas ke pasar global.
Jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya kemungkinan juga akan terasa di Indonesia. Pasar hardware tanah air masih sangat bergantung pada distribusi global, sehingga kenaikan harga dari produsen besar seperti ASUS dan Gigabyte berpotensi ikut mendorong harga GPU di toko lokal. Bagi gamer yang tengah berencana merakit PC baru, khususnya untuk memainkan game AAA dengan ray tracing atau kebutuhan esports dengan refresh rate tinggi, biaya upgrade bisa menjadi begitu tinggi.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda masih rela membeli GPU baru di tengah tren kenaikan harga seperti ini?










